FIONA

FIONA
Bab 12



"Apa yang terjadi sayang? " tanya Ara, setelah memastikan Fiona yang duduk tenang, mendengar itu Fiona langsung membaringkan tubuh dengan kepala di paha Ara.


"Hari ini tanggal menyebalkan, " Ara yang mendengar itu mengerutkan kening bingung secara jika seseorang kena masalah bukan yang tanggal yang salah tapi memang kita yang sedang di uji tapi Fiona malah mengatakan jika ini tanggal menyebalkan.


"Tidak ada tanggal menyebalkan sayang, yang ada hanya kita yang sedang di uji. " ujar Ara membuat Fiona tersenyum memperlihatkan deretan gigi yang putih, ia juga ya mama ada tanggal menyebalkan.


"Tapi hari ini penuh dengan ujian, masa ia klien Fiona berubah pikiran dan dia ingin meminta Fiona menyelesaikan di sana, untung Fiona bisa kalau tidak bisa bisa Fio akan kehilangan uang yang banyak. " jelas Fiona membuat Ara penasaran, bukan Karna uang tapi dia merasa ada sesuatu yang mencurigakan di sana.


"Apa dia pria? " tanya Ara yang di anggukkan kepala oleh Fiona, Jawaban yang membuat Ara tersenyum misterius hal itu membuat Fiona curiga dan langsung bangun dari tidur nya.


"Dia jelek Grandma " ujar Fio membuat Ara tertawa terbahak, padahal dia belum mengatakan apapun tapi Fiona langsung mengatakan bagaimana pria itu menurut nya, lucu tapi Ara bahagia setidaknya Fiona memberi penilaian pada pria tersebut.


"Grandma tidak bertanya dia bagaimana sayang tapi - " Ara menjeda ucapan membuat Fiona penasaran, tapi belum juga Fiona membuka suara dering ponsel mengejutkan mereka mau tidak mau membuat mereka menghentikan pembicaraan mereka dan Ara melihat id si penelpon, terpampang jelas nama sang putri di sana membuat Fiona yang melihat itu langsung menyibukkan diri memakan cemilan yang ada di atas meja.


"Hello sayang " jawab Ara pada Aqeela di sebrang sana sambil memperhatikan Fiona yang menyibukkan diri, jelas saja Fiona selalu sibuk saat di telpon Aqeela karna Aqeela akan menyuruh Fiona pulang ucapan yang membuat Fiona bosan, bukan dia tidak ingin kembali dia hanya ingin waktu sedikit lagi untuk memastikan jika hatinya benar-benar baik saja saat bertemu pria masa lalunya.


"Hello mommy, apa Fiona sedang tidak ada di sana? " tanya Aqeela di sebrang sana membuat Ara langsung menatap snag cucu yang pura-pura tidak terjadi apa-apa padahal dia sedang di cari.


"Fiona ada bermasa grandma, ada apa sayang? " tanya Ara lagi, terdengar nafas lega dari Aqeela di sebrang sana membuat Ara curiga jika Fiona tidak menjawab panggilan dari Aqeela atau sedang menonaktifkan ponsel nya.


"Tidak apa mom, suruh dia kembali jika tidak Aqeela akan jodohkan dia dengan pria di sini. " ancam Aqeela yang di dengar oleh Fio membuat dia berteriak menolak keras apa yang Aqeela katakan.


"Fiona tidak mau mommy, Fiona akan cari sendiri nanti " teriak Fiona, sedangkan Ara hanya diam saja toh Aqeela tidak ada salahnya sampai kapan lagi Fiona akan sendiri seperti ini bukan, setidaknya memiliki kekasih jangan seperti ini membuat mereka khawatir jika Fiona masih menyimpan rasa dengan pria hang Sekarang sudah bahagia dengan keluarga kecil mereka.


"Kapan? " tanya Aqeela membuat Fiona diam, dia juga tidak tahu kapan semua akan terjawab dengan sesuai air mengalir saja.


"Aku tantang diri mu jika dalam waktu dekat kau menikah maka kau bebas meminta apapun dari ku " ucap seseorang yang sangat Fiona kenali, siapa lagi jika bukan kembaran Felix yang menetap di Eropa untuk menjalankan salah satu bisnis sang Daddy, hanya Fiona yang meninggalkan keluarga nya, dan memilih tinggal bersama grandma.


Sedangkan Aqeel dan keluarga harus pisah rumah Karna lokasi rumah dan tempat kerja lumayan jauh membuat Aqeel memutus untuk pindah biar tidak terlalu lelah untuk bolak-balik bekerja, Ara dan Devan menolak keras keinginan mereka tapi dengan Winda yang memohon mau tidak mau Ara menyerah dan dengan syarat Ara dan Devan yang membeli rumah anggap saja hadiah dari mereka. Untung saja Fiona tinggal bersama Ara dan Devan membuat mansion tidak sepi tapi membuat mereka khawatir Fiona yang tidak menunjukkan tanda-tanda pengganti orang hang menyakiti nya.


"Aku terima tantangan mu Kaka, kita lihat siapa lebih dulu UPS,,, Fiona menutup mulut dengan tangan saat mengingat sesuatu, ah aku pasti kalah secara Naira sudah menunggu, mommy sudah punya calon mantu jangan terima yang lain lagi ya " teriak Fiona.


"Bujuk Kaka mu, mom okay saja." jawab Aqeela membuat Felix malas, dari dulu dia selalu di katai pacaran dengan Naira hang barbar tapi cantik, ia Felix akui Naira tumbuh menjadi wanita yang cantik dan berbakat semua itu Felix tahu karna majalah postur dan media lain nya menyiarkan gambar Naira yang sedang melambung tinggi.


"Kaka lupa jika ada sesuatu yang tertinggal. " ujar Felix menghindar dari pembahasan yang membuat Felix pusing, jodoh selalu jodoh.


"Kaka dan adik sama saja " ujar Aqeela yang di dengar oleh Fiona di sebrang sana.


"Baiklah mom tutup telpon nya, selamat istirahat mom sayang, dan jangan lupa titip salam pada Daddy. " ujar Fiona sebelum mengakhiri panggilan telepon.


"Baiklah nanti mom sampai kan." ujar Ara, dan setelah itu sambung telpon berakhir dan Sekarang waktu semakin larut mereka memutuskan untuk istirahat saja.


Selagi menunggu up selanjutnya, jangan lupa untuk mampir di karya temen otor yang keren abis.