Ghost Destiny

Ghost Destiny
Satu



Kau ada , maka aku ada. Aku ada , maka kau ada. Kau dan Aku adalah Takdir yang berhubungan. ~DNA\_2005.


 


Seoul


"Ya tuhan kenapa Hari ini lebih panas dari dugaanku" Ucapku Kesal sambil berkali kali mengelap keringatku yang sejak tadi terus membasahi Mukaku.


"Arghh.. aku benar benar sudah tak tahan , kenapa Supir lama sekali hari ini" Ucapku menggurutu sambil berdiri di depan perusahaan milikku


Entah kenapa Siang ini terasa begitu panas tidak seperti biasanya. Tubuhku terasa basah dikarenakan Keringat yang mengguyur tubuhku. Saat aku melihat jam tanganku ternyata sudah pukul satu siang yang membuatku sadar ini memang puncaknya suhu memanas.


Aku hanya menarik napas kesal, Selama aku menunggu tiba tiba ponselku berbunyi...


Drttt...Drtttt "You have one mesagge"


Yang membuat aku tau pasti ini pesan dari adik tersayangku. Setelah aku mengambil ponselku dan memang Pesan tersebut berasal dari adi tercintaku...


Oppa , Kau dimana ?! hari ini aku baru pulang dari kanada dan aku sudah sampai sampai di bandara , ku harap Oppa akan makan bersamaku karena aku membawakan banyak oleh untuk Oppa.


aku tersenyum tipis , dan dengan Cepat aku membalas pesan tersebut karena aku tau Dia pasti akan mengirim lebih banyak pesan bila aku tidak menjawabnya.


Oppa masih di depan perusahaan , supir belum juga muncul. Aku sudah benarbenar mandi disini. Tapi Oppa akan datang untuk makan bersama mu.


>>> Send


Drttt.. Tidak lama kemudian ada balasan lagi dari pesan yang telah dikirim oleh Park Hye Jin.


Ok , Oppa aku akan menunggu mu , peluk hangat dari adikmu.


Setelah aku membaca pesan tersebut tidak la Supir yang ku tunggu datang dan segera membukakan Pintu mobil . Aku yang sudah terbiasa dilayani bagaikan Raja langsung saja aku masih tanpa Menoleh karena memang wibawaku sangatlah Dingin dan keras akan tetapi tidak dengan adiku.


Setelah masuk Mobil aku langsung menyetel Ac mobil dengan Kedinginan Yang tinggi karena aku Memang sudah seperti orang yang mandi dikarenakan keringat yang mengguyur tubuhku.


"Tuan Hye Jin maafkan atas keterlambatan karena mobil anda ternyata masih belum selesai dk Service" ucap Supir yang tau aku membenci keterlambatan.


"Baiklah tapi ingat Bila memang kamu akan terlambat langsung bilang karena aku bisa memanggil supir yang lain membawakan mobilku yang lain" Ucapku dengan nada ketus


"Maaf Tuan"Ucap sang supir yang ketakutan melihat sorot mataku yang dingin


"Tuan ingin diantarkan kemana?!" lanjut supir


"Langsung ke apartemenku tapi ingat Turunkan aku di dekat pintu gerbang saja karrna aku tidak ingin adikku tau aku penuh dengan keringat" jawabku


Tidak perlu waktu Lama Aku sudah di dekat pintu gerbang dan aku langsung turun dengan sesegara karrna aku takut adiku akan menunggu lama.


"Semoga adikku Tidak marah" ucapku dalam hati. Tiba tiba langkah kakiku berhenti saat melihat seorang wanita cantik berdiri di dekat Gerbang rumahku , aku memandangi sosok perempuan itu dia berkulit Pucat pasih walau seperti itu kecantikkannya tidak tertupi dikarenakan Rambut yang digerai lurus sampai ke siku dengan hiasan rangkaiam bunga mawar menghiasi keanggunan dan kecantikan wanita itu.


Aku berjalan mendekat ke arahnya dan bertanya dengan sosok perempuam cantik itu..


"Apa kamu sedang menunggj Seseorang " ucapku bertanya.


"Kau bisa melihatku ?!" tanya perempuan itu seraya menepis poni yang menutupi mata dengan Pupil ungu cantik itu.


Aku mengerutkan kening." Apa maksudmu Nona , tenth saja aku bisa melihatmu , anda pikir saha tak punya mata" Ucapku Lagi.


Perempuan Itu langsung meraih tanganku dan memegan erat. Tanganya Dingin bagaikan es.


"Nona tolong jaga sikap anda , dan Sudah saya katakan saya bisa melihat anda" Ucapku Dingin sambil menepis tangan perempuan itu karena ini pertama kalinya aku bersentuhan dengan perempuan selain Almarhumah ibuku dan adikku.


"Ya tuhan , syukurlah ! akhirnya ada seseorang yang bisa melihatku" seru perempuan itu sambil merapatkan kedua tanganya di depan dadanha. Keningku Semakin berkerut yang membuat diriku langsung menjauhi perempuan itu Kalau saja perempuan itu adalah Orang gila pikirku dalam hati.


"Tuan anda ingin kemana" ucap perempuan sambil mengikutiku


"Aku ingin Ke apartementku dan Kamu jangan mengikutiku" ucapku dengan arogannya


"Saya tidak akan melakukan hal hal yang aneh tuan , justru saya ingin Berteman dengan tuan , apakah anda ingin menjadi teman saya" perempuan itu menatapku dengan lemah lembut. Aku hanya bisa menelan ludah , bagaimana tidak ini pertama kalinya aku melihat seorang perempuan Polos yang mengajak diriku berteman biasanya aku hanya sering berjumpa dengan Banyak perempuan yang ingin Mengajaku tidur bersama tetapi Ini Berteman ?!! apa tidak salah.


"Tuan apakah Tuan masuh mendengarkan saya" panggilnya lembut sambil mendekatkan wajahnya ke wajah ku.


"Maaf saya tidak tertarik dengan pertemanan, apalagi kita baru pertama kali bertemu" Ucapku menolak mentah mentah.


"Bisa saja kau Hanya mengiginkan harta dan membunuh keluarga seperti waktu itu"lanjut Ku dengan sorotan mata tajam.



Perempuan itu tiba tiba menepuk dahinya" Maaf , apa tuan berpikir saya seperti itu , apa Tampang saya terlihat seperti Wanita rendahan atau penjahat?!" ucap Perempuan itu "aku berani berjanji kalau aku ini bukan orang jahat , dan aku ini orang baik baik yang menginginkan teman" Lanjut perempuan itu.


Akh mengeluarkan senyum jahatku sambil mendekati perempuan itu " hahaha , apa Nona pikir saya akan percaya demgan perkataan anda. Lagi pula untuk apa aku harus percaya denganmu , dan Sekarang aku harus pergi!!" Aku pun Berjalan menuju pintu rumahku dan memasuki apartement dimana adikku lama menunggu.


Setelah masuk ke dalam apartement aku melihat seorang gadis cantik sedang duduk di ruang tamu. Sontak aku langsung menyapa dan memeluknya


"Hai Dek , sudah lama"


"Iya lama banget Oppa sampe berlumut aku di ruang tamu"


"hehe maaf Lama , Yuk kita makan siang" ucapku kepada Kim Hye Na


"Maaf Oppa, aku gak bisa lama lama disini" Hye na meminta maaf pada kakaknya yang bernama Park Hye Jin


"Kenapa kamu tidak bisa lama lama disini" Ucapku ketus


"Hehehe masalahnya Oppa aku tuh kabur dari Sekolah jadi takut kalau aja Pihak sekolah nyariin" Ucap Hye Na Terkekeh


"Kamu panitianyakan Hye Na kenapa kamu jadi kabur gini" ucapku Tidak suka dengan sikap adikku yang tak bertanggung Jawab


"Jangan marah dong Oppa Kan aku Kangen sama Oppa makanya aku ke sini" Jawab Hye Na dengan wajah memelasnya


"Baik baiklah Kapan Kamu kembali ke Sekolah'' Tanyaku


" Ini udah Dijemput Oppa , Jadi maaf ya Oppa Gak bisa lama lama , tapi Nih Oleh oleh dari aku supaya Oppa gak kangen amat sama Aku"


"Apa Sekarang haduh Nih Bocah , yaudah tapi ingatya kamu harus kabarin Oppa" jawabku Dengan Rasa bimbang dan tak rela dengan kepergian adekku. Karena Hanya aku dan Dikku yang tersisi di Keluarga Hye ini. Ibu dan Ayah kami mengalami kecelakaan hang membuat kami harus hidup mandiri.


"Dadah Oppa , Aku sayang Oppa"Ucap Hye Na sambil menutup Pintu Rumahku dan aku hanya bisa tersenyum Tipis atas kepergian adekku yang mendadak.


Seteleh Hye Na pergi aku langsung membuka kamar mandi dan Memandikan tubuhku yang memang sudah bau Dan penuh keringat. 30 menit ku habiskan Untuk membersihkan Tubuhku . Saat aku keluar tiba tiba...


•Jangan Lupa Like dan Comment yaa


•Dan Jangan Lupa Kasih tanda Favorit