
"Kau pasti mendengar semua nya, betapa kami sangat menyayangi putri kami, jika kau ingin serius datang lah bawa kedua orang tua mu, aku tahu kau anak yang baik buktinya kau membela putri ku saat dia menghina putri ku " ucap Aqeela, Zack di seberang sana yang mendengar itu langsung diam tidak tahu harus bagaimana, tentu saja dia ingin serius tapi bagaimana meruntuhkan tembok yang di bangun oleh Fiona, semua itu sangat kokoh Zack baru meretakkan belum menghancurkan .
"Ini ponsel mu sayang " ucap Aqeela, menyerahkan ponsel Fiona dan kembali pada posisi nya.
"Emm hello " jawab Fiona, memang wanita Bar-bar tidak ada ja'im jadi cewek, dengan santainya dia jawab telepon dari calon suami seperti itu, Fiona memang tidak ada lawan.
"Hello honey, keluar lah " jawab Zack membuat Fiona mengerut kening bingung, keluar kemana pikir nya dan ini juga sudah malam dia malas untuk keluar, besok saja dia akan ajak mommy nya main.
"Untuk apa, sudah lah aku sibuk " jawab Fiona langsung memutuskan sambungan telpon secara sepihak padahal Zack belum selesai bicara di sebrang sana, membuat semua orang yang melihat itu melongo, Fiona memang tidak bisa di kalahkan bagaimana bisa dia mengatakan sibuk sedang sekarang dia sibuk mengunyah makanan ringan yang dia bawa dari dapur.
"Astaga putri ku " ucap Aqeela tidak habis pikir.
"Aku harap pria itu masih bertahan setelah uang nya habis " ucap Werren.
Sedangkan para saudara nya hanya menggeleng, ratu mereka memang tidak bisa di kalahkan luar biasa, keren.
Tapi yang di tatap malah mengangkat bahu acuh tidak peduli dengan seseorang di sebrang sana, yang penting dia tidak pusing, dan kenyang, yang jajan banyak sudah lengkap dunia miliknya.
Saat mereka asik menonton televisi tiba-tiba telpon rumah berdering, maid yang mendengar itu langsung menjawab telpon dari seseorang dan tidak lama dia menghampiri majikan mereka.
"Maaf tuan, nyonya di depan ada tamu yang ingin bertemu " ucap Maid, Werren langsung menatap maid bingung tapi langsung meminta telpon tersebut berbicara sebentar setelah mengizinkan tamu mereka masuk.
Sedangkan Zack yang berada di tepi jalan depan gerbang yang menjulang tinggi, melongo saat telpon di putuskan secara sepihak oleh wanitanya, okey fine ini Zack jika Fiona mengabaikan dirinya, maka dia akan bersikap nekat sudah saatnya Zack menunjukkan diri pada anggota keluarga Fiona. Sudah cukup Zack bersabar dia tidak ingin membuat mommy sedih saat melihat masih sendiri.
Zack langsung menjalankan mobil menuju gerbang tinggi yang di jaga di setiap sisi, membuat Zack yakin jika keluarga Fiona bukan orang biasa, saat mobil Zack mendapat saat itu penjaga yang menjaga gerbang langsung menghampiri mobil dan Zack langsung dengan sigap menurunkan kaca mobil untuk mempermudah mereka berbicara.
"Selamat malam tuan, bisa kami bantu " ucap rapi bertubuh kekar, Zack fokus pada jas yang mereka gunakan dan oke fix tidak salah lagi, penjaga yang menghampiri juga menggunakan jas hitam bermerk kualitas terbaik yang membuktikan jika Fiona bukan orang biasa.
"Selamat malam, saya ingin bertemu dengan Fiona " ujar Zack, membuat pria yang bertanya padanya langsung memberi kode untuk memastikan dan mengizinkan tamu mereka masuk pada majikan mereka.
Setelah selesai berbicara pada seseorang di sebrang telpon, dia membisikkan sesuatu pada pria yang menyapa Zack, entah apa yang mereka katakan karna sangat pelan menyulitkan Zack untuk mendengar pembicaraan mereka.
"Maaf tuan boleh saya meminta kartu indentitas anda" pinta penjaga, Zack yang paham langsung mengambil kartu indentitas dan dia berikan pada penjaga.
"Buka gerbang nya " perintahnya. Ia benar mereka menahan kartu indentitas Zack selama memasuki kawasan mansion utama raja Eropa.
Ting Tong
Berhubung hari ini hari kelahiran otor jadi otor tambah update lagi semoga suka 🥰