
"Oh ya ampun " ucap Fio terkejut, bagaimana tidak dati ruangan yang mereka masukin sudah tersusun rapi banyak makanan pembuka, penutup, cemilan, buah minuman beraneka ragam dan tidak lupa banyak pramuniaga hotel di sana membuat e tidak habis pikir dan sekarang dia paham kenapa sepanjang jalan sepi seakan tidak ada pengunjung atau turis ternyata Zack pelaku sesungguhnya, apa lagi yang dia lakukanlah jika menyewa satu gedung ini dan menyiapkan semua nya.
"Wanita matrek ku menyukai nya? " tanya Zack dengan senyum termanis yang pernah dia tunjukkan pada Fiona, kali ini Zack benar-benar mengungkit ucapan yang kemarin baiklah sudah terlanjur matrek maka Fiona akan menghabiskan uang mu tuan muda, Fiona langsung mendekat pada Zack yang duduk di kursi yang di sediakan dengan makanan yang spesial di hotel ini.
Jangan harap Zack akan bersikap romantis yang akan mempersilahkan wanita duduk di kursi terlebih dahulu baru dia yang duduk, jangan harap Zacky malah memperhatikan saja, saat Fiona duduk Zack langsung memberi kode pada seluruh orang untuk keluar membiarkan mereka berdua di sana.
"Makan lah tahan dulu kekesalan mu " ucap Zack saat melihat wajah Fiona yang tidak bersahabat, ia Zack tahu sikapnya memang berlebihan tapi untuk mendapat hati wanita perlu perjuangan dan sekarang dia sedang berjuang, tidak perlu bersikap romantis Zack tetap Zack yang akan bersikap biasa saja.
Dengan keadaan sepi mereka menikmati makan malam berdua saat asik makan malam dan setelah selesai pelayan masuk dengan membawa makanan penutup tiba-tiba mata Fiona menemukan sesuatu dan saat di perhatikan dengan intens oleh Fiona benta tersebut mengkilau di sendok, Zack yang melihat itu langsung menghapus sisa makanan yang mungkin saja tertinggal di bibirnya, ini yang dia tunggu ingin melihat sejak tadi.
"Cincin " ucap Fiona.
"Fiona Will you marry me " entah sejak kapan Zack sudah berlutut di samping dengan buket bunga yang entah di mana dia dapat, Fiona tidak bisa berkata-kata dengan semua yang terjadi begitu tiba-tiba menurut Fiona, cincin berlian yang berada di makanan dan Zack yang melamar dirinya.
"Maaf aku harus pergi " ucap Fiona langsung pergi meninggikan Zack dengan sejuta kebingungan, sedangkan Fiona langsung berlari menjauh dari hotel setempat tanpa melihat sekitar Fiona terus berlari di tepi jalan raya tidak jauh dari sekitar hotel sebuah mobil hitam melambat di sampingnya membuat Fiona langsung menghentikan langkahnya, jelas dia mengenal mobil di samping yang berhenti dan pintu penumpang terbuka memperlihatkan wanita paruh baya yang selalu ada di dalam kondisi apapun dan menjadi panutan semua orang.
Ara tersenyum dengan hangat saat melihat sang cucu yang terlihat kacau dan tanpa berkata-kata Fiona langsung masuk dalam mobil dan memeluk tubuh Ara yang di sambut dengan senang hati olehnya.
"Tenang lah, lupakan masa lalu dan bangkit menjadi Fio yang dulu "
Selagi menunggu update terbaru otor jangan lupa untuk mampir di karya temen otor yang kece badai dan di jamin sangat seru 💞