
Siapa yang datang? " tanya Felix.
"Honey " ucap Naira, tapi Naira dengan cepat mengusir jauh halusinasi, dasar Naira memang mencintai dari kecil jadi terbayang-bayang suara honey bany sweety, kalau sudah dasar kenebo kering mana peka dengan dia meminta manajer menyebar berita hoax itu Felix datang menemui langsung, ah mimpi mu terlalu tinggi nanti sakit Naira ingat pria yang kau sukai tidak peka.
"Sampai kapan sembunyi seperti itu? " tanya Felix yang berdiri di samping kasur tanpa berniat menyadarkan Naira jika kedatangan nyata bukan halusinasi semata.
"Apa dia sudah jadi setan sampai suaranya seperti nyata " gumam Naira di dalam selimut tebal, dia masih mengira jika semua itu mimpi membuat Naira tidak ingin menunjukan wajah yang cantik jelita sejagat raya ini.
"Apa ada setan yang tampan seperti ku " bisik Felix membuat Naira refleks membuka selimut membuat Felix yang menunduk kepada membisikkan sesuatu pada Naira yang tidak siap dengan langsung menimpa tubuh Naira di balik selimut tebal membuat Naira kaget.
"Auuu " pekik Felix, wajah tampan sesak masuk di selimut dan menimpa tubuh Naira membuat Naira refleks bangun langsung menarik selimutnya membantu Felix yang terlungkup.
"Honey, sorry dorry stoberi aku tidak sengaja " panik Naira. Biar bagaimanapun terkenal Naira tetap bahasa unik tidak bisa hilang karna sudah menjadi kebiasaan dirinya.
Felix langsung bangun setelah di bantu Naira membuka selimut dan mengusap hidung mancung yang terasa sakit, untung saja bukan hasil operasi jadi aman tidak patah.
"Mana yang sakit ayo kita ke dokter " ucap Naira ingin mengajak Felix ke dokter memeriksa hidung mancung Felix bukan apa dia tidak ingin nanti kesayangan jadi pesek karna nya, nanti anak-anak mereka bingung kenapa hidung Daddy beda dengan mereka.
Naira yang panik langsung keluar dari dalam selimut tebal dan langsung menarik tangan Felix melupakan dirinya yang hanya menggunakan baju kaos kedodoran yang selalu dia gunakan saat berada di kamar.
Felix pria normal saat melihat Naira yang begitu mulus dengan kaos panjang sepaha entah dia menggunakan celana atau tidak tapi Felix tidak melihatnya, karna fokus dengan indahnya ciptaan tuhan.
Saat menginap di kediaman mereka Naira selalu menggunakan pakaian sopan dan begitu pun dengan pemotretan Naira selalu menutup tubuh indahnya dengan pakaian sopan. karna Naira menolak keras untuk mengungkapkan pakaian kurang bahan dan Naira selalu mengatakan tubuh indahnya hanya boleh di lihat oleh suaminya nanti.
Karna Felix tidak merespon ucapan membuat Naira melihat ke arah pandangan mata Felix dan saat itu Naira langsung berteriak menyadari penampilan nya.
"aaaaarrrggg,,, dasar pria mesum " teriak Naira langsung melompat di tempat tidur menutup tubuh indahnya dari pandangan Felix yang tersenyum melihat respon Naira.
"Tubuh mu indah dan seksi aku suka " ucap Felix membuat Naira malu bahkan wajahnya sudah memerah seperti tomat. bukan berhenti Felix semakin senang membuat Naira malu.
"Aaaaarrrggg,,, dasar pria mesum pergi dari kamar ku "usir Naira yang menyembunyikan tubuhnya.
"Aku tunggu di bawah calon istri ku " ucap Felix langsung keluar dari kamar Naira dengan senyum di wajah seakan mendapat vitamin, padahal dia banyak melihat wanita kekurangan bahan di luar sana sampai payudara oplas yang sudah ingin tumpah dari gaun yang mereka gunakan tidak membuat Felix tergoda, tapi Naira hanya menggunakan kaos kedodoran yang transparan membuat sesuatu di dalam celana sesak ingin segera di keluarkan, ini kali pertama Felix merasakan sensasi luar biasa membuat Felix menahan diri untuk tidak menerkam Naira yang menggoda.
Dalam sekejap Felix berubah menjadi pria mesum hanya melihat tubuh indah Naira di balik kaos kedodoran bagaimana jika Naira menggunakan pakaian kurang bahan, Felix tidak bisa menjamin tidak menerkam Naira saat itu juga.
"Dasar pria mesum, awas saja jika dia tidak tanggung jawab " ujar Naira.
Kembalinya Felix di ruang keluarga ternyata sudah ada Daddy Naira yang mungkin saja baru saja kembali dari kantor.
"Uncle " sapa Felix dan Ikuti bergabung dengan Naura dan Arnold di ruang keluarga.
"Sudah lama sampai nak? " tanya Arnold.
"Lumayan, maaf jika datang tidak memberi kabar " jawab Felix.
"Bagaimana kabar kedua orang tua mu? " tanya Arnold.
"Alhamdulillah mereka sehat " jawab Felix.
Dan saat itu Naira turun dari anak tangga dengan kaki yang di hentak kan membuat Sendal rumah yang dia gunakan menimbulkan suara yang menggema.
"Honey kau harus tanggung jawab "
Bagaimana reaksi kalian jika wanita meminta pertanggung jawaban di depan kedua orang tua kalian, apa yang mereka pikirkan terhadap diri kalian?