
dia memikirkan siapa orang yang bertopeng itu dan apa yang akan dia lakukan pada ruka.
"kenapa kamu belum tidur haru"ucap ruka
"maaf kamu terbangun tapi siapa dia"ucap haru
"sudah jangan di pikirkan ayo tidur"ucap ruka.
mereka berdua langsung tidur.
saat pagi tiba haru melihat ruka sudah tidak ada di kamar dia panik takut dia telah di culik
"kemana dia,mba lihat ruka"ucap haru
"dia sedang memasak di dapur"ucap mba
dia langsung menuju ke dapur
"haru kamu sudah bangun"ucap ruka
"kamu kenapa tidak pakai kursi roda,ayo cepat"ucap haru
"aku tidak apa apa aku bosan di kursi roda"ucap ruka
"baiklah aku tidak bisa berbuat apa apa"ucap haru.
mereka berdua menghabiskan waktu bersama dengan memasak kebahagiaan terpancar di wajah mereka berdua terutama haru dia paling bahagia karna menurut dia tidak ada yang sebahagia dirinya.
saat mereka sedang bahagia suara orang panggil
"permisi...permisi...
haru langsung pergi
"siapa"ucap haru
"ini benar tempat ruka tinggal?"
"benar,kamu?"
"saya teman ruka"
tiba tiba ruka datang
"siapa"..
"kamu kenapa bisa tahu aku disini?"ucap ruka
"dari teman kamu di kantor"
dia mau memeluk ruka tapi di hadang oleh haru
"kamu mau apa?"ucap haru
"saya mau meluk ruka,boleh kan?"ucapnya
"tidak boleh saya suaminya"ucap haru
"APA???
"kenapa bicara begitu"ucap haru dengan berbisik
"memang benar kan?"ucap haru
teman ruka dengan tiba tiba ingin segera pergi
"kalau begitu saya pergi dulu sampai jumpa lagi"ucapnya
"dasar karna kamu dia pergi tukang jahil memang"ucap ruka
"memangnya sedekat apa kalian"ucap haru
"dulu dia juga bekerja di kantor kamu dan dekat begitu lama sampai waktu pulang kantor dia mengatakan suka padaku tapi aku tidak punya perasaan padanya dan lebih aneh besoknya dia berhenti"ucap ruka
"kasian"ucap haru dengan suara tertawa
"dasar kamu ini"ucap ruka
mereka berdua langsung pergi sarapan pagi.
di meja makan
"aku mau bicara sama kamu"ucap haru
"bicara apa"ucap ruka
"nanti dikamar selesai sarapan"ucap haru
"baiklah".dan setelah beberapa menit mereka berdua langsung pergi ke dalam kamar.
"ohia apa yang mau kamu bicarakan?"ucap ruka
"kamu mau menikah dengan ku"ucap haru
"kamu yang benar?'ucap ruka
"aku benar tidak berbohong,kamu maukan?"ucap haru
dia terdiam tapi dalam hatinya dia mau menikah dengan haru tapi dia tidak akan menikahnya sebelum bisa berjalan
"haru bukannya menolak aku sangat mencintaimu tapi aku harus bisa berjalan dengan normal lagi aku tidak mau kamu dianggap menikahi wanita cacat seperti aku"ucap ruka dengan sedih
"kamu jangan bicara seperti itu tidak ada yang akan berkata seperti itu aku pun tidak"ucap haru
"itu menurut kamu tapi kalau kamu mau menikahi wanita lain aku tidak apa apa tenang aja"ucap ruka
"tidak itu tidak akan mungkin terjadi aku akan menunggu kamu"ucap haru
ruka langsung memeluk haru"makasih kamu mau menunggu aku"
"sama sama".
di satu sisi ruka merasa bersalah tapi dia berjanji akan mulai berjalan kembali demi haru.di sisi lain haru senang karna ruka mau menikah dengannya walaupun bukan sekarang.
tanpa sadar hari sudah malam mereka berdua tidak menyadari mereka menghabiskan waktu bersama tanpa mengenal waktu.ruka membangunkan haru
"haru haru ayo bangun"ucap ruka
"kenapa kamu tidak pakai kursi roda nanti jatuh"ucap haru
"tapi kamu belum sembuh total"ucap haru
"sudah aku tidak apa apa,ayo makan malam aku sudah masak untuk kamu"ucap ruka
"baik aku akan makan"ucap haru
saat ruka menemani haru makan tiba tiba suara telfon haru berbunyi
"drettt....drettt"
"ada apa"ucap haru
"boss salah satu karyawan membawah kabur uang perusahaan"ucap anak buahnya
"apa,apakah dia laki laki yang kita curiga di cctv itu?"ucap haru
"benar boss dia kabur keluar negeri dan kita harus pergi mencarinya"ucap anak buahnya
"baiklah kita pergi besok pagi"ucap haru
tit..tit...
tapi dia tidak tega meninggalkan ruka sendiri apalagi sekarang ada yang mengincar ruka tapi ruka meyakinkan haru
"kamu pasti khawatir sama aku kan,aku disini tidak apa apa"ucap ruka
"tapi kalau orang bertopeng datang lagi dan buat kamu terluka bagaimana?"ucap haru
"aku tidak apa apa,dan kalau dia datang aku pasti akan langsung telfon kamu"ucap haru
"baiklah kamu harus hati hati"ucap ruka
"ayo tidur ini sudah sangat larut malam"ucap haru...
pagi pagi....
ruka sudah menyiapkan koper yang dia akan bawah tanpa sadar haru menatapnya dari tempat tidur dengan tersenyum...
"kamu cantik kalau sedang serius"ucap haru
"mulai lagi kamu"ucap ruka
"aku jujur kamu malah bicara seperti itu"ucap haru
"sudah bangun cepat dan mandi nanti kamu bisa terlambat"ucap haru
haru langsung bangun dan bersiap siap setelah selesai bersiap dia menyuruh anak buahnya untuk berjaga rumahnya terutama ruka.dia langsung berpamitan pada ruka walaupun barat dia meninggalkan ruka seorang diri.
"sampai bertemu lagi"ucap ruka
dan dia pergi saat itu juga ruka berjanji saat haru pulang dia sudah bisa berjalan lagi tanpa haru dibantu kursi roda lagi.
1 hari setelah haru pergi
"aku harus mulai sekarang tapi keluar tidak mungkin ada orang suruhan haru kalau aku paksa pergi mereka akan hajar haru kan jadi kasian bagaimana ya"dengan berpikir"
ruka tidak kehilangan akal dia akan belajar di dalam kamar agar tidak jatuh dan ada pegangan juga.
dia mulai berjalan...
satu Minggu berjalan dia sudah begitu lancar dan dibantu dia sangat senang kejutan yang akan dia tunjukkan pada haru akan jadi kenyataan.
saat dia sedang berlatih tiba tiba orang bertopeng melemparkan kamarnya dengan batu untungnya tidak terkena pada.dia langsung keluar kamar mau memberitahu pada anak buahnya haru,tiba tiba ruka terkena goresan dan tangannya terluka.
dia tidak jadi keluar karna tidak mau mereka melaporkan pada haru dan dia jadi khawatir dia langsung kembali kekamar mengobati lukanya
"aduhh...sakit bagaimana lukanya besar tapi untuk kerumah sakit tidak mungkin nanti ketahuan haru.
ohia aku punya ide"..
dia kembali kebawah
"boss mau kemana"
"saya mau kerumah sakit untuk kontrol"ucap ruka
"baiklah mari kami antar"
2 orang anak buah mengantar ruka dirumah sakit dan sampai balik lagi kerumah.
"untungnya mereka tidak tahu"ucap ruka
di tempat berbeda haru menelfon anak buahnya bahwa dia akan pulang malam ini dan jangan beritahu ruka..
malam pun tiba dan haru sudah tiba dirumah dan saat dia masuk kekamar dia melihat ruka sedang membersihkan lukanya
"kamu kenapa"ucap haru
"kamu sudah pulang,kenapa tidak bilang"ucap haru
"aku mau kasih surprise sama kamu,tapi jelaskan dulu kenapa ini"ucap haru
"jadi tadi aku sedang jalan cuman disini terus tiba tiba orang bertopeng lempar batu untung tidak kena,karna aku takut jadi aku mau bilang sama anak buah kamu tapi malah begini"ucap ruka
"itu pasti sangat sakit"ucap haru
"sudah ini aku baik baik saja,kamu pergi mandi dulu"ucap ruka
haru langsung bersih bersih tapi dia begitu marah berkali kali orang melukai ruka tapi tidak haru yang membelanya tapi haru tidak mau ruka melihat dia penuh emosi.dia keluar dan menemui ruka
"ini aku bawakan makan untuk kamu,dan aku sudah berjalan lagi"ucap ruka
"ini beneran kamu kan?"ucap haru
"benar aku seperti ini karna kamu selalu mendukung"ucap ruka
"makasih ruka"ucap haru
mereka berdua berpelukan dan sangat terlihat kebahagiaan di mata haru dan tiba tiba dia Teringat sesuatu
"ruka besok aku punya kejutan buat kamu besok"
"sekarang tidak bisa?'ucap ruka
"sabar yah"...