Fell In Love With A Mafia Boss

Fell In Love With A Mafia Boss
GURU WEI



selesai bersiap siap haru dan ruka langsung pergi,tapi tidak lupa membawakan sebuah hadiah untuk anak anak mereka.


diperjalanan guru wali kelas Sion dan suha menelfon


"dringg...dringg.."


"hallo selamat siang"ucap ruka


"selamat siang juga,ini dengan orang tua Sion dan suha?"ucap guru itu


"ohia benar saya ibunya"ucap ruka


"begini mereka akan segera tampil dan terlihat Sion dan suha sangat takut dan terus mengucap ibu dan ayahnya"ucap guru itu


"astaga tolong tenangkan mereka kami akan segera sampai"ucap ruka


"baik bu"ucap guru itu


"*****.."


haru bertanya apa yang di katakan guru itu pada ruka


"ada apa sayang?"ucap haru


"begini anak anak katanya takut dan terus mengucapkan kita berdua"ucap ruka suara khawatir


"kamu yang tenang yah aku akan percepat mobil"ucap haru


"iya sayang"ucap ruka


takut anak anaknya tidak mau tampil haru dan ruka mempercepat mobil.ditempat lain guru itu mencoba menenangkan Sion dan suha dengan mengatakan bahwa orangtua mereka akan segera sampai.


dan tidak lama haru dan ruka tiba di sekolah dan langsung berlari ke dalam untuk menghampiri mereka.


saat Sion dan suha melihat orang tuanya langsung berlari memeluk,tapi wali kelas Sion dan suha seperti terpana melihat haru.


"mama papa"ucap Sion dan suha


"tenang yah jangan takut lagi"ucap ruka


"anak anak papa kan hebat"ucap haru


"kami berani tidak takut lagi"ucap Sion


"baiklah ayo naik ke atas panggung"ucap haru


"siap papa"ucap suha


"ayo semangat sayang"ucap ruka


tapi...


"ibu guru ayo"ucap Sion


"oh iya ayo naik"ucap guru itu


"baiklah ..


saat Sion suha beserta teman teman baik panggung ruka terus menatap mereka dan menggenggam erat tangan haru.


di sebelah panggung lagi lagi terlihat guru itu menatap haru dengan tatapan suka.


sampai Sion dan suha selesai tampil dia terus memandangi haru sampai dia melihat ruka mencium haru saat Sion dan suha berhasil tampil.


dia merasa marah melihat ruka mencium haru,tiba tiba Sion dan suha menghampiri guru mereka


"ibu guru..ibu guru"ucap Sion dan suha


"ohia ada apa"ucap guru itu


"kita sudah selesai tampil hemm bagaimana penampilan kita"ucap Sion dan suha


"oh sangat bagus ibu guru menyukainya"ucap guru itu


"kalau begitu kita pergi dulu yah"ucap Sion


"oh mari Miss antar yah"ucap guru itu


..


Sion dan suha menghampiri orang tua mereka dan langsung memeluk erat.


Sion dan suha memperkenalkan orangtua mereka pada guru itu.


"ibu guru kenalkan ini papa dan mama kita"ucap Sion dan suha


"hallo "ucap guru itu


"hallo juga,ucapkan apa untuk ibu guru"ucap ruka


"terimah kasih yah ibu guru"ucap Sion dan suha


"sama sama sayang"ucap guru itu


saat sedang mengobrol suha ingin pulang karena sudah sangat lapar dan ingin makan dirumah.


"mama ayo pulang adik lapar"ucap suha


"ya sudah kita pulang,tapi berpamitan dulu ibu guru


"ibu guru kita pamit dulu yah"ucap suha


"hati hati yah sampai bertemu besok"ucap guru itu


mereka langsung pergi,tapi untungnya ruka menyadari guru itu terus memandang suaminya dan dia merasa tidak nyaman akan hal itu.


didalam mobil haru melihat ruka dari tadi terlihat sedih dan dia tidak mau ruka sedih


"sayang ada apa?"ucap haru suara pelan


"aku baik baik saja"ucap ruka suara sedih


"jangan bohong sama aku"ucap haru


"sayang aku baik baik saja"ucap ruka


"baiklah aku percaya"


mereka sampai dirumah dan ruka langsung masuk karena Sion dan suha sudah sangat lapar.haru tidak tahu ada apa dengan ruka tapi yang pasti dia akan cari tahu


saat di meja makan ruka menyiapkan makanan untuk haru dan anak anaknya, Tapi ruka langsung naik ke atas tidak makan bersama mereka.


"papa kenapa mama tidak makan"ucap Sion


"mama tidak sakit lagi kan"ucap Sion dan suha


"tidak sayang jangan khawatir yah"ucap haru


"iya papa"ucap Sion dan suha


di kamar ruka sedang menelepon dengan temannya dan haru yang ingin masuk tidak jadi karena ingin mendengar apa yang mereka katakan.


"hallo ruka"ucap temannya


"kamu dimana"ucap ruka


"tunggu..kamu kenapa"ucap temannya


"aku sedih sekaligus marah"ucap ruka


"karena apa?"ucap temannya


"wali kelas Sion dan suha suka sama suamiku"ucap ruka


"serius kamu!"ucap temannya


"iya serius lah kalau kamu lihat tadi pasti kamu yakin"ucap ruka


"lihat apa? sampai kamu semarah itu"ucap temannya


"tadi disekolah matanya tidak berhenti menatap haru,sampai kita masuk mobil"ucap ruka


"astaga kamu harus hati hati sama wanita itu"ucap temannya


"iya memang deh"ucap ruka


belum selesai berbicara tiba tiba hari masuk dan ruka mengakhiri telfonnya.


"sudah dulu yah nanti lanjut lagi"ucap ruka


"oke dahh"ucap temannya


"tititttt


ruka ingin keluar tapi haru menahannya


"sayang sekali tunggu"ucap haru


"ada apa"ucap ruka suara marah


"kamu kenapa sih"ucap haru


"aku baik baik saja paham!"ucap ruka


"aku sudah dengar semuanya tadi"ucap haru


"..."ruka terdiam


"aku tidak peduli pada wanita itu karena aku punya kamu"ucap haru


"tapi kamu lihatkan matanya tadi"ucap ruka


"sayang aku kan sudah bilang aku tidak peduli"ucap haru


"aku takut dia ambil kamu dari aku"ucap ruka


"itu tidak akan pernah terjadi sayang"ucap haru


"kamu janji yah"ucap ruka


"iya sayang janji"ucap haru


setelah itu mereka berbaikan lagi dan bercanda bersama anak anak mereka.


ditempat lain guru itu memang menyukai haru sampai mencari tahu siapa haru,tapi dia tidak menemukan informasi apapun tentang haru.


guru itu bernama Wei dan dia sudah merencanakan merebut haru dari ruka dengan melakukan cara apapun,bahkan bisa membunuh ruka sekalipun.


tapi untungnya haru menyuruh anak buahnya mengawasi guru itu setiap hari dan tidak boleh sampai lengah sedikitpun.


.


.


.


hari berlalu dan anak buah memberi laporan pada haru kalau guru Wei sedang mencari tahu rumah mereka tapi untungnya tidak ada siapapun yang tahu rumah haru dan ruka.


dia merasa kesal karena tidak menemukan yang dia cari,tapi tiba tiba dia mengubah rencana itu.


guru itu menelfon ruka dengan alasan ada yang harus di bahas dan ruka menyetujui itu,tapi saat ruka ingin keluar dia selalu memberi tahu haru


"sayang aku keluar sebentar yah"ucap ruka


"mau kemana sayang"ucap haru


"tadi guru kelas Sion dan suha menelfon katanya ada pertemuan"ucap ruka


"ohia tapi kamu pakai jam tangan itu kan"ucap haru


"selalu sayang"ucap ruka


"ya sudah kalau begitu hati hati yah"ucap haru


"iya sayang"ucap ruka


saat ruka langsung pergi haru dan beberapa anak buah mengikuti ruka karena takut hal yang jahat terjadi.


ditempat lain ruka yang ada di mobil merasa heran karena tempat pertemuan disebuah rumah tapi sedikit jauh dari kota,tapi dia tidak mau berpikir yang tidak tidak dan turun dari mobil.


haru yang melihat mobil ruka berhenti disebuah rumah langsung juga berhenti dan menyuruh anak buah mengawasi guru itu.


dalam rumah guru Wei dan ruka langsung masuk dan duduk sambil bercerita.


guru Wei tiba tiba pergi kedapur untuk mengambil minuman untuk ruka dan dia menaruh sesuatu diminuman ruka,tapi ruka melihat kejadian itu langsung kembali ketempat duduk dengan sangat takut.


tidak lama guru Wei itu datang dan langsung memberi minuman itu pada ruka.


"ayo diminum ibu ruka"ucap guru Wei


"ohia..."ucap ruka dengan ragu ragu


apakah ruka akan minum itu atau tidak...


semoga suka yah ;)