
Hari ini Fiona akan mulai menjalankan misinya bersama dengan Jack dan Bella. Dimulai dari Jack yang akan mencari bukti di rumah sakit sedangkan Fiona di rumah mendiang kekasihnya. Semenjak kematian Dave, Fiona tidak pernah lagi berkunjung ke rumahnya. Ada rasa sakit yang terus membayanginya hingga dia sendiri yang memutuskan untuk tidak ke sana. Hanya saja dia tetap menyuruh pelayan untuk membersihkan lantai serta mengganti sprei saja.
Fiona belum seutuhnya sembuh dari rasa sakit kehilangan orang yang dicintainya. Bahkan bisa dibilang luka itu masih menganga dan belum juga kering. Entah dia sendiri tak mengerti sampai kapan dia akan seperti ini menikmati kekosongan dalam hidupnya.
Rencananya setelah pergi dari rumah pria itu Fiona akan berkunjung ke makamnya. Sudah satu Minggu ini dia tidak berkunjung ke makan Dave. Dia merindukan pria itu. Sangat merindukan.
Fiona pun bergegas menuju ke rumah Dave dengan mobil BMW 8 series coupe warna silver hadiah ulang tahunnya dari Dave. Hari ini dia ingin berkendara sendiri tanpa ditemani sang sopir. Dia hanya tidak ingin jika orang-orang disekitarnya merasa sedih karena sampai sekarang Fiona masih belum bisa menerima kepergian Dave.
Akhirnya Fiona pun tiba disebuah mansion dengan pintu gerbang warna hitam yang menjulang tinggi. Jika dilihat-lihat Dave adalah orang yang penuh perhitungan tapi kenapa hari itu dia bisa tewas mengenaskan.
Fiona masuk ke halaman mansion tersebut setelah para penjaga membuka pintu gerbang. Rumah ini sekarang hanya ditinggali oleh Jack serta pelayan dan beberapa pengawal sisanya berada di mansion Fiona karena alasan keselamatan wanita itu.
"Selamat datang nona?" Sapa para pelayan ketika Fiona menginjakkan kakinya di depan pintu masuk mansion tersebut.
"Ya terimakasih." Jawabnya dengan gugup. Entah kenapa rasanya dia masih saja tidak rela dengan kematian Dave. Dave adalah cintanya dan juga hidupnya. Dave selalu ada di setiap Fiona butuhkan meskipun itu pagi buta maupun larut malam jika Fiona sudah meminta sebisa mungkin Dave akan mengabulkannya.
Sebelum masuk Fiona terlebih dahulu mengatur nafasnya, rasa sesak tiba-tiba menghantam dadanya. Biasanya dia datang kesini untuk mengunjungi sang kekasih tapi sekarang setelah sang kekasih tiada Fiona tidak pernah lagi berkunjung ke sana.
"Jack apakah sudah ada perkembangan dari penyelidikanmu?" Tanya Fiona dia mulai menginjakkan kakinya masuk ke dalam mansion mewah tersebut.
"Maaf nona saya belum menemukan apapun. Saya sudah beberapa kali datang ke rumah sakit untuk mencari bukti-bukti kemungkinan yang terjadi tapi setiap saya ke sana baik dokter maupun perawat mereka tetap menjawab hal yang sama."
Fiona hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dia benar-benar merasa pusing akan hal ini. Kematian sang tunangan sungguh-sungguh misterius. Apa semua ini sudah direncanakan? Kalau memang sudah direncanakan tapi siapa yang merencanakan ini semua? Apa selama ini dia tidak tahu jika Dave memiliki musuh tapi laki-laki itu selalu bercerita jika sedang ada dalam masalah.
Fiona kembali berjalan ke kamar milik Dave sebelum itu dia terlebih dahulu meminta kunci pada salah satu maid disana. Setelah mendapatkan kunci tersebut dia segera masuk kedalam kamar yang dulu pernah juga dia masuki.
Masih sama tidak ada yang berbeda ataupun berubah meskipun sang pemilik kamar sudah tiada. Fiona menghirup dalam-dalam wangi parfum yang biasa Dave gunakan. Manis dan juga menenangkan.
Fiona mulai mencari-cari sesuatu yang mungkin akan dia gunakan sebagai bukti nantinya. Namun setelah sekian lama mencari tidak ada satupun hal yang dapat dia jadikan bukti. Sungguh melelahkan dan juga menjengkelkan.
TIDAK PERLU MENCARI APAPUN DISANA KARENA KAU TIDAK AKAN MENDAPATKAN APAPUN YANG KAU INGINKAN!
Seketika Fiona membelalakkan matanya membaca pesan tersebut. Siapa pengirim pesan itu? Dan darimana dia bisa tahu apa yang dilakukannya? Jangan-jangan ini adalah orang yang membunuh Dave-nya?
Seketika Fiona pun berencana untuk melakukan panggilan pada nomor tersebut namun sayang nomor itu sudah tidak aktif dan lebih anehnya lagi sekarang pesan itu juga sudah menghilang.
"Orang ini pasti sangat berbahaya, aku harus lebih hati-hati!" Gumamnya kemudian keluar dari kamar Dave untuk menemui Jack mungkin laki-laki tangan kanan tunangannya itu bisa membantu dirinya.
"Jack?"
"Jack?"
"Jack kau dimana?" Teriak Fiona dari ruang tengah bukannya dia tidak mau menemui Jack langsung dikamarnya hanya saja dia tidak enak sebab kamar merupakan privasi pemiliknya.
"Ya nona ada yang bisa saya bantu?"
"Tadi ada seseorang yang mengirimiku sebuah pesan lalu setelahnya aku menghubungi nomor tersebut namun nomor sudah tidak aktif dan lebih anehnya lagi pesan itu tiba-tiba saja hilang!"
"Maksud nona?" Tanya Jack yang masih belum mengerti.
"Jack tolong bantu aku untuk lacak nomor itu karena aku tahu pasti pengirim pesan tersebut memiliki andil dalam pembunuhan Dave!"
"Baik nona, perintah akan segera dilaksanakan. Anda bisa mengirim nomor tersebut ke ponsel saya!"
"I hope with that message I have a bright spot on who the killer is!" Gumam Fiona kemudian meninggalkan rumah mewah tersebut.