Fell In Love With A Mafia Boss

Fell In Love With A Mafia Boss
Tuan alex



pagi tiba dan ruka masih tidur sedangkan haru sudah menyiapkan anak anak sekolah begitu juga sarapan mereka.


saat mereka sedang sarapan tiba tiba ruka sudah bangun.


"pagi mama"ucap Sion dan suha


"sayang tunggu disana"ucap haru


"pagi juga anak anak mama"ucap ruka


...


"mari kubantu turun"ucap haru


"aku bisa turun sendiri sayang"ucap ruka


"berbahaya kalau sendirian"ucap haru


"iya sayang"ucap ruka


sampai di meja makan haru langsung siapkan sarapan ruka.


ruka terlihat seperti mau munta karena mencium aroma makanan yang dibawah haru.


"sayang aku tidak suka baunya"ucap ruka


"sebentar biar aku bawah dibelakang lagi"ucap haru


"hikss...hiksss"suara menangis ruka


"kenapa sayang"ucap haru


"aku harus makan apa sekarang"ucap ruka


"jangan menangis lagi, terserah kamu mau apa nanti aku pesan buat kamu"ucap haru


"kalau begitu aku ingin...punya sayang"ucap ruka


"ini pedas sayang"ucap haru


"kali ini ya sayang aku mohon"ucap ruka


"baiklah, tapi ini terakhir kali"ucap haru


"iya makasih sayang"ucap ruka.


tiba tiba suara telepon haru berbunyi.dan ternyata itu adalah managernya yang memberi tahu kalau klien utama mereka sudah sampai di kantor.


haru langsung pamit pada mereka dan langsung pergi.tidak lama sampai di kantor dia cepat keruang meeting.


sampai diruang meeting ternyata benar klien utama mereka sudah sampai dan dia bernama tuan Alex.


Tuan Alex adalah orang yang tinggi berkulit putih,bola mata coklat cerah dan rambut hitam.


dia bekerja sama dengan haru karena 2 hal.


yang pertama karena semua klien yang bersama haru proyeknya berhasil sedangkan yang kedua dia sedang mencari perempuan yang pernah menolongnya beberapa tahun lalu.dia mengambil gambar perempuan tanpa ijin dan sampai sekarang masih dia simpan.


"terimakasih sudah meluangkan waktu untuk kami"ucap haru.


"sama sama, ini juga menjadi kesempatan yang besar. untuk saya"ucap tuan Alex.


"terimakasih, tapi semua itu karena kami semua dikantor ini"ucap haru


"itu benar juga,tapi kamu terlihat masih mudah yah"ucap tuan alex


"jangan salah saya sudah menikah punya 2 anak kembar dan sekarang istri saya sedang mengandung"ucap haru


"selamat yah,tapi tidak ingin menikah lagi"ucap tuan Alex bercanda.


"itu tidak perlu karena saya sangat mencintai istri saya"ucap haru


"saya hanya bercanda, kalau begitu mari kita mulai"ucap tuan Alex


"baiklah mari"ucap haru.


meeting sedang berlangsung sedangkan di rumah ruka merasa bosan karena hanya dia sendiri sedangkan anak anak sekolah.dia ingin pergi kekantor haru


ruka langsung siap siap dan berangkat naik mobil sendiri.


tidak lama sampai di kantor.


"pagi bu"ucap penjaga


"pagi pak haru ada?"ucap ruka


"sedang meeting Bu"ucap penjaga


"baiklah kalau pak haru selesai tolong sampaikan saya diruangnya"ucap ruka


"baik Bu.


ruka langsung pergi keruangan haru dan beristirahat karena dia terlihat lelah.


1 jam berlalu dan ruka sudah tertidur di ruangan haru dan meeting sudah selesai.


"terimakasih untuk hari ini yang berikutnya kita bicarakan nanti"ucap tuan Alex.


tiba tiba salah satu karyawan menghampiri haru


"maaf boss saya mengganggu tapi boss besar ada diruangan"ucapnya


"baiklah kamu bisa pergi"ucap haru.


"siapa dia?"ucap tuan Alex


"dia istri saya"ucap haru


"ohia.


haru mengantar tuan Alex sampai kedepan dan langsung kembali keruangan untuk melihat ruka.


"hemm sayang"ucap ruka


"maaf ya karena aku kamu terbangun"ucap haru


"tidak apa apa sayang"ucap ruka


"tunggu kamu datang sendiri!"ucap haru


"iya aku bawah mobil sendiri"ucap ruka


"itukan bahaya sayang astaga"ucap haru


"maaf sayang aku bosan dirumah sendirian jadi aku kemari, tapi kalau kamu tidak suka aku pulang"ucap ruka


"tunggu aku tidak marah aku cuma khawatir pada keadaan kamu"ucap haru


"hemm"


"yasudah nanti pulang kita beli makanan"ucap haru


"iya baiklah.


haru dengan tenang bekerja karena dia bisa melihat ruka istrinya secara langsung.


salah satu karyawan masuk dan mengobrol dengan haru sedangkan ruka melihat lihat ke jendela tiba tiba dia melihat pria yang pernah mengambil gambarnya secara diam diam dan tidak tahu terimakasih.


Ruka merasa kesal karena dia benci orang itu.


"sayang kamu kenapa?"ucap haru


"aku tidak mau"ucap ruka


"kamu marah?"ucap haru


"tidak cuma kesal"ucap ruka


"kesal kenapa?"ucap haru


"tadi aku lihat pria yang sudah aku tolong tapi diam diam dia ambil gambar aku"ucap ruka


"kamu ingat ciri cirinya?"ucap haru


"ia sayang"ucap ruka.


haru langsung menengkan ruka dengan memeluknya sambil berpikir untuk mencari orang itu sampai ketemu.


malam tiba haru dan ruka langsung pulang rumah dan ternyata Sion dan suha dijaga oleh anak buah haru.


anak buahnya memberi kalau suha demam dan tidak mau minum obat kalau tidak ada mama dan papanya.


ruka yang panik ingin lari keatas, tapi untungnya di tahan oleh haru dan berjalan perlahan.


sampai dikamar terlihat Sion membantu adiknya makan.


"sayang suha aku takut"ucap ruka


"kamu tenang yah aku telfon dokter sekarang"ucap haru


"iya iya"ucap ruka.


tidak lama dokter datang dan langsung mengecek keadaan Sion.


"paman dokter adik aku baik baik saja kan"ucap Sion


"ia adik kamu baik baik saja"ucap dokter


"terimakasih dokter"ucap Sion.


dokter langsung mengobrol langsung dengan haru dan ruka.


"bagaimana dokter?"ucap ruka


"begini anak ibu dan bapak mencicip makanan pedas karena terlihat dia terus mengucapkan sakit"ucap dokter


"apa itu berbahaya dokter?"ucap haru


"tidak tapi harus rutin minum obat agar cepat pulih"ucap dokter


"baiklah dokter terima kasih"ucap haru


"sama sama saya permisi dulu"ucap dokter.


ruka bertanya pada Sion apa yang dimakan suha waktu disekolah.dan ternyata dia makan ayam pedas dari temannya.


ruka yang tidak mau terlihat panik didepan Sion dan memberi obat pada suha dan menyuruh mereka istirahat.


Ruka dan haru langsung kekamar untuk istirahat tapi tiba tiba...


"sayang kaki aku"ucap ruka suara kaget


"kenapa kaki kamu!"ucap haru


"sakit sekali"ucap ruka


"mari aku kompres dengan air hangat biar sakitnya hilang"ucap haru.


"makasih sayang"ucap ruka


.


.


.


beberapa menit kemudian ruka sudah tertidur dengan memeluk tangan haru dan tidak ingin melepaskan tangan haru.


Haru yang ingin lanjutkan kerja harus tidur karena tidak ingin membangunkan ruka dengan melepaskan tangannya.


kebahagiaan mereka tidak pernah hilang atau pudar...