Fell In Love With A Mafia Boss

Fell In Love With A Mafia Boss
SION DAN SUHA KECIL



pagi pagi sekali...


ruka sedang siapkan anak anaknya untuk berjemur Dimata hari pagi supaya sehat dan haru masih tidur karena semalam dia jaga sion dan suha.


saat sedang berjemur haru keluar dan panik


"sayang nanti mereka gosong"ucap haru


"haha kata siapa kamu suka bercanda"ucap ruka


"aku serius sayang"ucap haru


"jangan takut matahari pagi sehat untuk bayi seperti mereka"ucap haru


"kenapa tidak bilang dari tadi"ucap haru


"barusan aku bilang"ucap haru


"iya deh..


saat mulai siang ruka dan haru bawa masuk anak mereka karena akan di beri ASI oleh haru.


setelah itu Sion dan suha tidur siang.


hari hari keluarga kecil mereka sangat bahagia penuh dengan canda tawa tiap hari.


tanpa terasa Sion dan suha 4 bulan dan haru dan ruka membawa untuk kerumah sakit untuk suntik tapi haru yang takut


"sayang jangan disuntik nanti mereka nangis"ucap haru


"sayang itu wajib jadi ayo kita pergi"ucap ruka


"ayo"ucap haru


tidak lama mereka tiba dirumah sakit dan nama Sion dan suha langsung dipanggil tapi saat diruangan haru tidak menaruh suha di tempat suntik


"sayang ayo cepat"ucap ruka berbisik


"tidak nanti anak aku menangis"ucap lion


"mari mari nanti semakin malah"ucap ruka


dan dokter mempersiapkan suntikannya dokter tertawa karena haru


"bukannya mamanya yang menangis ini ayahnya"ucap dokter


dokter selesai menyuntik Sion dan suha menangis dan haru membujuknya setelah itu mereka pulang.


"sayang kamu marah?" ucap ruka


"ia aku marah"ucap haru


"tapi kenapa"ucap ruka


"kamu paksa Sion dan suha suntik"ucap haru


"sayang kalau tidak suntik mereka dengan mudah terkena sakit"ucap ruka


"hmm..


"jadi masih marah oke silahkan marah terus"ucap ruka


ruka langsung kekamar membawah anak anak untuk tidur dan besoknya saat haru bangun dia tidak melihat ruka dia sudah mencari keseluruh ruangan rumah tidak ada.


haru menangis berpikir karena dia ruka pergi karena dia.


tidak lama ruka masuk dan haru langsung memeluknya


"hiksss...hiksss sayang jangan pergi"ucap haru


"maksud kamu apa"ucap ruka


"kamu pergi kemana aku takut hikss..hikss"ucap haru suara menangis


"aku pergi ke supermarket"ucap ruka


"kenapa tidak ajak aku dan anak anak atau kamu bertemu wanita lain"ucap haru


"tidak aku pakai terus jam dari kamu kalau tidak percaya coba cek aku kemana"ucap ruka


"ia aku percaya lain jalin panggil aku dan anak anak"ucap haru


"iya janji"ucap ruka


ruka kembali kedapur untuk masak sarapan haru .


haru sudah mulai kerja karena dia sedang membuat proyek bangunan karena kantor dulunya sudah dia berikan pada suasananya.


haru berpamitan pada ruka dan anak anaknya


"aku berangkat kalau perlu sesuatu telfon aku"ucap haru


"iya ayo nanti terlambat"ucap ruka


haru pun pergi dan ruka bersama anak anaknya dirumah menghabiskan waktu bersama.


dirumah ruka merasa anak anaknya belum punya mainan dan pakaian masih kurang jadi ruka bersiap untuk pergi ke mall.


"sekarang kita ke mall sayang"ucap ruka pada anak anaknya.


mereka langsung berangkat dan ditempat lain handphone haru berbunyi karena ruka keluar.


handphone haru terhubung dengan jam ruka jadi saat ruka pergi keluar rumah otomatis berbunyi.


haru yang melihatnya langsung melihat lokasi ruka


tapi tiba tiba ruka menelfonnya


"Dringg...dringg...


"ia halo sayang"ucap haru


"sayang aku sama anak anak pergi ke mall"ucap ruka


"ohia hati hati kalau ada sesuatu langsung telfon"ucap haru


"ia sayang"ucap ruka


saat sampai di mall ruka langsung mencari pakaian untuk kedua anaknya setelah dapat dia langsung membeli semua begitu juga dengan mainan.


saat sedang asik berbelanja keperluan anaknya tanpa sadar hari sudah malam dan ruka meminta haru untuk jemput dan haru langsung datang.


"sudah selesai belanja sayang"ucap haru


"sudah semua"ucap ruka


"tapi ini semua hanya pakaian Sion dan suha punya kamu mana?"ucap haru


"oh aku tidak perlu anak anak saja dan aku juga beli buat kamu nanti kita coba dirumah"ruka


("sayang kamu begitu sayang pada kami sampai kamu lupa diri kamu"ucap haru dalam hati)


"sayang...sayang."ucap ruka


"hah kenapa"ucap haru


"kamu kenapa ko diam"ucap ruka


tidak lama kemudian mereka tiba dirumah dan ruka langsung menidurkan Sion dan suha.


setelah itu ruka mengeluarkan belanjaannya untuk haru.


"sayang ini semua buat aku?" ucap haru


"ia,sayang tidak menyukainya"ucap ruka


"aku suka tapi kamu harus pikirkan kamu juga sayang"ucap haru


"sayang aku tidak perlu untuk apa coba,yang penting itu kalian"ucap ruka


"makasih sayang kamu selalu peduli aku dan anak anak"ucap haru


"ia sama sama"ucap ruka


mereka langsung istirahat...


saat pagi pagi ruka bangun sarapan sudah siap dan Sion dan suha bahkan sudah rapi dia bingung tapi tiba tiba haru masuk kekamar.


"sayang semua sudah siap"ucap haru


"semua ini kamu yang siapkan!"ucap ruka


"ia aku,ayo kita sarapan dibawah"ucap haru


haru dan ruka turun dan langsung sarapan tiba tiba haru terpikir sesuatu dan dia langsung pamit.


"sayang aku pamit nanti terlambat"ucap haru


"hati hati dijalan dan jangan lupa pamitan juga sama Sion dan haru"ucap ruka


"ia sayang..


selesai itu dia pergi ke mall dan memborong semua baju untuk ruka.


saat jam makan siang ruka sedang menonton tiba tiba bell rumah berbunyi


"Ding..Ding...


"siapa"ucap ruka sampai terkejut


"ini pesanannya Bu"ucap anak buah haru


"tunggu sebanyak ini! kalian tidak salahkan"ucap ruka


"tidak kami benar"ucap mereka


"taruh saja disitu"ucap ruka


setelah terimah semua ruka langsung telfon dan menanyakan semua itu.


ternyata benar semua untuk ruka karena haru tidak mau ruka melupakan dirinya karena memikirkan haru dan anak anaknya.


ruka berterimakasih pada haru karena selalu menyayanginya.


"terimakasih sayang sebagai istri aku akan selalu ada disisi kamu bahkan aku siap korbankan nyawa aku demi kamu"ucap ruka


"sttttttt sayang aku sudah bilang jangan berkata seperti ini lagi"ucap haru


"ia sayang"ucap ruka


malam tiba...


seorang ibu datang marah marah dirumah haru dan ruka dia begitu emosi karena anak satu satunya haru masukkan kepenjara karna korupsi.


ibu itu berpikir itu hal biasa tapi bagi haru itu salah.


dan haru dan ruka yang sedang bermain dengan Sion dan suha langsung keluar.


saat membuka pintu ibu itu mau menampar haru tapi ruka menghalangi.


"sayang pasti sakit"ucap haru


"tenang saja aku baik baik saja sayang"ucap ruka


"keluarkan anakku sekarang dasar laki laki gila"ucap ibu itu


"anak ibu salah jadi hukumannya"ucap haru


"sayang jangan terlalu dekat aku takut"ucap ruka


"kamu diam disini saja nanti aku yang maju"ucap haru


"ibu tenang kita bisa bicarakan baik baik"ucap haru


saat haru balik badan ibu itu menggambil pisau di celananya dan ingin menusuk haru tapi ruka lihat dan dia yang terkena tusukan.


ruka tersenyum pada haru dan tidak sadarkan diri lagi


"sayang...sayang bangun aku mohon jangan tinggalkan aku lagi"ucap haru suara tangisan


"itu balasanku"ucap ibu itu


"tangkap dia dan buat dia merasa apa yang aku rasakan"ucap haru pada anak buahnya


ibu itu langsung dibawah anak buah haru ke penjara dan anaknya di bebaskan tapi dihabisi oleh haru sendiri.


haru langsung larikan ruka kerumah sakit karna sudah banyak kekurangan darah.


"sa..sayang aku tidak kuat lagi"ucap ruka suara menangis


"kamu harus bertahan sayang kita akan sampai hikss"ucap haru suara menangis


dan sampai di rumah sakit


ruka langsung di bawah ke ruangan untuk ditangani dokter.


beberapa jam kemudian dokter keluar.


"sudah tapi dia masih kritis dan belum langsung sadar juga"ucap dokter


"dokter..tolong saya"ucap haru suara menangis


"maaf pak kita tunggu dia sadar saja"ucap dokter


haru masuk kedalam menggunakan pakaian yang diberikan suster.


"sayang bangun ayo kita pulang hikss... kenapa sayang hikss hiksss...


.


.


.


sudah seminggu berlalu ruka juga belum sadar tapi pada malam hari


"ha..haru ehh"ucap ruka suara pelan


"hah sayang kamu sudah sadar sebentar aku panggil dokter"ucap haru


dokter langsung datang dan walaupun ruka sudah sadar tetap kondisinya belum pulih total itu yang dokter katakan pada haru dan ruka.