
haru dan ruka semakin bahagia karena kebahagiaan selalu ada di hari hari mereka.
di pagi sore hari saat ruka sedang menikmati cemilan tiba tiba dia berteriak
"sayang....kemari cepat...
"ada apa..katakan"ucap haru
"haru kecil nendang nendang diperut coba mendekat dan dengar"ucap ruka
"ia sayang benar"ucap haru
"mungkin dia begitu karena senang sebentar lagi dia akan lahir kan"ucap ruka
"ia sayang kita harus persiapkan kamar dan baju bajunya"ucap haru
"kita kan belum tahu jenis kelamin anak kita apa jadi jangan dulu"ucap ruka
"benar kata juga ya,kalau begitu kita kerumah sakit"ucap haru
"baiklah ayo sayang"ucap ruka
mereka berdua tiba dirumah sakit dan langsung cek
"pasti bapak dan ibu akan senang"ucap dokter
"memangnya kenapa dokter"ucap haru
"selamat anak kalian kembar laki laki dan perempuan"ucap dokter
"terimakasih dokter hehehe"ucap ruka dan haru
saat di perjalanan pulang
"sayang aku sangat senang"ucap ruka
"sama aku juga bahagia"ucap haru
mereka berdua tiba dirumah dan langsung Istirahat dan saat pagi haru dan ruka sedang persiapkan kamar untuk kedua anak mereka
"sayang kamar mereka jangan jauh aku takut"ucap ruka
"ia sayang kubuat sementara dikamar kita karena mereka kan masih kecil nanti kalau semakin besar baru kita buat"ucap haru
"baiklah kalau begitu"ucap ruka
tiba tiba teman ruka datang membawa baju yang dipesan ruka untuk kedua anaknya
"makasih yah maaf merepotkan karena aku tidak di bolehkan keluar sama haru"ucap ruka
"dia begitu karena khawatir"ucap temannya
"dia itu bisa muncul tiba tiba saat aku lagi mskan"ucap ruka
"ehemmm
"saya permisi dulu"ucap temannya
"hati hati ya"ucap ruka
"tuhkan dia muncul lagi ihh serem"ucap ruka suara pelan
"jadi aku hantu buat kamu"ucap haru
"hah siapa bilang kamu kan suami aku paling ganteng paling segalanya"ucap ruka
"kamu kalau begini bisa ya"ucap haru
selalu terlihat bahagia bercanda di antara mereka berdua.
saat siang mereka langsung makan siang di meja makan tiba tiba ruka tidak suka mencium bau susu dan ingin membuangnya tapi haru menghentikan dia dan memaksa dia untuk minum.
setelah makan siang haru menyuruh ruka untuk istirahat.
saat ruka sedang istirahat haru sedang membuat keamanan untuk kedua anaknya.dia mempersiapkan semuanya dengan rapi
sore hari ruka terbangun karena haus dan haru memberinya air putih saat ruka melihat tempat anak mereka sudah selesai yang dibuat haru di kamar mereka berdua dan dengan keamanan yang ketat.
"sayang kamu buat sendiri semua ini?" ucap ruka
"ia karena aku tidak percaya kalau dibuat orang lain aku sangat takut"ucap haru
"ini sangat Bagus sebentar lagi dikamar kita makan banyak mendengar suara menangis tertawa"ucap ruka
"ia sayang..."ucap haru
.
.
.
masuk awal bulan ke 9...
dikamar saat malam hari ruka sedang membaca buku di ruang tamu tiba tiba perutnya sakit dia memanggil haru dan dia langsung turun membawa ruka ke rumah.
saat dalam perjalanan ruka terus menahan sakit haru terus menyetir agar cepat sampai di rumah sakit
"sayanggg perut aku sakit aduhh"ucap ruka sambil menahan sakit
"sabar sayang kita akan segera sampai"ucap haru
dan mereka berdua tiba dirumah sakit dan langsung bawah di ruang bersalin
"bapak mohon urus semua berkas"ucap suster
"ohia sus"ucap haru
setelah selesai persalinan dimulai dan haru sangat takut sampai dia tidak berani menemani ruka
beberapa menit dokter keluar dan harus dilakukan tindakan operasi dan haru menyetujui.
dengan rasa khawatir takut semua campur aduk oleh haru.
beberapa jam operasi selesai dan kedua bayi haru dan ruka dibersihkan dan dokter keluar memberitahu haru
"bagaimana dokter istri dan anak saya"ucap haru
"selamat anak anda lahir dengan selamat dan istri anda"ucap dokter suara ragu
"istri saya kenapa dokter..jawab dokter"ucap haru
"istri anda belum sadar dan sedang kritis"ucap dokter
haru menangis dan sangat sangat takut di satu sisi haru bisa melihat anaknya walau dari jauh.
"menurut pemeriksaan istri anda akan sadar pagi tapi belum akurat"ucap dokter
"makasih dokter,tapi anak saya bagaimana?"ucap haru
"mereka akan dikeluarkan saat istri anda sudah sadar"ucap dokter
haru setia menunggu ruka sampai pagi dan benar ruka sadar dari kritisnya dan beberapa hari berlalu anak anak haru dan ruka dibawah keruangan ruka
"permisi"ucap suster
"ada apa sus"ucap haru dan ruka
"kami mau membawa kedua anak bapak dan ibu"ucap suster
"ohia silahkan di bawah masuk"ucap haru
saat masuk haru terus memandangi kedua anaknya sampai tidak mau jauh jauh darinya.
"ibu tolong isi nama mereka berdua dan kalau sudah selesai langsung panggil kami"ucap suster
"ohia makasih sis"ucap ruka
......................
"sayang ayo sarapan dulu"ucap ruka
"sebentar lagi sayang"ucap haru
tiba tiba dokter masuk ingin bicara dengan ruka dan haru keluar tapi dia mendengar dibalik pintu
"bagaimana keadaan ibu sekarang?" ucap dokter
"saya semakin membaik dokter"ucap ruka
"saya pernah bilang kan saya hanya bisa menyelamatkan ibu tapi ibu memaksa menyelamatkan anak anak ibu"ucap dokter
"tapi buktinya dokter berhasil"ucap ruka
"kalau begitu saya permisi dulu"ucap dokter
saat dokter keluar haru menangis dan masuk keruangan
"aku tidak mau kamu kepikiran karna aku"ucap ruka
"sayang jangan seperti itu"ucap haru suara menangis
"sudah sekarang semua baik baik saja jadi jangan menangis"ucap ruka
"aku tidak menangis"ucap haru
"ia deh aku salah"ucap ruka
setelah itu mereka memikirkan nama untuk kedua namanya dan haru dan ruka sudah memiliki nama untuk kedua anak kembar mereka tapi ruka ingin haru yang menamai anak mereka
"sayang kamu sudah punya nama yang bagus?" ucap haru
"kamu yang beri nama anak anak kita"ucap ruka
"kamu juga sayang"ucap haru
"sayang aku tahu kamu sudah punya nama untuk kedua anak kita"ucap ruka
"baiklah sayang"
"karena cowok lahir duluan jadi namanya Sion
dan yang cewek suha bagus kan sayang?" ucap haru
"bagus sayang tapi lebih bagus Sion haru dan suha haru di tiap nama mereka ada nama kamu ayah mereka yang selalu melindungi mereka"ucap ruka
"makasih sayang" ucap haru
berhari hari dirumah sakit haru selalu menjaga mereka dan 2 Minggu kemudian ruka dan kedua anaknya sudah di perbolehkan pulang.
di mobil sedang dalam perjalanan
"sayang mobilnya rusak atau kenapa ko sangat pelan"ucap ruka
"bukan mau rusak tapi aku sengaja aku tidak mau anak anak aku menangis karena ayahnya bawah mobil sangat cepat apalagi kami baru operasi"ucap haru
"sayang tidak perlu sepelan ini juga sayang"ucap ruka
"sayang diam"ucap haru
tidak lama mereka sampai dirumah dan langsung kekamar
"sayang kamu istirahat biar aku yang bawah mereka di tempat tidur mereka"ucap haru
"kamu lelah biar aku yang membawah Sion"ucap ruka
"sayang tidur saja kamu pasti lelah"ucap haru
"ia sayang...
tidak lama haru takut karena anaknya tidak akan makan nasi tapi ruka menjelaskan bahwa anak bayi hanya ASI dan itu cukup bagi mereka.
saat malam ruka bangun dan menyusui anak anaknya
setelah selesai dia langsung menidurkan anak anaknya tiba tiba haru masuk dan melihat ruka tertidur ditempat tidur anak anak
"sayang bangun kamu sudah makan?" ucap haru
"aduh aku lupa belum makan astagaa"ucap ruka
"ayo makan dulu aku sudah bawakan makanan untuk kamu"ucap haru
"kita makan sama sama sayang"ucap ruka
"ialah sayang"ucap haru
selesai makan haru dan ruka langsung tertidur dan pagi pagi haru bangun ruka dan anak anak sudah tidak ada dia mencari ternyata sedang duduk di taman belakang bersama anak anak.
haru yang melihat itu sangat bahagia karena melihat istri dan anak anak yang sangat dia cintai.
"sayang kenapa tidak bangunkan aku"ucap haru
"kamu kan masih tidur aku tidak tega"ucap ruka
"sayang sayang....
"sarapan dulu sayang aku sudah siapkan untuk kamu dimeja makan"ucap ruka
"ayo masuk juga kalian"ucap haru
saat haru mengendong Sion tiba tiba suha menangis dengan kencang begitu sebaliknya
"sudah mulai cemburu ya kalian masih kecil"ucap ruka
"sayang kamu sudah mulai ada saingan"ucap haru
"oh gitu hahaha"ucap ruka
mereka masuk dan di meja makan haru sengaja membuat haru menangis lagi
"sayang kalau mereka sudah besar aku ingin mereka sekolah diluar negri dari SD sampai kuliah"ucap ruka
tidak aku tidak mau mereka harus disini titik"ucap haru
"oke tapi coba kamu pikir saat suha besar dia bawah pacarnya kerumah dan mereka menikah terus meninggalkan kamu hahahaha"ucap ruka suara tertawa
"tidakkk pokonya tidak"ucap haru
"hahahaha aku bercanda sayang"ucap ruka
"kamu yah awas saja"ucap haru
dari pagi sampai malam haru terus bersama istri dan anak anaknya tapi saat malam anak buahnya telfon
"dringg...dringg...
"ada apa?"ucap haru
"ada yang ingin berbuat jahat pada istri anda"ucap anak buahnya
"terus dimana dia"ucap haru
"dia sedang bersama kami di dekat rumah boss rumah kosong"ucap anak buahnya
"saya akan kesana"ucap haru
dia langsung berpamitan pada ruka dan kedua anaknya
"sayang aku pergi sebentar tidak lama"ucap haru
"hati hati dijalan jangan lupa berpamitan pada anak kamu"ucap ruka
"sayang ayah pergi sebentar tidak lama kalian jangan menyusahkan nama kalian yah"ucap haru.
haru pergi menggunakan motor dan langsung sampai
dia langsung mencari tahu siapa itu ternyata itu adalah tantenya yang datang kerumah haru dan ruka dengan membawah alat tajam untungnya anak buah haru berjaga jadi mereka menangkapnya dan haru memperingati tantenya
"aku ingatkan sekali lagi,aku bisa menghabisi siapapun yang menyentuh istriku yang membuat dia memanggis bahkan membuat dia terluka aku tidak peduli siapa orang itu yang pasti jika ada aku akan menghabisi dia bahkan kau sekali pun"ucap haru
"maafkan Tante haru.. Tante tidak akan berbuat itu lagi..
"minta maaf sekarang tidak ada guna waktu kamu habis,tenang saja aku tidak akan berbuat kasar padamu"ucap haru
haru Tante mohon....
"kebalikan dia ke luar negri tapi habiskan hartanya tanpa ada sisa biarkan dia seorang diri"ucap haru pada anak buahnya
"baik boss"....
setelah masalah selesai haru langsung pulang kerumah dan saat sampai ruka menunggunya di depan rumah
"sayang kamu kenapa lama"ucap ruka
"tadi macet sayang memangnya ada apa"ucap haru
"suha terbangun dan menangis aku sudah berikan susu tapi dia tidak mau terus aku perlihatkan foto kamu dia terus diam"ucap ruka
"ayo keatas cepat"ucap haru
......................
..."sayang peluk dia"ucap ruka suara pelan...
tidak lama Sion dan suha tertidur dan ruka langsung merasa lega mereka sudah tidur.
haru sudah menyiapkan hadiah untuk kedua anaknya yang ternyata foto haru dan ruka di dalam buah kalung Sion dan suha
tapi haru belum akan memberikan nanti kalau sudah 6 tahun baru dia akan berikan.
mereka langsung istirahat...
pagi tiba ....