FIONA

FIONA
Kehilangan untuk selamanya



"Tak ada yang tersisa lagi untukku, selain kenangan-kenangan yang indah bersamamu. Mata indah yang dengannya aku biasa melihat keindahan cinta, mata indah yang dahulu adalah milikku, kini semuanya terasa jauh meninggalkanku." 


*****


Dunia Fiona benar-benar runtuh saat ini, dia melihat dengan jelas tubuh kaku sang tunangan berada di atas brankar. Untuk sejenak dia berharap ini hanya mimpi, namun kenyataan menamparnya dengan telak.


Ini kenyataan bukan sebuah mimpi maupun khayalan. Tuhan benar-benar telah mengambil nyawa belahan jiwanya.


Tangisan pilu Fiona terasa memeras hatinya setiap makhluk bernyawa yang mendengarnya. Dia berdiri tepat di samping tubuh Dave. Dave Matthews orang yang baru saja memberikan harapan surga dunia padanya kini telah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.


"Hei bangunlah bukannya kau berjanji akan menikah denganku?"


"Bahkan aku sudah merencanakan pernikahan yang megah denganmu."


"Bangun sayang aku sangat mencintaimu. Aku harus apa agar kau bangun?" Ucap Fiona air matanya sudah membasahi wajah ayunya. Hidungnya yang mungil sudah memerah karena menangis sejak tadi.


Tepukan di bahunya mengalihkan pandangannya. Ternyata Grace menghampirinya.


"Tenang lah kak ku mohon, Dave akan sedih jika kau seperti ini. Ikhlaskan kepergiannya!" Kata Grace yang juga tidak bisa menahan tangisnya. Baginya Dave sudah seperti kakak laki-lakinya. Pria itu selalu melindungi dirinya dengan apapun caranya.


"Tidak Grace pasti ini hanya sebuah lelucon aku tahu Dave pasti hanya menipuku." Katanya masih dengan wajah yang penuh derai air mata. Grace tak kuasa melihat kakaknya yang begitu terpukul. Direngkuhnya tubuh ringkih sang kakak dalam pelukannya.


"Kak kau harus menerima semua ini. Kau masih punya aku. Jangan seperti ini kak, kau juga akan membuatku bersedih jika seperti ini!"


Fiona diam tidak membalas semua ucapan Grace. Beberapa saat Grace membiarkan Fiona bersandar pada pundaknya, kakaknya membutuhkan waktu untuk menerima ini semua. Tapi setelah beberapa saat Fiona juga belum bergerak dan membuat Grace cemas. Dan ternyata Fiona pingsan dalam rengkuhan tubuh Grace.


Begitulah kehilangan mampu menumbangkan tubuh yang kokoh. Tidak hanya memporak-porandakan hati, kehilangan orang tersayang juga mampu menyayat jiwa manusia.


"Kak buka matamu, kumohon!" Grace pun memanggil beberapa orang yang kebetulan sedang berada disana. Dengan sigap Jack yang sedari tadi mengawasi mereka pun segera menggendong tubuh Fiona untuk membawanya ke UGD. Bagaimanapun juga Fiona adalah orang tersayang dadi bosnya.


Fiona seperti berada di taman yang luas serta indah banyak beranekaragam bunga yang tumbuh. Fiona pun menghirup dalam-dalam wangi bunga yang menguar. Día sempat bingung tempat apa ini sebenarnya dan mengapa dia berada di sana.


"Dave?" Panggil Fiona dengan suara merdunya.


Sang empunya nama pun menoleh, dia tersenyum begitu manis. Fiona sangat yakin siapapun yang melihat senyum Dave hatinya pasti akan menghangat.


"Dave aku sangat merindukanmu." Ucapnya lagi kemudian dia memeluk erat tubuh Dave seakan-akan jika dia melepaskan pelukan itu Dave akan juga akan ikut terlepas.


"Fio lihat aku!" Kata Dave sembari menangkup kedua sisi wajah Fiona. Oh Fionanya yang sudah menjungkirbalikan dunianya.


"Kembalilah sayang disini bukan tempatmu." Kata Dave lagi dia mulai menghapus air mata Fiona yang merembas keluar.


"Aku tidak mau Dave aku sangat mencintaimu dan aku membutuhkanmu!"


"Sayang tatap mataku, aku akan selalu ada di sini bersamamu selamanya." Ujar Dave sembari menunjuk jantung Fiona.


"Aku akan selalu ada di setiap darah yang mengalir di tubuhmu. Kau harus semangat menjalani hidupmu selanjutnya meskipun tanpaku. Ada Grace yang masih membutuhkanmu."


"Tidak. Tidak Dave. Aku juga membutuhkanmu sebagai pijakanku. Aku akan kehilangan arah jika tidak ada dirimu."


"Sayang kau akan menemukan kebahagiaan sesungguhnya setelah ini. Ku mohon hiduplah dengan baik."


Setelah mengucapkan itu Dave melepaskan pelukan Fiona di mulai berjalan ke suatu cahaya yang menyinari terang tempat itu.


"Dave tunggu Dave!" Teriak Fiona yang masih enggan ditinggalkan oleh Dave.


"Kembalilah Fio ku mohon di sini bukan tempatmu." Setelah mengatakan itu tiba-tiba saja bayangan Dave hilang di telan sinar cahaya tersebut.


Fiona pun menangis sejadi-jadinya sampai sebuah usapan dilengannya membangunkan dia dari mimpi buruknya.


"Kak...!" Suara Grace terdengar mengalun. Ada tatapan kesedihan yang dipancarkan oleh sinar matanya. Fiona pun melihat sekelilingnya ternyata matahari sudah mulai menyinari bumi. Fiona hanya bisa meringis ternyata tadi hanyalah sebuah mimpi. Mimpi jika Dave kembali padanya.