
"Terima kasih sudah mengakui semuanya tapi kau harus mampu meruntuhkan tembok yang kokoh jika kau memang ingin serius " ucap Ara membuat Zack mengangguk memang dia akui dinding yang di bangun oleh Fio sangat kokoh harus memerlukan tenaga yang extra untuk meruntuhkan dinding tersebut.
Ara bisa melihat keseriusan pada pria di hadapannya dan merasa bersyukur saat pria yang di cinta pergi tanpa memberi alasan sekarang tuhan mendatangkan pria yang tulus dan mau berjuang untuk mendapatkan cucunya.
"Jangan lukai dia atau aku akan memberi hadiah yang tidak akan kau lupakan " ucap Ara, bukan hanya sekadar ucapan tapi peringatan pada nya yang bisa Zack pahami jika Fio adalah kesayangan mereka berani menyentuh maka siap-siap jari mu akan hilang.
"Grandma pergi, jangan sampai ada laporan lagi membuat grandma harus datang " ucap Ara langsung bangun dari duduknya, meninggalkan dua sejoli yang seperti kucing dan tikus di sana, padahal Ara ingin mengunjungi markas tapi siapa sangka dia mendapat kabar jika seorang datang memaksa masuk di ruangan Fiona, siapa yang melapor tentu saja Tia asisten Fiona.
Flashback on
Di saat Ara sedang di perjalanan menuju markas tiba-tiba ponsel Ara berdering dengan nama Tia asisten Fiona bingung kenapa dia menghubungi dari pada Ara bertanya-tanya pada dirinya tanpa jawaban Ara langsung menekan tombol hijau.
"Hello " jawab Ara orang di sebrang sana.
"Maaf nyonya menganggu saya ingin mengatakan jika rekan kerja nona muda datang dengan sedikit memaksa " ujar Tia di sebrang sana, sudah bisa di tebak dan pastikan jika yang datang pria yang sana yang mengirim bodyguard untuk mengawasinya sang cucu.
"Baiklah terima kasih " jawab Ara sebelum memutuskan sambungan telpon, setelah itu Ara langsung putra baik menuju kantor Fio berada karna jalan senggang dan bakat pembalap sudah menjadi darah daging hanya 10 menit Ara sudah sampai dengan selamat di kantor Fiona dan tanpa pikir panjang Ara langsung masuk dan staf lain yang melihat Ara masuk langsung menunduk saat Tia ingin ikut sekali mengantar Ara langsung memberi kode.
"Lanjutkan pekerjaan mu biar saya sendiri " ujar Ara langsung menuju ruangan Fio.
Ceklek ...
"Ehmm " deheman Ara menghentikan adegan tatap muka yang langsung mereka sadari terutama Fio yang langsung bangun dan memperbaiki posisi nya dan saat itu Ara langsung menuju sofa meninggalkan dua sejoli yang sedang di mabuk cinta mungkin.
Flashback off
Sekarang tinggal Zack dan Fiona yang masih berada di sana mereka saling diam tanpa membuka suara sampai akhir Zack tidak tahan dengan kesunyian yang membuat mereka canggung.
"Maaf " ucap Zack membuat Fiona langsung menatap Zack saat membuka suara memecahkan kesunyian di antara mereka, Fio menunggu kelanjutan yang ingin di ucapkan oleh Zack.
"Aku tidak akan mundur dan benar aku harus meruntuhkan tembok yang kokoh saat ini " lanjut Zack, Fio yang mendengar itu langsung menghembuskan nafas pasrah dia akui jika kegigihan pria di hadapannya tidak bisa di ragukan tapi kita lihat sejauh mana dia akan bertahan.
Untuk sekarang Fio tidak ingin berjuang dan berusaha membuka hati dia akan ikuti bagaimana takdir yang di tuliskan untuk nya karna berharap pada manusia hanya akan membuat dia kecewa dan kali ini Fio serahkan pada sang pencipta dan dia yakin karna itu yang terbaik. Terluka tapi tidak berdarah memang sulit untuk sembuh tapi mulai saat ini Fio akan berdamai dengan diri terutama hati dia Iklas kan semua yang terjadi padanya.
"Aku tidak memaksa terserah diri mu " jawab Fiona langsung bangun dari duduknya menuju meja kerja melanjutkan pekerjaan lain membiarkan Zack di sana sampai bosan dan pasti akan pergi.
Selagi menunggu update terbaru otor jangan lupa untuk mampir di karya temen otor yang kece badai dan di jamin sangat seru 💞