Ghost Destiny

Ghost Destiny
Dua Puluh Dua



Kebenaran Mungkin Akan sangat menyakitkan


Tetapi tidak ada yang lebih menyakitkan dari hati yang sudah terlanjur terluka ini


Hye Jin hanya bisa menghela nafas panjang dia masih tidak bisa menemukan bukti apapun yang membuat dirinya sulit mencari celah dalam menjatuhkan Keluarga Youn.


Kring. . . Kring. . .


“Kak Jin. . hiks , tolong aku. . .hiks. .hiks, Huwaaaa!!”


Tit. . . tit. .


“Hye Na!! Hye Naa!!” teriak Hye Jin di telponya. Hye Jin langsung menelpon polisi dan meminta tim pelacak untuk melacak posisi Adiknya. Dia lupa bahwa Hye Na merupakan sasaran Bee untuk memaksanya melakukan smeua tindakan perempuan itu.


“Tuan. . . kami telah menemukan posisi nona Hye Na. Nona Hye berada di. . “


“Di mana. . . tunggu Jembatan Icheon?” ucap Hye Jin terkejut.


“Iya tuan” jawab lelaki petugas itu.


“Baiklah kerhakan semua pengawal,penjaga dan para polisi untuk ke tempat jembatan Icheon, kita harus mulai rencana kita sebelum ada korban” ucap Hye Jin tegas.


Di tempat Lain. . .


Kim Yona duduk ditaman sudah hampir dua hari ini dirinya termenung menunggu di bangku taman. Tatapaanya kosong dia bingung mencari orang yang adalah takdir dan orang yang harus dia jemput itu.


“Huft. . . bila ada kakek pasti sekarang sudah ku minta ciri:cirinya” ucao Yona menghela nafas berat.


“Hohoho, apa kamu kangen sama kakek, yona” ucap laki-laki paruh baya tersebut.


“Kakek. . . akhirnya kakek Beneran datang”s semangat Yona. “Kek. . . tolong jawabanya kek. Sisa waktuku kurang lebih lima hari lagi kek” lanjut Yona cemas dan khawatir akan waktu yang sebentar lagi akan habis.


“Baiklah. . . tapi saat kakek mengatakan ini kurang lebih kamu juga akan berengkernasi karena sebentar lagi dia akan tiada” ucap Kakek tersebut dengan wajahnyang tersenyum.


“Baiklah aku hanya ingin tau siapa orang yang bahkan sudah ku cari ini” ucap Yona penuh dengan pertanyaan.


“. . . Orang itu sudah dekat, sedekay rambut dengan kulit kepalamu. Takdir kalian kuat. Bahkan kau sudah berteman denganya. Ikatan kalian sangat akrab hingga kalian berdua saling merasakan.”


“Jika saat kakek pergi, kau bertanya kenapa harus orang itu? Ingatlah kembali kejadiaan saat kelian bertemu untuk terakhir kalinya. Dan ingatlah ucapanmu saat kau bersamanya.” Jawab kakek itu yang sudah mulai menghilang perlahan.



Ia juga pernah teringat kalau dia pernah meminta pada Tuhan agar dipertwmukan lagi dengan Hye Jin saat dirinya dan Hye Jin saling bergengaman tangan di Jembatan Icheon yang saat itu memang sedang terjadi gerakan *******. Bahkan kecelakaan di tempat yang sama, hari yang sama dan waktu yang sama mereka sama-sama terjun dari atas jembatan Icheon.


Inikah Yang disebut takdir? Tapi kenapa harua Hye Jin?


“Tunggu kata kakek, aku akan berenkernasi berarti Hye Jin nyawanya sedang dalam bahaya?” batin Kim Yona. Kim Yona yang mengingat perkataan itu langsing pergi menuju tempat Hye Jin yang ia rasakan bahwa Hye Jin sedang berada di Jembatan yang sama yaitu Jembatan Icheon.


Jembatan Icheon. . .


Hye Jin kalah oleh Bee. Semua pasukan, pengawal dan polisi setengah dari mereka sudah menjadi sandra di tenpat Bee yang membuat Hye Jin juga ikut diikat di dekat tiang jembatan.


“Hye Jin. . . lihat padahal aku hanya memintamu untuk mencintaiku dan menikahiku. . .Tapi apa dayakan Yang Ayah dicelakai, Yang Ibunya mudah dibohongi, Yang adik juga gak kalah sangat mudah Ditipu, tapi kakaknya Lebih parah sih gampang kebawa perasaan” ucap Bee sambil mengarahkan pistol ke arah kepala Hye Jin.


“Andai saat pemakaman Ibumu kamu menikah denganku, andai kamu tidak menggali-gali informasiku dan juga kau tidak mengawasi gerak-gerikku. Mungkin kita sudah membuat Cucu untuk yang diatas sana, tapi mungkin aku harus membalas semua perbuatan keluarga kaliam pada keluargaku yang harmonis itu” ucap Bee sambil mengisi beberapa peluru di dalam pistolnya dan menembakannya ke atas.


“Kamu tau Hye Jin, kamu hanay pion ku untuk menyiksa adik kecilmu ini. Adik yang polos dan kamu sayangi daripada diriki” lirih Bee.


“Baiklah. . . mari kita hentikan acara basa-basi masa lalu ini , hari ini kita akan membuat pesta darah yang akan menyenangkan sekali” ucap Bee dengan senyuman kelicikannya dan tiba-tiba saat Bee ingin menembakan pistol ke arah Hye Na ada banyak batu dari udara di lempar ke arah Bee. Yang menbuat perempuan itu meringis kesakitan dan gagal untuk mengenai targetnya.


Hye Jin menoleh ke sampingnya dan terlihat Kim Yona dengan teman-teman hantunya membantu untuk menyelamatkan dari kekejaman Bee. Hye Jin langsung memberikan tanda untuk menyerang yang membuat Young Bee dan beberapa anak buahnya kalau oleh Tim pasukan milik Hye Jin.


Young Bee ditangkap oleh para polisi untyk diminta keterangan. Tapi tanpa sadar ada beberapa Bom yang sudah diaktifkan oleh Bee yang membuat Jembatan itu terkena getaran yang kuat dan menjatuhkan beberapa orang ke bahwa jembatan.


“Kak Hye Jin. . . pegang tanganku kak. Oppa tolong berjuanglah” ucap Hyr Na yang memcoba memarik Hye Jin yang mulai jatuh ke bawah jembatan.


“Oppa!!” teriak Hye Na histeris. Kim Yona mencoba membantu tetapi dia menembus tebuh dan tangan Hye Jin. Tim medis langsung diarahkan ke dekat bawah Jembatan Icheon dan menyelamatkan orang-orang yang terjatuh yang termasuk Hye Jin.


Empt hari telah berlalu. . .


Hye Jin telah menemukan kebenaran yang sangat mengejutkan dirinya. Kerja kerasnya dalam menangkal Young Bee dalam peryantaan yang diberikan oleh petugas kemanan, Kebenaran yang mengatakan bahwa nama asli Young Bee adalah Bi Nee Bi yang merupakan pasien Rumah Sakit Jiwa yang telah berhasil kabur karena membunuh beberapa penjaga dan pengawas di rumah sakit tersebut. Bi Nee Bi menjadi gila dikarenakan dia pernah dihianati oleh Suami yang sangai dia cintai yang membuat dirinya ingin membunuh suami dan selingkuhan suaminya. Di dalam pernyataannya juga tertuliskan bahwa selingkuhannya itu bernama Kim Hye Na yang merupakan adik kandung dari Kim Hye Jin. Kim Hye Na menyesali perbuatanya dia tidak mengetahui bahwa laki-laki yang termasuk gurunya adalah suaminya Young Bee. Di dalam pernyataan juga disebutkan bahwa Nee Bi mengubah identintasnya menjadi Young Bee dikarenakan dia pernah menyelamatkan keluarga Young yang membuat dia diangkat menjadi anak di keluarga Young. Hanya saja Keluarga Young dibunuh langsung oleh tanganya sendiri.


Young Bee mencelakai keluarga Kim karena ingin membalas dendam atas perasaannya yang telah dilukai. Young Bee diberikan hukuman mati oleh hakim karena banyaknya tindak pembunuhan yang dia lakukan terhadap orang-orang yang sebenarnya menyanginya. Hye Jin tersenyum tipis dia tidak menyangkai cintanya bertahun-tahun hanyalah kebohongan belaka tapi tanpa sadar kebenaran akan memberikan keadilan walau sekarang Hye Jin sedang berada di rumah sakit untuk menjalani rawat inapnya.


“Dek. . . kakak keliling dulu ya” ucap Hye Jin lembut.


“Eh enak aja. . .sembuh aja belum” ketus Hye Na


“Kakak bawa deh impus kakak. . . Cuma keatas kok” kekeh Hye Jin saat melihat ekspresi adiknya yang sedang cemberut.


“Baiklah, tapi ingat makan siang harus dimakan habis” tegur Hye Na. Hye Jin yang mendengar hal itu hanya bisa mengangukan kepalanya dan berjalan ke loteng rumah sakit yang biasanya ada taman.