
satu hari berlalu dan pagi pagi sekali haru sudah pergi kekantor sampai dikantor tuan Alex memberi ancaman pada haru.
tuan Alex akan membuat dia dan ruka berpisah, tapi haru tidak takut malah sebaliknya.
haru mengancam balik tuan Alex dengan memberikan video anaknya yang di tahan haru.tuan laex yang melihat itu sangat terkejut dan marah kenapa dia sampai lupa pada anaknya.
di telfon mereka berdua berbicara...
"lepaskan anakku"ucap tuan alex
"datang di hadapanku baru saya lepaskan dia"ucap haru
"itu tidak akan mungkin"ucap tuan Alex
"kalau begitu ucapan sesuatu pada anakmu tersayang"ucap haru
"tunggu...baiklah aku akan kesana"ucap tuan Alex
"oke,tapi dimana anda bersembunyi"ucap haru
"aku tidak keluar negeri sebenarnya, tapi aku di rumah lamaku"ucap tuan Alex
"kau cukup pintar, tapi aku tunggu sekarang juga"ucap haru.
haru langsung mematikan telfonnya dan tuan Alex langsung cepat masuk mobil dan berangkat.
Ditempat lain selesai ruka menjemput anak anak dia ly pergi ke rumah sakit untuk cek kandungannya.
dan tidak lama sampai di rumah sakit.
"Sion dan suha tunggu di sini yah"ucap ruka
"iya mama"ucap mereka.
ruka langsung masuk ruangan dan dokter langsung periksa.
"bagaimana dokter?"kandungan ibu lemah, tapi saya belum bisa tahu pasti apa penyebabnya nanti kalau sudah 5 atau 6 bulan baru bisa tahu"ucap dokter
"baiklah dokter saya permisi dulu"ucap ruka
"untuk sementara harap vitamin ya Bu"ucap dokter
"baik dokter"ucap ruka.
Ruka langsung keluar dan terlihat diwajahnya ada sedikit ketakutan tapi dia tidak mau memperlihatkan pada suami dan anak anaknya.
"mama ibu dokter bilang apa"ucap Sion
"ibu dokter bilang adiknya sehat"ucap ruka
"aku senang mama sebentar lagi akan jadi kakak"ucap Sion
"iya sayang"ucap ruka.
mereka langsung pergi ke mobil dan pulang rumah.
ditempat lain tuan Alex telah sampai di tempat yang haru atur.
"apa yang kamu mau"ucap tuan Alex
"lepaskan anak itu"ucap haru
"baik bisa"ucap anak buahnya.
"anda pergi jauh dari sini dan jangan memperlihatkan muka anda lagi, tapi kalau sampai aku tahu ingat kamu tidak akan selamat"ucap haru
"aku tidak takut dengan ancamanmu itu"ucap tuan Alex
"terserah tapi semua aset pribadi anda, bahkan perusahaan besar anda ada ditangan saya sekarang"ucap haru
"jangan macam macam"ucap tuan Alex.
tidak lama perusahaan milik tuan Alex sudah masuk berita.
"lihat kan saya sudah beri anda pilihan, tapi anda menolak jadi selamat bersenang-senang di dalam sana"ucap haru.
Petugas membawanya..
selesai dengan urusannya haru langsung pulang, tapi saat masuk anak anak langsung menghampirinya
"papa..."ucap Sion dan suha
"kenapa anak anak papa terlihat sedih"ucap haru
"papa dari tadi kita pulang sekolah mama tidak keluar kamar"ucap Suha
"ayo kita pergi lihat"ucap haru
"iya pa"ucap Sion dan suha.
mereka langsung naik tangga dan mengetok pintu kamar.
"tok..tok"suara pintu
"masuk"ucap ruka suara sedih.
"kamu sudah pulang eh..tunggu sebentar aku masak dulu"ucap ruka menahan air mata.
"tunggu sayang.."ucap haru
"hiksss....hiksss..hiksss"ruka menangis.
"anak anak papa mama sedang sakit jadi kalian langsung tidur yah"ucap haru
"baik papa"ucap Sion dan suha.
Haru langsung menyuruh ruka duduk dan membuatnya tenang supaya bisa cerita.
"sudah bisa cerita?"ucap haru
"iya sayang"ucap ruka
"ada apa"ucap haru
"kata dokter kandungan aku lemah, tapi belum bisa dipastikan penyebabnya apa"ucap ruka
"tidak usah aku sudah coba, dan mereka mengatakan hasil akan keluar saat 5 atau 6 bulan"ucap ruka
"kamu akan baik baik saja begitu juga calon anak kita"ucap haru
"kamu yakin sayang"ucap ruka
"aku sangat yakin"ucap haru.
Haru langsung mengajak ruka istirahat karena takut dia sakit dan terjadi sesuatu.saat ruka sudah tertidur haru langsung keluar dan menelfon teman dokternya.
Dia menceritakan semua yang ruka alami pada temannya itu.
"kondisi seperti itu ada dua hal bisa kabar baik dan bisa juga kabar buruk"ucap temannya.
"maksud dokter apa?"ucap haru
"begini kabar baiknya ibu dan anak saat melahirkan bisa selamat, tapi buruknya hanya bisa menyelamatkan 1 nyawa saja"ucap dokter.
haru yang mendengar itu langsung terkejut dan menjatuhkan handphone itu ke lantai dan seketika dia teringat bagaimana saat dia berkali kali hampir kehilangan ruka dia begitu takut sampai tidak bisa hidup tanpanya.
dia cepat masuk kamar dan memeluk ruka dan mengatakan dalam hatinya dia tidak bisa kehilangan ruka dia tidak mampu.
sampai pagi hari ruka sudah bangun dan menyiapkan makanan dan bekal untuk suami dan anak anaknya.
setiap hari dia mencoba kuat dan tidak sedih lagi.
.
.
.
.
.
6 bulan kehamilan ruka~
waktu untuk pergi ke dokter dan dia temani suami dan kedua anak kembarnya.tiba di rumah sakit ruka menyuruh haru menemani anak anak diluar
dokter mulai cek ruka...
"bagaimana dok?"ucap ruka
"maaf tapi saya harus memberitahu pada ibu"ucap dokter
"apa dokter"ucap ruka
"nyawa ibu akan terancam jika ibu memaksa melahirkan anak ini"ucap dokter.
dengan menangis ruka masih tidak percaya.
"aku akan melahirkan anak ini"ucap ruka
"tapi Bu"ucap dokter
"tidak ini keputusan aku"ucap ruka
"baiklah kalau itu keputusan itu"ucap dokter
"sebelum pergi saya mohon dokter jangan memberi tahu suami saya"ucap ruka
"iya Bu"ucap dokter.
ruka langsung keluar dan menghampiri suami dan anak anaknya.
"apa kata dokter sayang"ucap haru
"aku dan anak kita baik baik saja"ucap ruka sambil menahan sedih
"aku sangat senang sayang"ucap haru
"iya sayang"ucap ruka.
Mereka langsung keluar dan masuk mobil dan pulang, tapi sepanjang perjalanan muka ruka sangat sedih haru berpikir ada yang disembunyikan oleh ruka dan dia harus mencari tahu besok hari.
Tidak lama sampai dirumah dan ruka mengantar Sion dan suha kelakar untuk tidur dan dia kembali ke kamar.
Mereka semua langsung istirahat...
Pagi tiba ruka masih tidur sedangkan haru sudah bangun dan mempersiapkan perlengkapan sekolah anak anak dan sarapan mereka.
"pagi sayang"ucap haru
"hah pagi juga sayang"ucap ruka
"ini aku buatkan susu untuk kamu minum"ucap haru
"makasih sayang "ucap ruka.
"sayang aku langsung berangkat ya soalnya ada meeting pagi dan juga harus mengantar anak anak sekolah"ucap haru
"iya sayang hati hati"ucap ruka.
Haru serta dengan anak anak langsung berangkat.
selesai mengantar anak anak sekolah ternyata haru kerumah sakit karena ingin menanyakan kondisi sebenarnya tentang ruka.
Tidak lama sampai dirumah sakit dan haru langsung menghampiri ruangan yang memeriksa ruka.
"ada perlu apa?"ucap dokter
"saya suami ibu ruka dan saya mau tanya kebenaran tentang kehamilan istri saya"ucap haru
"saya sudah berjanji tidak akan memberitahu"ucap dokter
"dokter tolong katakan saya suaminya dan say berhak tahu kondisinya"ucap haru
"baiklah"..
setelah mendengar hasil sebenarnya haru mungkin ucap tidak percaya apa yang dikatakan oleh dokter itu.