FIONA

FIONA
Bab 36



Setelah selesai mengagumi keindahan kamar akhirnya Fiona dan Naira istirahat sebentar sebelum makan malam nanti, dan Aqeela yang menemani dia putri tidur dengan tenang dan saat sudah memastikan dua putra tidur dengan nyenyak dan nyaman akhirnya Aqeela keluar.


"Apa mereka sudah tidur mom " tanya Werren saat melihat sang istri keluar dari kamar dengan pergerakan sangat pelan.


Aqeela mengangguk dan langsung menuju kamar untuk istirahat sebelum makan malam berlangsung, yang di ikuti oleh Werren di belakang.


"Apa Naira baik-baik saja? " tanya Werren karna berubah wajah Naira sangat terlihat saat mendengar jawaban Felix tadi, Werren juga tidak habis pikir bagaimana jalan pikir putra itu, apa hanya ada kerja bisnis uang tanpa berniat untuk mencari pendamping begitu? oh kepala Werren tiba-tiba bisa pening jika begini.


"Dia sedikit pendiam, biarkan saja putra kita itu biarkan dia kehilangan baru tahu rasa " jawab Aqeela yang sudah mulai geram dengan tingkah laku sang putra satu ini.


Werren juga tidak akan membela sang putra yang tidak peka dengan perasaan wanita, dan mereka tidak ingin memaksa biarkan semua terjadi terjadi seperti semestinya.


***


Sedangkan Felix yang berada balkon kamar dengan laptop di hadapannya berniat untuk melanjutkan pekerjaan tapi pikiran selalu mengingat ucapan dad dan adiknya, itu yang membuat dia tidak bisa melanjutkan pekerjaan sampai Felix menutup kembali laptop nya.


"Apa aku mencintai? tapi bagaimana rasa cinta itu " ah Felix langsung meremas rambut sendiri yang tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan sendiri, membuat Felix semakin pening.


Tidak pernah merasakan cinta membuat Felix pusing bagaimana rasanya, jangankan untuk pacaran Felix selalu sibuk dengan pekerjaan sampai tidak ada waktu untuk mencari wanita di luar sana, tanpa dia cari banyak wanita yang datang tapi hanya untuk harta no Felix tidak ingin wanita seperti itu, harta dan rupa bisa kapan saja hilang tapi rasa cinta dan kasih sayang seseorang yang tulus tidak akan pudar walaupun semua yang kita punya hilang.


Sibuk dengan lamunan sampai tidak menyadari seseorang yang masuk dalam kamar nya dan mengejutkan Felix saat tiba-tiba dia duduk di kursi yang kosong.


"Fio " ujar Felix langsung melihat ke belakang siapa tahu ada orang lain tadi Felix tidak menemukan siapa pun yang otomatis hanya Fiona sendiri ke kamar kali ini.


Fiona tersenyum saat Felix melihat ke arah belakang mencari sesuatu tapi yang di cari tidak kunjung menunjukkan diri mereka, itu sebabnya Felix langsung menghembus nafas pasrah.


"Naira sedang tidur, besok dia ada foto shoot jadi harus istirahat cukup " ujar Fiona langsung memejamkan mata menikmati keindahan di kediaman kedua orang tua yang sudah lama dia tinggalkan.


"Kak tidak mencari Naira kok " elak Felix membuat Fiona yang memejamkan mata langsung membuka kembali mata nya, menatap sinis sang kembaran satu ini dengan pandangan mencemooh.


"Benarkah? " tanya Fiona.


"Tentu saja, kenapa? " tanya Felix.


"Kaka wanita akan pergi jika tidak di hargai, dan begitu pun Naira dia akan mencari pria yang mencintai dengan tulus, ia Naira memang barbar seperti Fiona tapi dia juga punya hati seperti Fiona, ingat hati yang terluka tidak akan bisa terobati hanya dengan kata maaf jadi berpikir sebelum terlambat " ujar Fiona langsung keluar meninggalkan sang Kaka seorang diri dan menyusul sang bestie yang masih jadi kebo, sedangkan Fiona harus terbangun saat merasa tenggorokan kering, tapi saat ingin pergi tanpa sengaja Fiona melihat seseorang di balkon kamar itu sebabnya Fiona masuk dan duduk di samping Felix.


Selagi menunggu update terbaru otor jangan lupa untuk mampir di karya temen otor yang kece badai dan di jamin sangat seru 💞