
Karena ruka takut meminumnya dia dengan sengaja membuang teh itu dan ekspresi guru Wei terlihat marah.
"aduh saya minta maaf guru wei"ucap ruka
"sudah tidak apa apa nanti saya buatkan lagi"ucap guru Wei
"sekali lagi maafkan saya"ucap ruka
"iya sebentar saya ambilkan lagi"ucap guru wei.
saat guru Wei kedapur ruka mencari sesuatu untuk keamanan dirinya dan dia temukan pisau kecil disebuah lemari.
ruka langsung menyimpan pisau itu.
tiba tiba guru Wei itu datang dengan membawa lagi minuman.
"ini tehnya dan jangan sampai seperti tadi"ucap guru Wei
"ohia itu tidak akan terjadi"ucap ruka.
ruka yang takut langsung menukar minuman itu,tapi diketahui guru Wei.
"saya tahu anda menukarnya kan"ucap guru Wei
"t..tidak saya tidak menukarnya"ucap ruka
guru Wei mendekati ruka dan untungnya ruka cepat mengeluarkan pisau itu.
"jangan mendekat atau.."ucap ruka
"atau apa! atau kau yang aku harus singkirkan"ucap guru Wei
"aku tidak pernah ada salah padamu guru wei"ucap ruka
"memang,tapi aku menyukai suamimu dan aku harus mendapatkannya"ucap guru Wei
"heh itu tidak akan pernah terjadi karena suamiku hanya mencintaiku saja"ucap ruka
saat itu guru Wei merasa marah dengan perkataan ruka dan dia mencoba lebih dekat dengan ruka.
dia yang sangat takut berpikir keras apa yang harus dia lakukan dan yang terpikir olehnya ada membunuh guru itu,tapi disatu sisi dia tidak mau takut untuk melakukan itu
dilain sisi guru Wei semakin dekat ...
"j..ja..jangan mendekat"ucap ruka
"sudah terlambat"ucap guru Wei
"to..tolong aku..."suara rakyat ruka berteriak
"tidak ada yang bisa mendengar teriakan mu itu"ucap guru Wei.
.........
"lalu apa yang kamu inginkan"ucap ruka
"lepaskan haru selamanya"ucap guru Wei
"tidak akan"ucap ruka
saat guru Wei memegang leher ruka dengan cepat tangan ruka menggoreskan pisau ke tangan guru wei dan akhirnya guru Wei melepaskan cengkraman dileher ruka.
guru Wei sangat kesakitan dan ruka mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri.
"jangan lari kamu ah..tanganku"ucap guru Wei
"aku harus cepat masuk mobil kalau tidak di akan membunuhku"ucap ruka
ruka sudah didalam mobil saat dia mengendarai dengan cepat tiba tiba guru Wei mencegah dan tidak sengaja tertabrak.
ruka langsung keluar dan terlihat sangat takut,tapi untungnya haru langsung menghampirinya.
"sayang aku disini"ucap haru
"aku..aku menabrak orang"ucap ruka suara takut
"kamu tidak sengaja sayang"ucap haru
"tidak aku menabrak guru wei..astaga aku harus menyerahkan diri"ucap ruka
"sayang dengar aku.."ucap haru
"hah.."suara ketakutan ruka
"dengar yah ini kesalahan dia sendiri dan aku sudah merekam semuanya tadi"ucap haru
"aku serius kan"ucap ruka
"iya sayang aku serius dan dari rumah aku sudah mengikutimu"ucap haru
"sayang hikss..hikss aku pikir aku akan"ucap ruka suara menangis
"jangan berkata seperti itu"ucap haru
"hiks...hikss iya"ucap ruka
"ayo pulang "ucap haru
"terus dia bagaimana"ucap ruka
"anak buah akan mengurusnya"ucap haru.
haru langsung mengantar ruka pulang dan sepanjang perjalanan tangan ruka tidak berhenti gemetar karena masih takut.
dia sudah mencoba tenang dan tidak bisa,tapi untungnya haru langsung menggenggam tangan ruka
haru menyuruh ruka untuk istirahat agar lebih tenang tiba tiba telfon haru berbunyi dan itu dari anak buah.
"dring...dring.."
"hallo ada apa?"ucap haru
"boss guru itu masih hidup"ucap salah satu anak buah
"apa!"ucap haru
"ada apa sayang"ucap ruka
"tidak apa apa hanya urusan kantor"ucap haru
"baiklah"ucap ruka
"ehemm..jika sudah sadar laporan padaku"ucap haru
"baik boss"ucap anak buahnya itu
"tititttt.."
haru melihat ruka sudah tertidur pulas dan anak salah satu anak buahnya mengirim video tentang Sion dan suha.
dalam video itu Sion dan suha mengatakan sangat merindukan mama dan papanya dan ingin mereka cepat pulang.
haru yang melihat itu tertawa karena anak anaknya tapi disatu sisi dia sedih tentang ruka.
tidak terasa sudah sampai dirumah dan haru menggendong ruka untuk kekamar.
"mama papa..."ucap Sion dan suha
"sttt mama sudah tidur sayang"ucap haru
"ohia maaf pa"ucap Sion dan suha
"sebentar papa bawah mama kekamar dulu"ucap haru
"iya papa"ucap Sion dan suha.
selesai membawa ruka kekamar dia kekamar anak anak
"maaf ya papa dan mama baru pulang"ucap haru
"iya pa,tapi kita lapar papa"ucap Sion dan suha
"bagaimana kalau kita pesan makanan"ucap haru
"iya pak yesss"ucap Sion dan suha
setelah pesan makanan mereka langsung menunggu diruang tamu sambil nonton tv.tidak lama kurir makanan datang
"Ding..dingg"
"sebentar paman"ucap Sion
"ini makanannya"
"makasih paman dan ini uangnya"ucap Sion
"sama sama"
Sion kembali dalam rumah dan mereka langsung makan tiba tiba haru teringat kalau ruka juga belum makan.diang langsung berlari kekamar saat sampai dia melihat ruka baru selesai mandi dan sedang mengeringkan rambut.
"ada apa sayang"ucap ruka
"ayo kita makan sama sama dibawah"ucap haru
"kamu duluan ya aku keringkan rambut dulu"ucap ruka
"sayang ayo pliss"ucap haru
"iya iya ini demi kamu yah"ucap ruka
"yesss...
mereka berdua langsung turun untuk makan.diruang tamu tercipta tawa bahagia haru yang melihat istri dan anak anaknya bahagia dia juga ikut bahagia.apalagi ruka yang masih ada ketakutan tapi bersama mereka dia bisa melupakan semua itu.
terlalu asik sampai anak anak tertidur diruang tamu dan begitu juga ruka tertidur dipelukan haru.
"astaga aku harus membawa yang mana lebih dulu"ucap haru suara senyum
tiba tiba ruka bersuara
"anak anak dulu baru aku"ucap ruka
"kamu yakin"ucap haru
"yakinlah"ucap ruka
"baiklah sebentar yah"ucap haru
ruka melanjutkan tidurnya dan haru membawah Sion dan suha kekamar.saat dia kembali kebawah dia melihat ruka sudah tertidur.
haru dan ruka terlihat bahagia dengan keluarga kecil mereka,tapi disatu sisi ketakutan didalam hati ruka masih ada dan sangat membekas dihatinya.
mereka melanjutkan tidur mereka...
.
.
.
pagi tiba dan dihari libur...
haru mengajak istri dan anak anaknya untuk jalan jalan.
mereka semua bersiap siap lalu masuk mobil.tujuan pertama mereka adalah rumah makan karena mereka semua belum makan.
"kita mau makan dimana?"ucap ruka
Sion dan suha tertarik dengan makanan luar
"makanan luar saja mama"ucap Sion dan suha
"baiklah kita makan disana"ucap ruka
setelah memilih mereka menuju ketempat itu.tidsk lama mereka sampai dan langsung pesan karena anak anak sudah sangat lapar.
saat itu ruka lagi lagi terlihat panik,tapi dia mencoba tetap tenang karena tidak mau membuat suami dan anaknya khawatir.