
"Aku ingin membuktikan sesuatu " jawab Fiona membuat Naira langsung mengalihkan perhatian dan menatap Fiona meminta penjelasan dari jawaban yang dia berikan beberapa saat lalu, apa yang ingin di bukit Fiona kali ini?
Fiona yang paham dengan apa yang ingin di tuntut Naira kali ini, langsung menuju mobil dan duduk di bagian depan yang di ikuti oleh Naira.
"Kau pasti tahu apa yang aku maksud, hati seseorang yang telah terluka tidak bisa semudah itu percaya dengan pria lain, biar bagaimanapun wanita itu berusaha melupakan masa lalu kelam pasti akan seperti kaset rusak saat tiba-tiba seorang pria datang dan melamar mu " jelas Fiona, Naira yang mendengar itu langsung mengusap bahu Fiona walau dia tidak merasakan apa yang Fiona rasakan tapi dia juga seorang wanita sedikit banyak pasti Naira tahu, sakit memang bukan berarti tidak ikhlas tapi luka yang di tancapkan terlalu dalam apa lagi Fiona menyukai sejak sekolah menengah atas rasa itu pasti sangat dalam perlu waktu untuk semua kembali seperti sediakala.
"Kau kuat, semua tidak akan terjawab dengan kau menghindar " jawab Naira membuat Fiona curiga, ada sesuatu yang terselubung dari ucapan Naira kali ini, dia tidak ingin menyuruh pulang dan bertanya bukan? oh tidak itu bukan ide yang baik tapi jika Fiona kembali dan tanpa sengaja bertemu menanyakan langsung itu tidak buruk asal jangan Fiona yang menemui langsung seakan dia wani yang masih mengharapkan cinta laki-laki itu, tidak bukan cinta yang ingin Fiona harapkan tapi penjelasan dari semua nya.
"Apa kau ingin bertemu dengan kakak ku itu sebabnya kau menyuruhku pulang " ucap Fiona, yang langsung di anggukan kepala oleh Naira ayolah dia bukan wanita tidak punya malu jadi tidak perlu dia tutupi semua sudah terlihat jelas, saat dia masih kecil bukan berarti dia tidak menyukai Felix yang Dian tapi sangat cool menurutnya.
"Jangan bilang kau masih menyukai kak ku " tebak Fiona lagi dan lagi Naira mengangguk kepala, tidak perlu di tutup sudah lah dia tidak ingin kehilangan kesempatan lagi bukan kah seru sahabat menjadi adik ipar dan suaminya, ah menyenangkan bukan? iya dong apa lagi dia istri nya yang cantik jelita sejagat raya ini.
Fiona langsung melongo yang benar saja selama itu, jadi dari kecil bukan hanya bercanda Naira sungguh-sungguh dengan ucapannya.
Naira juga tidak tahu bagaimana dia bisa menyukai satu pria selama ini, bukan dia tidak laku atau tidak ada pria yang ingin memiliki nya tapi hati Naira tetap pada cinta masa kecil yang sampai saat ini masih sendiri, karna Naira yakin cinta mereka sangat tanpa ada hubungan apa lagi saling komunikasi satu sama lain. Melihat sahabat nya saja Naira sudah senang seakan melihat belahan jiwa nya katakan saja lebay tapi ini lah Naira.
"Aku akan mengatur jadwal ku dan kita kembali ke Eropa " jawab Fiona mendengar itu tentu saja Naira bahagia setidaknya penantian yang panjang tiba juga.
Dan kebetulan Naira memiliki jadwal pemotretan di Eropa jadi tidak ada salah nya setelah beberapa di Jerman Naira akan kembali di kediaman Jerman bertamu mom and dad dan adik nya. Ah dia merindukan adik nya yang juga pasti merindukan nya pede sekali Naira padahal belum tentu adik nya merindukan Kaka perempuan yang memilih menjelajah tidak menetap di kediaman demi karir yang cemerlang.
"Ah kau baik sekali sih " jawab Naira malu, Fiona yang melihat itu hanya mencibir padahal jika ingin bisa langsung datang di kediaman mom and dad pasti dengan senang menerima kedatangan Naira tapi mungkin tidak ada alasan biar Naira menginap atau apa Fiona memaklumi itu.
Selagi menunggu update terbaru otor jangan lupa untuk mampir di karya temen otor yang kece badai dan di jamin sangat seru 💞