FIONA

FIONA
Kejanggalan



Satu bulan sudah Dave meninggalkannya. Dan satu bulan ini juga Fiona tidak pernah tersenyum. Sepertinya kepergian Dave sudah membawa kebahagiaan yang ada pada dirinya. Apalagi dengan alasan meninggal karena bunuh diri itu adalah sebuah hal yang mustahil.


Dave mencintainya dan Fiona mencintai Dave untuk apa pria itu bunuh diri. Bahkan mereka pun sudah merencanakan hal indah lalu kenapa Dave bunuh diri.


Fiona masih merasa ada kejanggalan tentang kematian Dave. Tapi dengan jelas dokter di rumah sakit mengatakan jika Dave meninggal karena gantung diri. Fiona sedikit merasa beruntung tidak melihat secara langsung bagaimana tubuh Dave menggantung dengan tali yang mengikat lehernya.


Kini semua perusahaan dan aset milik Dave sudah berganti nama menjadi milik Fiona semua tapi itu semua tidak juga membawa kebahagiaan untuknya. Tidak adanya Dave disisinya sama seperti tidak ada nyawa dalam hidupnya.


Sampai dering suara ponsel Fiona mengalihkan atensi wanita itu. Jack meneleponnya. Apakah ada sesuatu hal yang terjadi pada perusahaan Dave hingga sang asisten itu menghubunginya.


Ya meskipun semua aset dan perusahaan sudah atas nama Fiona tapi di perusahaan Dave, Fiona hanya datang sesekali jika ada hal penting yang mendesak seperti rapat dengan beberapa investor selebihnya dia menyerahkan semuanya pada Jack.


Jack pun sangat mengerti, mengurus dua perusahaan besar bukanlah hal yang mudah. Hingga meskipun Dave sudah tidak ada tapi dia akan berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga Fiona sama seperti dia menjaga Dave semasa hidupnya.


"Ada apa Jack?"


"Begini nona Fio besok ada peresmian real estate terbaru, apakah nona bisa datang?" Suara Jack menjawab diseberang telepon sana.


Fiona tampak masih berpikir, bagaimanapun juga sekarang dia adalah pimpinan dari perusahaan mendiang Dave. Jadi dia harus profesional datang sebagai pimpinan dan meninggalkan sisi egoisnya.


"Baiklah aku akan datang."


"Terimakasih nona Fio, besok saya akan menjemput nona di mansion."


"Ah ya Jack ada yang ingin aku bicarakan denganmu, bisakah kau datang ke perusaahaanku sekarang?"


"Bisa nona Fio, saya akan segera kesana."


Setelah itu Fiona segera mematikan ponselnya. Ada hal penting yang harus dia tanyakan pada Jack. Rasanya ada yang mengganjal di hatinya. Dia belum bisa menerima kepergian Dave begitu saja. Dia yakin ada sesuatu hal dibalik kematian Dave yang patut dipertanyakan.


Fiona pun menghela nafasnya, memikirkan Dave kembali seperti membuka luka yang masih menganga. Fiona tidak yakin setelah kepergian Dave dia mampu membuka hatinya kembali untuk pria.


Saat Fiona sedang melamun tiba-tiba saja pintunya diketuk oleh seseorang dari luar.


"Nona Fio ada tuan Jack ingin menemui anda!" Ucap Bella teman sekaligus sekertaris dari Fiona.


"Masuklah!"


Mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan kerja Fiona. Ruangan besar dengan desain mewah sesuai dengan tampilan Fiona.


"Bagaimana kabarmu Jack?" Tanya Fiona saat Jack sudah duduk di kursi depan begitu pula dengan Bella mengikuti jejak Jack duduk diseberang Fiona.


"Baik nona."


"Aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian berdua karena aku percaya kalian bisa membantuku!"


"Ya ini sangat menggangu pikiran dan juga jiwaku."


Mereka berdua mengernyit heran, apakah sebegitu pentingnya hingga mengganggu pikiran Fiona, apa hal itu berkaitan dengan Dave.


"Apakah kalian pernah berpikir tentang kejanggalan kematian Dave aku merasa ada sesuatu dibalik ini semua?" Ucap Fiona kemudian menatap kedua secara bergantian.


Bella adalah sahabat semasa dia bersekolah di sekolah menengah atas. Dia sudah tahu bagaimana sikap dan sifat Fiona. Mereka tidak pernah menyembunyikan sesuatu apapun satu sama lain. Bisa dikatakan jika mereka adalah saudara bukan sahabat lagi karena kedekatan mereka.


"Aku tidak mengerti apa yang kau maksud Fio?" Tanya Bella yang memang tidak mengerti kemana arah pembicaraan ini sedangkan Jack hanya menyimak.


"Apa kalian pernah berpikir jika Dave akan mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. Bukankah kalian tahu bagaimana kuatnya Dave dalam menghadapi segala masalahnya?"


"Jadi nona Fio?" Tanya Jack dia mulai mengerti kemana arah pembicaraan ini.


"Aku merasa ada kejanggalan dalam kematian Dave. Aku yakin jika dia tidak bunuh diri melainkan dibunuh." Ucapnya matanya memancarkan kesakitan serta kekosongan secara bergantian.


"Kita mempunyai satu pemikiran yang sama nona. Saya juga pernah berpikir seperti itu tapi dokter menyatakan jika tuan tidak mengalami kekerasan fisik dan itu murni bunuh diri." Jack pun mengutarakan pemikirannya juga. Dia sempat memikirkan hal itu namun dia masih merasa ragu.


"Tapi Fio kau tahu sendiri bukan jika Dave adalah orang baik, mana mungkin dia memiliki musuh?" Bella pun juga mulai menyatakan pendapatnya.


"Aku tahu tapi di dunia bisnis ini tidak ada yang tidak mungkin Bel. Kau tahu sendirikan bahwa ada juga adik kakak yang rela menyakiti satu sama lain guna memiliki kedudukan yang tinggi."


Memang benar adanya tidak ada yang tidak mungkin dalam dunia ini. Harta adalah sesuatu hakiki yang dibutuhkan oleh manusia. Tanpa harta terkadang kita tidak memiliki harga di mata orang lain.


Tidak mengejutkan jika seseorang adik kakak rela menyakiti satu sama lain demi sebuah harta. Bella bergidik ngeri membayangkan bagaimana orang-orang melakukan hal-hal keji untuk mendapatkan sebuah harta.


"Kau benar juga Fio, tapi kenapa jika Dave di bunuh lalu jasadnya digantung seolah-olah dia bunuh diri?"


"Aku tidak tahu dan itulah yang ingin aku cari tahu. Bagaimana kalian mau membantuku menyelesaikan misi ini. Aku tahu pasti saat ini Dave masih belum tenang." Kata Fiona dia menerawang matanya memancarkan kesedihan yang amat dalam.


Baik Jack maupun Bella tampak ragu. Bukan mereka tidak mau membantu Fiona. Mereka hanya memikirkan bagaimana jika nanti Fiona dalam masalah jika mencari tahu tentang itu.


"Serahkan semua ini padaku nona aku akan mencarikan keadilan untuk tuan!" Jawab Jack dia tidak mau jika sampai Fiona bersinggungan secara langsung dengan para pembunuh Dave.


"Bukan aku tidak bisa mengandalkan dirimu Jack hanya saja aku tidak bisa berpangku tangan dan hanya menunggu kabar darimu." Itulah sifat Fiona yang terkadang membuat mereka kewalahan. Kekeras kepalaan Fiona yang sudah mendarah daging.


"Tapi nona itu akan membahayakan nyawa anda, aku tidak mau mempertaruhkan nyawamu dengan ini."


"Benar yang dikatakan Jack Fio, lebih baik kita menunggu saja kabar dari Jack!"


"Tidak, aku akan mencari tahu semua ini dengan caraku sendiri. Aku pasti bisa." Ujar Fiona meyakinkan.