
"Bisa kalian jelaskan apa yang grandma lihat? " ujar Ara membuat Fiona langsung menatap tajam pria yang duduk di hadapan dengan tenang seakan Ara hanya orang biasa yang dengan mudah di luluh kan, melihat itu membuat Fio ingin menjitak kepala, kepala? ia kepala apa pun itu menyebalkan.
"Semua salah paham grandma, tidak seperti apa yang grandma lihat " ucap Fio berusaha menjelaskan, sedangkan Ara masih diam mendengar penjelasan dari sang cucu.
"Lalu seperti apa yang benar? " tanya Ara membuat Fiona bingung sampai kapan pun posisi mereka tetap salah dan mengatakan jika mereka memiliki hubungan spesial atau lainnya.
Sedangkan Zack masih diam mendengar apa yang di katakan wanita, bukan dia tidak ingin menjelaskan tapi dia ingin melihat cucu dan nenek yang menjelaskan mana mungkin dia memotong pembicaraan itu, dan lagi Zack mendapat kebenaran jika wanita paruh baya di hadapan bukan wanita sembarangan yang dengan mudah menerima penjelasan.
"Begini grandma " Fio menceritakan semua yang terjadi tanpa terlewat sedikitpun dan Ara masih diam mendengar semua penjelasan dari sang cucu membuat Fio sekali-kali melirik ke arah pria yang datar tanpa Ekspresi tanpa berniat menjelaskan semua yang terjadi, dasar pria menyebalkan.
"Dan anda tuan " ucap Ara setelah mendengar penjelasan dari sang cucu, Zack yang diam bahkan sampai terkejut saat dirinya di sebuah. Dan saat itu Fio langsung menjulurkan lidah seakan mengatakan kena kau Zack yang melihat itu memperbaiki duduk sebelum menjelaskan semua nya.
"Maaf nyonya jika saya lancang semua ini saya yang salah- " belum selesai Zack bicara sudah di potong oleh seseorang membuat Zack menghentikan ucapannya.
"Sudah Fio bilang jika dia yang salah grandma " potong Fio yang langsung mendapat tatapan tajam, membuat nyali Fio menciut dan semua itu tidak lepas dari pandangan Zack walau menyebalkan ternyata wanitanya sangat takut akan keluarganya.
"Mom and dad tidak pernah mengajarkan Fio memotong ucapan seseorang, come on darling di mana Fiona yang kami kenal " ujar Ara membuat Fiona langsung menunduk, bukan apa dia juga menyadari perubahan dirinya yang berbeda seperti menjauh dari keluarga dan saudaranya hal itu terjadi saat dia harus kehilangan cinta ketiga, setelah dan dan keluarganya.
Zack yang di sana merasa tidak enak karena membuat kekacauan tanpa dia sengaja, berminat untuk istirahat karena tidak ingin mengganggu wanita bekerja sebelum mengajak ke suatu tempat tapi siapa sangka jika menjadi seperti ini.
"Maaf Fio tidak akan mengulangi lagi " ucap Fio membuat Ara menghembuskan nafas panjang, bukan maksud dia ingin membuat cucu bersedih dan malu di hadapan pria di hadapannya tapi sekarang di sini Fio menjadi tanggung jawab dari saat mom jauh maka Ara dan Devan lah yang bertanggung jawab memastikan jika sang cucu tetap pada pengawasan dan tidak hanya Fiona semua orang di ajarkan untuk menghargai seseorang yang sedang bicara.
"Kemarin lah " ucap Ara merentangkan kedua tangan untuk memeluk sang cucu yang sedang tidak baik-baik saja, Fio yang melihat itu langsung mendekat dan masuk dalam pelukan hangat yang selalu di berikan oleh sang grandma yang selalu ada untuk nya.
"Kembalilah seperti Fiona yang dulu, kami merindukan nya " bisik Ara pelan membuat tangis Fio semakin deras, ternyata dia sudah membuat keluarga khawatir akan perubahan yang sekarang.
Setelah memastikan Fio kembali normal Fio langsung kembali di tempat duduk semua dengan pandangan ke arah bawah tidak ingin bekas air mata terlihat dan bisa saja Zack mentertawakan dirinya.
"Lanjutkan " ucap Ara yang ingin mendengar pengakuan dari pria di hadapannya.
"Seperti yang Fio kata-kata sebelumnya jika memang saya yang salah sudah lancang masuk di ruang istirahat Fio karna kesal Fio memukul tubuh saya dengan membabi-buta karna susah menenangkan itu sebabnya saya menarik guling membuat Fio terjatuh " jelas Zack, bukan penjelasan yang membuat Ara kagum tapi rendah hati mau mengakui kesalahan membuat Ara memberi nilai plus karna tanpa di jelaskan oleh nya dia sudah percaya pada sang cucu tanpa terkecuali menyalahkan orang lain, sebegitu kesal Fio membuat dia menyalahkan pria yang dia benci mengirim bunga.
"Terima kasih sudah mengakui semuanya tapi kau harus mampu meruntuhkan tembok yang kokoh jika kau memang ingin serius "
Selagi menunggu update terbaru otor jangan lupa untuk mampir di karya temen otor yang kece badai dan di jamin sangat seru 💞