
Suasana di kediaman Werren sangat bewarna setelah kedatangan putri mereka, tidak hanya itu di meja makan juga sudah banyak makanan yang tertata rapi dengan menu yang spesial, tidak cukup sampai di situ seorang wanita paruh baya masih sibuk berkutat dengan bahan makanan.
"Sore aunty " sapa seorang wanita cantik yang baru saja bangun tidur siang dan sudah cantik dengan pakaian santai nya. Mendengar itu Aqeela yang sibuk langsung menghentikan kegiatan nya.
"Sore sayang, kau menginginkan sesuatu sayang? " tanya Aqeela langsung mencuci tangan terlebih dahulu.
"Tidak aunty, Naira bantu apa ini aunty " ucap Naira setelah mendekati Aqeela yang sibuk berkutat dengan bahan makanan.
"Tidak perlu sayang nanti tangan mu lecet, duduk saja di sana ini sudah hampir selesai, " ujar Aqeela membuat Naira meringis bagaimana bisa Aqeela takut tangan lecet cuma karna membantu dia masak.
"Baiklah, tapi apa Naira ingin buat puding boleh aunty? " tanya Naira saat melihat aneka puding yang berada di atas meja dapur membuat dia jadi ingin mengeksekusi puding tersebut menjadi makanan penutup yang segar.
"Jika tidak merepotkan silahkan, biar di bantu bibik " jawab Aqeela. Naira langsung menjalankan aksinya untuk membuat puding yang dia inginkan dan tidak lupa di bantu oleh maid.
Jika Naira dan Aqeela sibuk berkutat di dapur berbeda dengan wanita cantik yang baru membuka mata dan saat meraba ke arah samping kosong dan kasur yang sudah keadaan dingin pertanda sudah begitu lama dia pergi.
"Ke mana dia" ujar Fiona sambil menormalkan kesadaran dan setelah merasa kembali normal Fiona langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. sebelum turun ke lantai bawah.
Dan saat Fiona sedang berada di kamar mandi ponsel yang berada di atas nakas berdering, tapi Fiona tidak mendengar itu sampai panggilan yang entah untuk kesekian kalinya.
Sedangkan pria di ujung sana yang sudah berada di negara Eropa langsung cek in hotel sebelum menemui wanita matrek nya itu, dia harus segar untuk menghadapi semua tingkah di luar nalar manusia yang Fiona lakukan.
"Apa yang wanita ku lakukan di sana " ujar Zack langsung mengotak-atik ponsel dengan masih menggunakan handuk yang masih melilit di pinggang nya, membiarkan dada terekspos begitu saja.
"Kenapa dia tidak menjawab " ujar Zack saat panggilan tidak di jawab oleh wanita matrek di sebrang sana, tidak menyerah Zack terus memanggil wanita sampai panggilan yang ke sekian kalinya di jawab oleh seseorang di sebrang sana.
"Hello " jawab seorang wanita di sebrang sana membuat Zack langsung diam, saat mendengar suara seseorang di sebrang sana tunggu, ini bukan suara wanita nya tapi siapa?.
"Hello apa ada orang di sana, Fiona sedang di kamar mandi apa ada pesan yang harus aku sampaikan? " tanya seorang wanita di seberang sana membuat Zack paham jika wanita tidak ada itu sebabnya dia tidak menjawab dan wanita ini yang menjawab.
"Hello, ah tidak ada nanti akan ku telpon balik, selamat sore, " ucap Zack sebelum memutuskan sambungan telpon dan setelah mendengar jawaban seseorang di sebrang sana Zack langsung bernafas lega jika bukan orang aneh, siapa tahu ponsel tertinggal atau apa ternyata dia sedang mandi.
Jadi Zack memutuskan untuk nanti akan dia hubungi lagi, lebih baik dia istirahat saja sebelum menerima kemarahan wanita yang menganggap dia pria pengecut karna tidak muncul beberapa hari setelah melamar dadakan wanita matrek nya ini.
Selagi menunggu update terbaru otor jangan lupa untuk mampir di karya temen otor yang kece badai dan di jamin sangat seru 💞