FIONA

FIONA
Bab 38



Setelah sambil telpon terputus Naira langsung menyimpan kembali ponsel Fiona di atas meja sambil menunggu Fiona selesai di kamar mandi, bagaimana Naira bisa tahu jika Fiona di dalam sedang mandi, jelas karna terdengar gemericik air di dalam kamar mandi.


"Siapa pria jelek itu, astaga ada-ada saja Fiona ini " ucap Naira.


Dan bertepatan dengan Fiona yang sudah menyelesaikan ritual mandi nya, melihat Naira yang duduk di bibir kasur sambil menatap ponsel Fiona berada.


"Apa ponsel itu lebih cantik dari pada pemiliknya? " ucap Fiona masih dengan menggunakan jubah mandi.Naira yang mendengar itu langsung memandang asal suara dan menggeleng tidak membenarkan apa yang di katakan oleh Fiona.


"Siapa pria jelek itu? " tanya Naira membuat Fiona yang ingin menunjukan ruang ganti langsung menghentikan langkah saat mendengar ucapan sang bestie.


"Ya pria jelek " jawab Fiona langsung meninggalkan Naira dengan sejuta penasaran.


"Cihh jawaban macam apa itu, " ujar Naira sambil melihat Fiona yang sudah menghilang karna masuk di ruangan ganti. Dari pada dia pusing lebih baik Naira memainkan ponsel saja, melihat jadwal pemotretan besok dan setelah selesai di ganti dengan menghubungi sang mommy di Jerman.


"Hello mommy " ucap Naira pada wanita paruh baya di sebrang sana, entah apa yang sedang dia lakukan yang jelas wanita cantik di sebrang sana bahagia.


"Hello sayang, lagi di mana ini? " tanya Naura di sebrang sana, saat melihat tempat asing dan hiasan yang membuat Naura bertanya, karna tidak mungkin hotel bukan, untuk apa sang putri ke hotel dengan hiasan sedemikian rupa seakan sedang bukan madu saja.


"Naira ada foto shoot di Eropa dan sekalian nginap di kediaman aunty Aqeela mommy " jelas Naira yang di anggukan kepala pertanda paham oleh Naura di sebrang sana.


Ceklek


Dan kebetulan Fiona yang sudah menyelesaikan ganti pakaian santai sebelum makan malam bersama.


"Siapa? " tanya Fiona penasaran dan saat itu Naira langsung menunjukkan ponsel ke arah Fiona biar bisa melihat siapa yang sedang dia ajak bicara di sebrang sana.


"Hello aunty, " sapa Fiona.


"Hello sayang, bagaimana kabar mu dan keluarga di sana? " tanya Naura.


"Baik aunty, datang lah ke Eropa mom pasti sangat rindu pada aunty '' ucap Fiona.


"Nanti aunty akan berkunjung jika rombongan datang meminang putri aunty" ucap Naura, yang di pahami Fiona maksud rombongan datang kali ini adalah meminang Naira untuk menjadi bagian keluarga mereka.


"Baiklah, Fiona akan berusaha membuka hati si kulkas itu aunty " jawab Fiona.


"Jangan hanya dia, kau juga buka hati untuk pria lain " jawab Naura, ya ampun niat hati membuat saudara kembar malu sekarang Kenapa jadi dia yang kena, mau tidak mau Fiona hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan Naura di sebrang sana.


"Nona muda sudah saat nya makan malam " ucap seseorang di balik pintu membuat mereka harus mengakhiri panggilan tersebut.


"Mom nanti kita lanjut, by aunty " ucap mereka bersamaan sebelum mengakhiri panggilan kali ini.


Dan setelah itu mereka langsung menuju meja makan bersama.


Semua anggota keluarga sudah menunggu kedatangan mereka, Fiona yang melihat kedua adik nya duduk di samping sang kembaran langsung memberi kode untuk pindah, dua W yang paham langsung pindah di samping sang mommy.


"Sayang ayo kita makan malam " ucap Aqeela melihat kedatangan putri nya, yang di acungkan jempol oleh Fiona.


"Aku duduk di situ " ucap Fiona menggeser kursi satu kursi di samping Felix.


"Kau di samping Kaka, aku merajuk padanya." lanjut Fiona langsung duduk di kursi yang sebelumnya ingin Naira duduki, karna tidak ada pilihan Naira yang duduk di samping Felix, mereka yang melihat itu tersenyum.


"Ayo kita makan malam, jangan hanya diam saja. " ucap Werren membuka suara. Makan malam berjalan dengan hikmat dan sekali-kali mereka curi pandang pada Naira dan Felix yang diam dengan makanan mereka masing-masing.


"Mom buat puding " ucap William di sela makan nya, dan tanpa sengaja dia melihat puding di meja dapur membuat dia bertanya.


"Tidak, Kaka Naira yang buat nanti kita nikmati bersama " jawab Aqeela membuat Felix langsung menghentikan kegiatan makan nya, dan menatap wanita di samping nya yang diam tidak peduli dengan pria yang menatap nya.


"Wah pasti enak, tidak seperti kak Fiona yang hanya tahu uang dan marah-marah ya my " kali ini Willy yang bicara membuat Fiona yang mendengar itu langsung melempar tisu yang sudah di bulat seperti bola, karna Willy menyadari itu tentu saja dia mengelak dan menjulurkan lidah pada Fiona yang kesal bukan main.


"Awas saja aku akan menembak kepala mu " ucap Fiona.


"Sudah, sudah nanti putri mommy merajuk dan tidak ingin pulang Kalian akan mom hukum " jika sudah ibu negara yang bicara mereka bisa apa, tentu saja tuan putri yang menang.


Kali ini Fiona yang tersenyum bangga, siapa suruh membuat dia kesal kan ujung-ujungnya dia yang kalah, Fiona gitu loh tidak bisa di lawan.


Setelah makan malam selesai mereka langsung menuju ruang keluarga untuk berbicara santai, sambil menikmati puding yang Naira buat.


"Kak Naira pandai sekali buat puding nya, dan enak lagi " ujar Willy memuji bagaimana puding yang Naira buat, yang di anggukan kepala oleh semua orang karna benar puding yang Naira buat sangat lezat.


"Bagaimana menurut Kaka? "


Selagi menunggu update terbaru otor jangan lupa untuk mampir di karya temen otor yang kece badai dan di jamin sangat seru 💞