Fell In Love With A Mafia Boss

Fell In Love With A Mafia Boss
PILIHAN



dokter menceritakan semua pada haru tanpa ada yang di sembunyikan sama sekali. mendengar semua itu haru tidak percaya apa yang dia dengar.


saat dimobil Haru mencoba untuk tidak menangis didepan ruka karena dia tidak mau ruka mengetahui semuanya.


Tidak lama sampai dirumah dan dia melihat ruka serta anak anak sudah menunggu didepan.


"(aku harus kuat)"ucap haru dalam hati


"papa...."ucap Sion dan suha


"hallo maaf yah karena papa kalian jadi menunggu lama"ucap haru


"tidak apa apa"ucap Sion dan suha


"ya sudah ayo masuk nanti bicara didalam"ucap ruka.


tiba tiba haru memanggil ruka ingin bicara berdua dan menyuruh anak anak masuk terlebih dahulu.


Haru mengajak ruka ketaman belakang rumah dan mengobrol bersama.


"ada apa sayang"ucap ruka


"tidak ada apa apa aku hanya ingin sama kamu"ucap haru


"kamu ini kebiasaan yah"ucap ruka


"ohia sayang sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu"ucap haru


"apa itu?"ucap ruka


"eh bagaimana kalau kamu melahirkan diluar negeri saja"ucap haru


"untuk apa sayang lagi pula aku lebih suka disini"ucap ruka


"baiklah kalau itu yang kamu mau aku harus tidak bisa memaksa"ucap haru.


"makasih sayang.."ucap ruka


"sama sama.. ayo masuk aku tidak mau kamu masuk angin"ucap haru


"baiklah ayo"ucap ruka.


mereka berdua masuk rumah...


.


.


berhari hari lewat dan haru menanyakan kepada semua dokter yang dia kenal tapi semua jawaban mereka sama hanya bisa menyelamatkan 1 nyawa saja.


haru tidak tahu lagi harus berbuat apa dia terlihat sangat sedih, tapi telfonnya berbunyi.


"dring...dring..."


"hallo ada apa"ucap haru


"boss istri anda Sekarang di rumah sakit"ucap anak buah


"APA!!"ucap haru (sangat kaget)


"boss langsung datang kerumah sakit biasa"ucapnya


"baiklah saya kesana sekarang"ucap haru.


Dengan cepat haru pergi karena istrinya dalam bahaya. dan tidak lama dia sampai haru ingin masuk keruangan tapi ditahan anak buahnya


perasaan haru bercampur aduk takut akan kehilangan kesekian kalinya.saat sedang pamit tiba tiba dokter keluar


"dokter bagaimana istri saya"ucap haru


"mari bicara diruangan saya"ucap dokter


~diruangan dokter~


"bagaimana dokter"ucap haru


"maaf sebelumnya tapi saya sudah berkali kali katakan kehamilan kali ini bahaya dan tidak bisa dilanjutkan tapi istri anda memaksa"ucap dokter


"jadi saya harus bagaimana dokter"ucap haru


"bicarakan ini dengan istri anda"ucap dokter


"baiklah kalau begitu saya permisi dulu"ucap haru


jalan menuju ruangan rawat ruka dia tidak bisa menahan air mata takut kehilangan, tiba tiba anak buah memanggil bahwa istrinya sudah sadar.


"sayang kamu sudah sadar"ucap haru


"tenang dulu aku tidak apa apa"ucap ruka


"tapi aku takut"ucap haru


"maaf ya buat kamu takut"ucap ruka


"iya sayang"ucap haru.


Saat melihat ruka tersenyum haru tidak tega mengatakan untuk tidak meneruskan kehamilannya.


karena haru memikirkan keselamatan ruka dengan berat hati dia mengatakan itu pada ruka tanpa tahu apa akibat dari semua itu.


"sayang aku mau katakan sesuatu"ucap haru


"apa"ucap haru


"sayang dokter bilang kamu tidak bisa teruskan kandungan ini"ucap haru


"maksud kamu apa!"ucap ruka suara marah


"kamu tenang ya dengar dulu penjelasan aku"ucap haru


"kamu jahat aku pikir kamu akan dukung aku apapun yang terjadi"ucap ruka.


Dengan marah ruka langit berdiri lalu infus yang sedang ditangannya dan pergi dari situ tanpa pedulikan haru.


haru yang sangat panik langsung menjegatnya tapi tidak berhasil.


"sayang kamu belum pulih total"ucap haru


"cukup jangan sentuh aku"ucap ruka


"aku mohon tetap disini"ucap haru


"aku akan pergi dari kamu"ucap ruka


"maafkan aku sayang"ucap haru sambil bersujud.


Dengan jalan pelan pelan ruka sampai di depan rumah sakit dan mengemudikan mobil haru dengan sangat cepat.


haru yang melihat itu sangat takut dia langsung menyusul dengan anak buahnya.


didalam mobil perut ruka tiba tiba sakit tapi dia tetap bertahan dengan penuh air mata.


"sayang mama kecewa pada papamu yang ingin kamu pergi dari mama"ucap ruka pada kandungan


disaat yang bersamaan ada kendaraan besar dan ruka mencoba menghindari tapi dia malah menabrak mobil dan terjadi banyak kecelakaan.


haru yang melihat itu langsung berhenti mendadak


"SAYANG...."ucap haru suara berteriak


dia dengan cepat berlari dan mengeluarkan ruka yang sudah banyak darah dan langsung dibawah kerumah sakit.


"dokter tolong hikss hikss"ucap haru dengan suara menangis


"bawah ke ruangan gawat"ucap dokter


saat sedang menunggu tiba tiba Sion menelfonnya


~suara telfon~


"hallo papa"ucap Sion


"iya sayang"ucap haru


"eh papa sama Mama dimana kita berdua ketemu"ucap sion


"maaf papa ya sayang nanti papa sama pasti pulang tapi belum sekarang"ucap haru


"tapi kenapa"ucap Sion


"papa dan mama lagi cari hadiah untuk Sion dan suha"ucap haru


"papa serius tidak berbohong kan"ucap Sion


"tidak dong"ucap haru


"ya sudah kalau begitu kakak tutup dulu telfonnya ya I love u papa"ucap Sion


"I love you to sayang"ucap haru


tittttt


Selesai menelfon dokter langsung menghampiri haru dan membicarakan masalah yang sangat serius.


dengan berat hati dokter harus mengatakan kalau haru hanya bisa memilih 1 nyawa yang akan dislamatkan.


haru yang mendengar itu langsung terdiam seketika, tapi dokter perlu tanda tangannya saat itu juga.


"kami perlu tanda tangan bapak sekarang ayo cepat"ucap dokter


"beri saya waktu sebentar dok"ucap haru


"baiklah tapi jangan lama karena istri anda harus segera di tangani"ucap dokter


Haru tidak tahu harus menyelamatkan siapa tapi tiba tiba dia teringat bahwa dia pernah berjanji pada ruka akan menyelamatkan anaknya apapun yang terjadi.


setelah beberapa menit dokter menghampiri lagi kepada haru.


"bagaimana pak"ucap dokter


"baiklah dokter selamatkan istri saya"ucap haru


"baiklah kami akan segera melakukan penanganan"ucap dokter


"baik dok"ucap haru.


dokter yang masuk ruangan Operasi dan haru menunggu diluar dengan air mata.


sudah beberapa jam dan haru mulai tidak tenang.


.


.


.


Akhirnya operasi selesai dokter langsung keluar dan memberi tahu kepada haru.


"dok bagaimana istri saya"ucap haru


"istri bapak masih kritis"ucap dokter


"anak saya dok"ucap haru


"seperti yang saya katakan dari awal maaf tidak bisa diselamatkan"ucap dokter


"aku harus mengatakan apa pada ruka hiksss...hikss"ucap haru sambil menagis


"kalau begitu saya permisi dulu"ucap dok


"baik dok"ucap haru.


selesai itu haru masuk keruangan karena ingin melihat ruka.


haru langsung duduk terdiam melihat keadaan ruka. saat itu juga haru teringat kebersamaan mereka berdua dan senyum serta kebahagiaan ruka yang selalu membuatnya tersenyum.


Tapi saat ini haru yang harus berusaha kuat demi ruka dan anak anaknya. saat haru sedang memegang tangan ruka tiba tiba tiba anak buahnya memberi tahu bahwa kecelakaan itu disengaja.


mendengar itu haru langsung pamit sebentar pada ruka dan keluar mencari pelaku sebenarnya.


"siapa dia"ucap harus suara marah


"dia hanya orang suruhan Alex bos"ucap anak buah


"terakhir kali dia aku ampuni tapi kali ini tidak akan lagi"ucap haru dengan sangat marah


"apa yang kita lakukan boss"ucap anak buah


"buat jaminan untuk keluar dari penjara dan bawah di markas kita"ucap haru


"baik boss"ucap mereka.