FIONA

FIONA
Bab 40



Pelan-pelan matahari sudah mulai memperlihatkan dirinya, membuat seorang wanita yang sudah siap dengan dress simpel tapi sangat pas di tubuh dan tidak lupa dia memoles wajah dengan make up tipis untuk mempercantik dirinya.


"Selesai, " ucapnya, setelah merasa semua selesai dan cantik seperti biasa.


Fiona yang mulai terusik dengan sinar matahari yang masuk melalui celah gorden mulai membuka mata, dan saat Fiona melihat ke arah samping dia melihat jika seorang wanita yang sudah cantik pagi-pagi begini.


"Pagi " sapa Naira dengan senyum yang membuat siapa saja terpesona dengan kecantikan Naira, tapi tidak dengan Fiona karna di mansion ini tetap dia yang cantik jadi saat Naira senyum mempesona sekali pun dia tetap biasa saja.


"Pagi, aku mandi dulu " ucap Fiona langsung bangun dari tidur, dengan langkah sempoyongan Fiona menuju kamar mandi.


Naira yang melihat itu hanya menggeleng, jika Fiona tidak ada kegiatan maka dia akan menjadi kebo dan begitu pun dengan Naira tapi sekarang Naira harus berangkat pagi menuju tempat foto shoot itu sebabnya dia siap-siap sepagi ini.


Hanya memerlukan waktu 20 menit, waktu tercepat Fiona menyelesaikan mandi dan sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya, dan langsung menuju ruang ganti.


Sedangkan Naira sudah sibuk dengan ponsel genggam di tangan, sibuk dengan kegiatan sendiri sampai tidak menyadari jika Fiona sudah menyelesaikan semua nya.


"Ehm,,,ayo kita turun " ucap Fiona, Naira yang mendengar itu langsung menyimpan kembali ponsel di tas jinjing yang dia bawa sebelum turun ke lantai bawah.


Dan benar saja saat mereka menuruni anak tangga anggota keluarga sudah menunggu kedatangan mereka, dan siap di kursi masing-masing untuk sarapan bersama.


"Kaka lama sekali " protes Willy.


"Sorry Kaka ketiduran " jawab Fiona cengengesan.


"Pagi aunty, uncle " sapa Naira di


"Pagi sayang " jawab mereka.


"Ayo kita sarapan, nanti kamu terlambat " ucap Aqeela yang di benarkan oleh semua orang, karna jadwal foto shoot Naira pagi-pagi sekali.


Sarapan pagi berjalan dengan hikmat dengan Naira dan Felix yang duduk berdampingan, tidak ada yang membuka suara mereka sibuk dengan makanan masing-masing membuat para adik nya, saling menatap dan mengangguk.


"Sayang apa yang terjadi? "


"Fiona apa yang terjadi? "


"Kaka ada apa? "


"Kaka kau jangan mati dulu"


Dari sekian banyak pertanyaan hanya William yang kejam, bagaimana bisa dia mengatakan mati padahal dia hanya sakit perut saja, awas saja Fiona akan memberi pelajaran nanti.


Plakkk


"Dasar anak tengik kau ingin mendoakan putri mommy pergi " ucap Aqeela kesal dan tidak lupa menepuk kening putra nya itu.


"Sayang,ayo panggilan dokter " panik Aqeela, dan tidak lupa dua W dengan sigap membantu Fiona menuju kamar tamu, sedangkan Werren langsung menghubungi dokter keluarga untuk datang di kediaman mereka. Untung saja mereka sudah menyelesaikan sarapan.


"Felix antar putri mommy, sayang kasih tahu mommy jika putra mommy membuat mu kesal, by " setelah menyelesaikan ucapan Aqeela langsung pergi meninggalkan Felix dan Naira berdua di meja makan.


Mereka hanya diam tidak sempat untuk menjawab karna Aqeela sudah langsung pergi meninggalkan mereka berdua di sana.


"Biar aku pergi sendiri " ucap Naira, karna tidak mungkin dia hanya diam di sana tanpa ada kegiatan dia harus segara ke tempat foto shoot bukan.


"Biar aku antar " ucap Felix langsung bangun dari duduknya, dan tidak lupa membawa tas kerja biar Felix sekalian pergi ke kantor.


Naira hanya diam, dan mengekor di belakang Felix dan dia akan pamit dan ucapan terima kasih pada mom Aqeela atas tumpangan kali ini.


Selagi menunggu update terbaru otor jangan lupa untuk mampir di karya temen otor yang kece badai dan di jamin sangat seru 💞