FIONA

FIONA
Bab 46



Kembali Fiona di kediaman kedua orang tuanya, wajah yang tidak lepas dengan senyum dengan kertas-kertas di tangan yang dia kipas-kipas membuat seorang wanita paruh baya yang sedang membaca majalah langsung menghentikan kegiatan saat melihat kedatangan putri nya.


"Sepertinya kau mendapatkan bongkahan berlian sayang " ucap Aqeela membuat Fiona langsung menuju ke arah Aqeela dengan senyum yang tidak pudar dan tidak lupa dia menunjukkan berkas kepemilikan mall atas namanya membuat Aqeela menatap dengan penuh tanda tangan.


"Mommy tenang, Fiona tidak merampok dan ini hadiah, bukan bukan ini em,,, apa ya pokoknya ini hari keberuntungan Fiona " ujar Fiona dengan senyum manis nya.


"Siapa pria itu? " tanya Aqeela membuat Fiona mengubah ekspresi wajah, ah mommy nya memang diam-diam menghanyutkan.


"Calon mantu kita mom " jawab seorang pria membuat Fiona tambah cemberut, siapa lagi jika bukan Werren yang datang.


"Wow,, ternyata pulang langsung bawa calon mantu, undang dia biar mom tahu laki-laki seperti apa yang sudah putri mommy palak " ujar Aqeela, Werren yang penasaran dengan kertas di tangan putri langsung dia rebut membuat Fiona yang tidak siap langsung melepaskan pegangannya Dati pada koyak bisa berabe.


"Oh my God, lihat putri kita beli mall, dan tunggu kartu yang Daddy berikan tidak berkurang jangan bilang ini dari pria itu " tebak Werren, tanpa malu dan bangga Fiona mengangguk dan langsung mengutak-atik ponsel untuk melihat saldo rekening yang dia miliki, membuat kedua orang tuanya melongo.


"4, 5, 6 digit " ucap Aqeela.


"Fiona mau santai saja, Fiona malas kerja uang Fiona banyak " ucap Fiona sambil memejamkan mata, memikirkan bagaimana cara menghabiskan uang yang dia miliki dan habis itu akan dia minta lagi pada pria jelek itu, lumayan kan lepas pria kere dapat pria saldo berjalan, ah keren juga nanti dia panggil saldo berjalan saja Fiona membatin.


Plakkk


"Enak saja, seberapa banyak uang mu tetap sebagai milik orang yang membutuhkan " ucap seseorang pria yang entah kenapa hari ini semua orang pulang lebih awal dari perkiraan Fiona.


"Auuuuuu " pekik Fiona.


"Mommy, Daddy lihat Kaka, Fiona hanya bercanda Fiona tidak mau berteman dengan Kaka lagi " Rajuk Fiona.


Dan kini giliran Felix yang mendapat lemparan bantal sofa, putri mereka tidak boleh merajuk nanti tidak ingin pulang lagi dan mereka akan merindukan putri satu-satunya ini.


"Auuuuuu, mommy, ya ampun wajah ku " ucap Felix.


"Biar jelek, pria kenebo " ejek Fiona.


"Sudah-sudah, dad lapar lebih baik kita makan saja " ujar Werren menyudahi drama.


"Mommy, putra mommy yang tampan sedunia datang " teriak William membuat mereka langsung menutup telinga masing-masing. Oh ternyata di kediaman Werren ada orang hutan yang berteriak-teriak.


"Mom sejak kapan menampung orang hutan di sini " ejek Fiona membuat kedua adiknya kesal.


"Nanti Kaka kasih jajan, hari ini KaK lagi kaya " jawab Fiona berjalan menuju dapur.


"Awas saja Kaka bohong, akan Willy hancurkan kamar kak " ancam Willy, Fiona hanya mengacungkan jempol saja toh hanya uang saldo berjalan kan ada, habis tinggal minta gampang kan, wkwkwk.


***


Sedangkan seorang pria yang berada di kamar hotel menatap ke arah luar, karna bosan Werren langsung menghubungi seseorang, panggilan pertama tidak ada yang menjawab sampai panggilan ke 3 terdengar suara seseorang di sebrang sana.


"Hello " jawab seorang wanita. Tunggu Zack tidak mengenal suara ini, saat Zack ingin membuka suara terdengar suara wanita nya, ia jelas Zack mengenai suara wanitanya walau dari kejauhan.


"Mommy siapa? " tanya Fiona yang datang dengan nampan berisi cemilan dan minuman untuk mereka nikmati.


"Calon mantu mommy mungkin, benarkah anak muda? " ucap Aqeela membuat Zack diam.


"Ha- " mendengar itu Fiona langsung dengan cepat menyimpan nampan di atas meja, berniat untuk merebut ponsel nya tapi Aqeela dengan cepat berlindung di barisan para pria membuat Fiona kesusahan.


"Mommy kembali ponsel Fiona " rengek Fiona.


"Selamat malam nyonya " sapa Zack.


"Selamat malam anak muda " jawab Aqeela masih bersembunyi di belakang barisan putra nya.


"Calon Kaka ipar datang lah di kediaman kami, jangan sampai menyakiti hati ratu kami kalau tidak mau di tembak " teriak William.


"Benar calon adik ipar, Fiona kalau marah bisa hancur dunia ini " kali ini Felix yang membuka suara.


"Dan jangan lupa bawa kartu black card lagi ya kaka ipar, Kaka Fiona cuma beri sedikit " terik William.


Werren yang mendengar itu sudah ingin cebur ke laut, apa para keturunan kekurangan uang jajan? sampai minta pada orang lain.


"hehe,,, canda dad " ucap William.


"Kau pasti mendengar semua nya, betapa kami sangat menyayangi putri kami, jika kau ingin serius datang lah bawa kedua orang tua mu, aku tahu kau anak yang baik buktinya kau membela putri ku saat dia menghina putri ku "


Hi kesayangan otor 😍 berhubung hari ini adalah hari bertambah dan berkurang umur otor, semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi, sehat selalu kesayangan otor πŸ™πŸ˜