FIONA

FIONA
Bab 55



"Di mana tamu nya? " tanya Werren yang melihat ke sekitar tapi tidak menemukan tamu yang mereka tunggu.


"Jalan kaki dad " jawab Fiona membuat Werren hanya tersenyum bukan nya kasian Werren tersenyum dan ikuti duduk di teras rumah menunggu tamu tidak di undang datang dan di susul oleh Aqeela yang ikut sekali di sana.


Sedangkan dua W yang masih berada di ruang keluarga sibuk dengan ponselnya tapi tiba-tiba salah satu di antara mereka langsung berdiri karna melihat sebuah artikel.


"Kaka, cepat lihat Kak dia cantik sekali " ucap William heboh langsung menunjukan ponsel di hadapannya Felix, membuat Felix yang tidak tertarik mau tidak mau melihat ke arah ponsel yang di tunjukkan oleh William.


"Niara " ucap Felix.


Ia, Artikel yang menunjukkan di mana Naira di berikan dekat dengan seorang model pria yang tersebar luas. Ini kali pertama model naik daun secara Naira menutup rapat tentang dirinya tapi kali ini?.


"Dia pasti kekasih kakak yang baru " ucap Willy menimpali, dan tidak lupa mereka melihat respon yang di tunjukkan oleh Felix. ok fix tepat sasaran, tidak ada asap jika tidak ada api yang di hidupkan.


Felix langsung bangun dari duduknya dan langsung meninggalkan mereka berdua dan laik di lantai atas.


"Cinta tapi tidak di sadari " ucap William melihat kepergian Felix .


"Kita lihat apa yang akan di lakukan oleh Kaka " ujar Willy.


Di teras rumah dia pasang kekasih yang satu halal dan satu menuju halal, melihat dari kejauhan seorang pria yang berjalan ke arah mereka dengan peluh bercucuran membasahi tubuh bukan nya kasihan Fiona yang melihat itu hanya datar saja.


"Selamat pagi tuan nyonya " sapa Arka saat sudah berada di hadapan mereka.


"Ada apa mencari ku? " tanya Fiona to the point padahal sapaan Arka belum di jawab oleh Werren dan Aqeela tapi sudah di potong oleh Fiona yang mungkin sekarang titik di mana Fiona benar-benar melepaskan sampai tidak ingin berlalu lama melihat belahan Arka yang membuat dia muak.


"Fiona, kau tidak serius membeli perusahaan ku bukan? kau tahu itu tempat aku mencari rezeki kau tidak serius bukan? " tanya Arka, berharap semua yang dia alami hanya mimpi belaka dan dia bisa kembali hidup seperti sedia kala tanpa ada kekurangan dan bahagia dengan istri dan putrinya.


"Honey tolong jelaskan pada orang itu " pinta Fiona, bahkan untuk melihat wajah Arka saja dia tidak sudi memilih melihat ke arah lain.


Zack yang di minta menjelaskan situasi sesungguhnya mau tidak mau Zack membuka suara.


"Kemarin kau sombong kenapa sekarang seperti ini, oh iya aku lupa ini karna perusahaan yang kau banggakan itu, oke akan aku jelaskan dan pasang telinga baik-baik, perusahaan memang aku yang beli dan aku kembalikan pada pemilik sesungguhnya, calon istri ku, dan jika kau ingin bersujud di bawah kaki nya silahkan, aku tidak menjamin dia berubah pikiran " papar Zack panjang lebar, membuat Arka shock jika semua yang dia banggakan sudah tidak dia milik lagi.


"Honey ayo kita masuk, di sini panas " ucap Fiona langsung bangun dari duduknya dan tidak lupa mengandeng tangan Zack untuk masuk di kediaman mereka.


Arka yang melihat itu ingin berniat mengejar Fiona tapi terhenti saat Werren mengatakan sesuatu.


"Stop atau aku tembak kepala mu, kau memang pantas mendapatkan semua ini, di saat putri kami mencintai mu dengan tulus tapi kau sia-sia dan kau manfaatkan, terima kasih sudah menunjukkan jati diri mu sesungguhnya " ujar Werren.


"Karma memang tidak salah alamat anak muda, di saat kau menyakiti dan memanfaatkan seseorang tapi kau hancur oleh seseorang yang mencintai dengan tulus putri kami, silahkan pergi dari sini dan nikmati karma mu, ayo dad " ucap Aqeela mengajak Werren masuk meninggalkan Arka di sana seorang diri.


"Nyonya tuan saya mohon " rengek Arka tapi mereka tidak akan goyah, dan saat itu bodyguard langsung datang untuk menyeret Arka keluar dari kediaman mereka.


"Lepaskan aku " teriak Arka terus memberontak tapi tubuh mereka sangat kekar tidak oleng sedikit pun dengan pemberontak yang di lakukan oleh Arka.


Mereka yang masuk di kediaman langsung menghentikan pergerakan mereka saat melihat pria yang sudah rapi dengan pakaian seperti ingin pergi ke suatu tempat membuat mereka saling pandang.


"Mau ke mana? "


Bagaimana part kali ini apakah suka, semoga kesayangan otor suka ya 💞