
Cinta...
Kenapa kau terus mempertahankannya?Bukankah cinta telah melukaimu, bukankah cinta telah membuatmu lemah?
Apa yang kau dapat dari cinta hinggga kau terus mengagungkannya?
Cinta adalah pisau yang siap menyayatmu kapan saja.
Jadi, untuk apa kau masih mempercayainya?
Kim Yona berjalan - jalan sendiri di taman kota, sudah hampir tiga hari ia berusaha mencari gadis yang dimaksud laki - laki tua yang ia temui saat upacara pemakamannya. Tapi, ia tidak menemukan apa - apa, jelas saja karena laki - laki tua itu tisak pernah memberinya petunjuk siapa orang itu, ciri - cirinya atau bahkan namanya. Laki - laki tua itu hanya bilang, 'Itulah takdir yang harus kau jalani, ikutilah permainannya maka kau akan tahu maknanya...'
Haaaah. . . ini terlalu sulit, dan waktuku hanya tinggal tujuh belas hari lagi. Aku mohon, bantu aku Tuhqn! Doanya dalam hati.
"Huft!" Kim Yona mendesah seraya duduk di bangku taman, tepat di bawah pohon. Matanya menatap lekat kolam ikan yang ada di hadapannya. Ingatannya kembali pada Taehyoun.
"Taehyoun oppa, aku tidak mengerti kenapa Firasatku terus mengatakan bahwa kau telah melupakanku. Aku berusaha menepisnya dan terua mempercayaimu, tapi justru hatiku semakin menolak untuk mempercayaimu. Aku bingung, dan aku takut. . . takut kau benar - benar melupakanku Youn," gumamnya sendiri.
Tidak lama, mata Kim Yona menangkap sosok laki - laki yang tidak asing lagi berada beberapa meter dari tempatnya duduk. Laki - laki itu bergandengan dengan seorang gadus yang sebaya dengannya. Dan sepertinya, Kim Yona pernah bertemu gadis itu sebelumnya, tapi lupa kapan dan di mana melihatnya.
"Sayang, aku benar- benar bahagia bisa memilikimu mau itu hati ataupun tubuhmu. Akhirnya, aku bisa bersamamu tanpa harus diketahui siapapun lagi. Sudah lama aky menunggu hari ini," Ujar sang laki - laki seraya melumat Mulut gadis itu.
"Tidak perlu minta maaf, aku sudah melupakan itu" ucap Youn yang melupaskan Ciumannya.
"Bagaiman dengan Calon Istrimu yang meninggal itu? Apa kau sudah benar - benar melupakannya?" tanya Sang gadis itu tiba - tiba.
Sang Laki - laki menghentikan langkahnya, menatap tajam pada sang gadis. Lalu tersenyum simpul. "Ya, aku sudah melupakannya. Untuk apa aku mengingatnya, dia sudah mati. Justru sejak dulu yang tidak bisa aku lupakan adalah dirimu, Sayang. Karena, yang kucintai hanyalah dirimu, bukan dia atau perempuan mana pun," ucap Laki - laki itu tegas.
Degh. Kim Yona menangis, tubuhnya gemetar hebat. Ternyata sejak tadi ia berada du belakang laki - laki dan gadis itu. Ia mendengar dengan jelas apa yang mereka katakan.
Tidak, Ba...bagaimana bisa seperti itu, Youn?
Kim Yona melangkah ke depan, berdiri tepat di depan Laki - laki itu sambil memegang tangannya dan mecova meraihnya.
"Youn, lihatlah, aku ada di depanmu! Kau tidak sungguh - sungguh mengatakan itu, kan? Kau sedang membohongi Gadis itu, kan?" Seru Kim Yona, tapi Taehyoun tidak bisa mendengarnya, dan malah melangkah menembus tubuhnya. Laki - laki itu terys memeluk tubuh Kekasihnya dengan mesra dan Intim.
•Jangan Lupa Like ans Commentnya.
•Jangan Lupa tekan tanda Favoritnya.
•Jangan Lupa Ucapan Tahun barunyanya.