
apa yang telah terjadi pada ruka itu membuatnya trauma besar sampai saat makan sedang bersama anak anak dan suaminya dia terlihat panik.
ternyata yang membuat dia panik,karena dia tidak sengaja melihat tempat bermain mobil.dia teringat bagaimana dia menabrak guru Wei.
tiba tiba ruka berdiri dan Untungnya haru menahannya dan menanyakan
"sayang..hei hei kamu kenapa!"ucap haru
"aku harus menyerahkan diri"ucap ruka
"apa yang kamu lakukan sayang"ucap haru
"tidak..tidak aku harus menyerahkan diriku aku bukan pembunuh"ucap ruka
"sayang tenang aku mohon"ucap haru
"tapi aku bersalah padanya"ucap ruka
"tidak ini bukan salah kamu tapi ini kesalahannya sendiri"ucap haru
tiba tiba orang orang di rumah makan itu mengejek ruka
"tampan tapi menikahi wanita gila"ucap salah satu pengunjung
"wanita aneh"..
"diam kalian"ucap haru suara marah
"sudah jangan marah itu memang benar"ucap ruka
"ayo kita pulang sayang"ucap haru
"ayo papa"ucap Sion dan suha
saat dimobil ruka bermohon pada haru
"aku minta maaf sayang aku bukan istri yang baik buat kamu"ucap ruka
"apa yang kamu lakukan!"ucap haru
"kamu jangan meninggalkan aku yah"ucap ruka
"tidak ada yang akan meninggalkan kamu termasuk aku"ucap haru
"makasih sayang"ucap ruka
sebenarnya ruka masih gelisah,tapi demi menenangkan hati suaminya dia berbohong pada haru.
sampai tiba dirumah tiba tiba ruka berpikir dia memang harus menyerahkan diri dan jangan sampai haru mengetahui itu.
saat haru ada urusan kantor ruka diam diam keluar.
"aku harus bertanggung jawab!"ucap ruka pada dirinya
dia kemudian mobil dan tidak lama sampai.
"selamat siang pak"ucap ruka
"selamat siang"ucap Petugas
"pak beberapa waktu lalu ada korban tabrak lari kan?"ucap ruka
"benar,apa dia saudara ibu atau teman?"ucap petugas
"oh tidak tapi..."
saat ruka belum meneruskan omongannya tiba tiba haru datang.
"Tunggu pak"ucap haru
"ada apa"ucap petugas
"dia istri saya pak dan saya mohon dia tidak bersalah pak"ucap haru
"mohon tenang dulu pak dan disini istri anda hanya bertanya soal kasus tabrak lari waktu itu"ucap petugas
...
"pak saya pelaku dari tabrak lari itu"ucap ruka
"maaf bu,tapi pelaku sudah menyerahkan diri"ucap petugas
"pak maafkan istri saya dan kami permisi dulu sebentar"ucap haru
"baik pak"ucap petugas
haru mengajak ruka kembali ke rumah untuk membicarakan masalah itu.
didalam mobil ruka memohon maaf pada haru karena kesalahannya itu.
"sayang aku minta maaf yah"ucap ruka
sambil pegangan tangan ruka haru berkata
"kamu tidak perlu minta maaf,aku tahu kamu hanya takut jadi jangan berkata seperti itu lagi"ucap haru.
"tidak aku selalu membuat kamu dalam masalah"ucap ruka
"cukup! aku sangat mencintai kamu dan aku tidak bisa hidup tanpa kamu.jangan berkata seperti itu lagi"ucap haru
"kamu tidak malu punya istri sepertiku?"ucap ruka
"tidak dan aku tidak peduli perkataan orang lain,yang penting aku selalu bersama kamu"ucap haru
"makasih ya sayang dan maaf juga sudah buat kamu marah"ucap ruka
"tidak aku tidak akan pernah marah padamu"ucap haru.
"kakak ayo aku lapar"ucap suha
"sebentar yah kita tunggu mama dan papa"ucap ruka
"oh itu mama dan papa"ucap suha
mereka berdua berlari kearah haru dan ruka
"papa mama...."ucap Sion dan suha
"kenapa belum tidur?"ucap haru
"kita belum makan papa"ucap Sion dan suha
"astaga ayo kita makan nanti kalian sakit"ucap haru
"iya ayo mama"ucap Sion
"ayo sayang ..
mereka langsung makan.selesai makan haru mengantar Sion dan suha kekamar untuk tidur.
"sayang kamu tunggu sini aku antar anak anak kekamar"ucap haru
"iya sayang"ucap haru
saat haru mengantar anak anak kekamar ruka tiba tiba keluar rumah untuk menenangkan pikiran.saat haru kembali dia panik karena ruka tidak ada
tapi akhirnya haru melihat ruka diluar dan langsung menghampiri.
"sayang kamu bikin aku panik"ucap haru
"aku kan cuma disini"ucap ruka
"tapi tunggu aku bisa kan"ucap haru
"iya sayang maaf yah"ucap ruka
"iya sayang,tapi disini dingin nanti kamu sakit"ucap haru
"kalau aku masuk kamar tidak bisa tidur"ucap ruka
"apa yang kamu pikirkan"ucap haru
"aku takut saat guru Wei sadar dia akan balas dendam padaku"ucap ruka
"itu tidak akan terjadi sayang"ucap haru sambil peluk ruka.
tapi ditempat lain benar guru Wei sudah sadarkan diri dan anak buah haru langsung panggil dokter untuk diperiksa.
sementara diperiksa salah satu anak buah menelfon haru.
"dring..dring.."
"halo boss"ucap salah satu anak buah
"ada kabar apa"ucap haru
"guru itu sudah sadar"ucap salah satu anak buah
"jangan biarkan dingin keluar dari rumah sakit itu sampai sembuh"ucap haru
"tapi boss"ucap salah satu anak buah
"tenang aku akan kirim dia keluar negeri dan tidak akan pernah balik lagi"ucap haru
"baik boss"
selesai menelfon haru dan ruka kekamar untuk istirahat.haru mencoba melupakan trauma ruka dengan menghiburnya.
sudah beberapa Minggu haru tidak pernah jauh dari sisi ruka dan terlihat bahagia selalu.
ditempat lain juga guru Wei telah pulih total dan anak buah haru memulai rencana yang sudah mereka bicarakan waktu itu.
"kalian siapa?"ucap guru Wei
"kami anak buah boss haru"ucap mereka
"yang benar kalian"ucap guru Wei
"kami disuruh boss untuk mengantar anda kebandaraan"ucap mereka
"untuk apa?"ucap guru Wei
"boss haru sudah menunggu diluar negeri dan mohon untuk meninggal semua barang anda saat pergi termasuk handphone"ucap anak buahnya
"baiklah aku pergi"ucap guru Wei
rencana mereka berhasil dan saat sampai di bandara anak buah haru merekam dan mengirim itu ke haru.
saat haru melihatnya dia sangat puas untuk hal itu.berjam jam dipesawat akhirnya tiba,tapi saat turun ada salah satu anak buah haru menjemputnya untuk mengantar guru Wei disalah satu rumah.
"dimana haru?"ucap guru Wei
"ini ada video yang dikirim boss"ucap anak buah itu
video itu berisi.
"aku tidak pernah memberikan maaf untuk orang yang menyakiti istriku dan anda menyakitinya,tapi aku tidak sekejam itu pada perempuan dan anda akan tetap di negara itu kalau sampai anda balik aku tidak akan memberi ampun lagi"
"dasar kalian jahat"ucap guru Wei
tapi anak buah itu langsung pergi dari situ...