FIONA

FIONA
Malam Indah



Kenapa kau datang wahai maut 


Belahan jiwaku kau bawa pergi 


Kenapa dia yang kau renggut 


Membawa nestapa dalam diri 


Apa guna kini kuhidup 


Hanya sepi dan sunyi 


Untuk siapa aku hidup 


Masa depanku telah pergi


******


Dimalam yang gelap penuh dengan bintang ini menjadi saksi bisu atas dua manusia yang sedang menjalin kasih. Fiona Oswalden dan Dave Matthews.


Hari ini Fiona sudah resmi menjadi tunangan Dave. Mereka menjalin kasih sudah cukup lama kurang lebih dua tahun lalu. Banyak kesamaan yang mereka miliki sehingga membuat mereka memutuskan untuk bersatu.


Fiona dan Dave sama-sama tidak memiliki orang tua. Orang tua Fiona meninggal tepat setelah kelulusan kuliahnya. Mereka meninggal karena kecelakaan tragis saat pulang dari acara makan malam rekan bisnisnya. Orang tua Fiona meninggalkan seorang adik perempuan yang wajahnya tak kalah cantik dari Fiona. Sedangkan orang tua Dave, Fiona tidak pernah tahu bagaimana orang tua dari tunangannya itu meninggal. Setiap Fiona bertanya Dave selalu mengalihkan pembicaraan.


Mereka sama-sama dari keluarga terpandang. Dave memliki bisnis properti yaitu real estate yang sudah melalang buana di negaranya. Meskipun bisnis turun-temurun tapi tanpa campur tangan Dave yang ulet dan tekun bisnis tersebut tidak akan berkembang pesat seperti sekarang. Sedangkan Fiona memiliki bisnis di bidang kecantikan. Bisnisnya juga sudah merajalela di negaranya bahkan sudah sampai ke luar negeri.


"Kau sangat luar biasa hari ini!" Ungkap Dave tulus sembari menatap netra Hazel milik Fiona.


"Dan kau juga tampak sangat mempesona malam ini sampai-sampai pelayan wanita disini tidak ada yang berkedip saat melihatmu!" Jawab Fiona yang diiringi dengan senyuman manisnya. Memang benar pesona Dave tidak dapat diremehkan. Pesonanya dapat meruntuhkan pertahanan wanita manapun. Meskipun tatapan matanya setajam elang tetapi disana juga memancarkan kehangatan yang begitu dalam.


"Benarkah? Kurasa mereka hanya berlebihan saja!" Ujarnya sambil terkekeh. Menurutnya seberapa cantik dan seksi wanita manapun tidak akan membuat hatinya melenceng. Dia sudah menanamkan sumpah pada dirinya sendiri untuk selalu bersama dengan Fiona wanita bak titisan Dewi itu.


"Mereka tidak berlebihan sayang memang kau terlalu tampan. Terkadang aku juga tidak mengerti kenapa diriku yang lemah ini bisa mendapatkan seseorang yang sempurna sepertimu."


"Kau tidak lemah sayang." Ungkapnya sambil memegang tangan Fiona menguatkan wanita yang mudah sekali rapuh itu. "Hanya saja kurasa kau itu terlalu gegabah dan sedikit ceroboh."


Memang setiap manusia tidak ada yang diciptakan dengan sempurna. Tuhan pasti memberikan sebuah kelemahan diatas kelebihan mereka. Layaknya manusia biasa Fiona juga mempunyai kelebihan serta kekurangan. Dalam hal fisik Fiona memang tidak memliki kekurangan apapun dirinya nyaris sempurna. Wajahnya yang ayu, hidung mancung, bibir mungil serta tinggi badan yang cukup mumpuni untuk seorang wanita hanya saja tubuhnya sedikit lebih kurus dari kebanyakan teman-temannya. Dalam hal sifat Fiona adalah perempuan baik hati tetapi terkadang sifatnya yang sedikit gegabah membuatnya mendapatkan kesulitan.


"Thank you my fiancee!"


Sejak pertemuan pertama mereka, Fiona sudah seperti tersihir oleh senyum maut yang dimiliki Dave. Dulu mereka bertemu di acara amal yang biasa dilakukan untuk mendapatkan relasi-relasi bisnis.


Katakan saja Fiona sudah jatuh cinta sejak pandangan pertama. Mungkin kebanyakan orang menganggap hal itu lucu tapi itulah kenyataannya. Hatinya bergetar ada perasaan berbeda ketika Dave tersenyum ke arahnya.


Sejatinya Dave bukanlah pria bermulut manis yang pandai merangkai kata romantis. Dia adalah pria dingin dan dominan. Tapi entah bagaimana sejak mengenal Fiona banyak perubahan yang dia rasakan.


Dulu hidupnya terasa begitu hampa, dia tinggal di mansion sebesar itu hanya dengan para pelayan serta pengawal tanpa adanya orang tua maupun saudara. Dia tidak bisa berkeluh kesah ketika mendapat masalah dan tidak bisa berbagi kebahagiaan ketika senang.


Tetapi sekarang sudah ada sesosok gadis manis yang selalu menerima curahan hatinya baik dalam keadaan senang maupun susah sekalipun.


"Ayo antarkan aku pulang kasihan Grace pasti sudah menungguku pulang!"


"Grace menunggumu? Apa dia tidak ingin kencan dengan kekasihnya?"


"Mana mungkin Grace kencan kau tahu sendiri bukan jika Grace gadis introvert sejati. Dia lebih baik menghabiskan waktu untuk bersenang-senang di rumah daripada harus berjalan-jalan!"


"Baiklah ayo segera ku antarkan kau pulang."


Mereka pun berjalan beriringan keluar dari restoran dan menuju mobil mereka. Tak henti-hentinya Fiona memandang kagum jari manisnya sendiri. Sebentulnya dia bukan kagum dengan jari manisnya melainkan benda yang kini bertengger di jari manisnya. Cincin berlian dengan permata indah berwarna pink pucat yang menghiasinya.