
besok pagi...
ruka diam diam mengambil handphone haru karna ingin mencari tahu
"dimana handphone dia kenapa tidak ada"ucap ruka
"ehemmm..
"aduhh kan ketahuan"ucap ruka
"mau cari handphone?"ucap haru
"tidak siapa bilang,aku permisi dulu dada"ucap ruka
"ta..tapi"ucap haru
ruka begitu penasaran kejutan apa yang akan haru berikan padanya sampai waktu terasa lama bagi ruka.
"hah sudah lupakan nanti aku bisa gila karna pikiran itu"ucap ruka
"kamu kenapa ada yang di pikirkan"ucap haru
"ia karna kamu"ucap ruka dengan sedih
"aku tahu kamu sudah tidak sabar tapi tenang nanti kamu sakit terlalu di pikirkan"ucap haru
"baiklah"ucap ruka
"dari pada kamu sedih bagaimana kalau kita pergi belanja saja"ucap haru
hemmm
"tidak usah nanti uang kamu habis"ucap ruka dengan sedih
"tidak ayo kita berangkat"ucap haru
"baiklah"
mereka berdua pergi ke mall untuk belanja mau menenangkan pikiran ruka dan saat di mobil haru telfon seseorang dan berkata dia ingin menyewa satu mall untuk ruka,tapi membantahnya
"tidak usah biarkan mereka belanja"ucap ruka
"tapi supaya kamu leluasa berbelanja"ucap haru
"tidak perlu kan ada kamu jadi aku tidak terlalu manggung"ucap ruka
tiba di parkiran mobil...
mereka turun dari mobil dan baik lift
"Ning.....ninggg
tiba di dalam mall dan benar saja ruka merasa canggung karna begitu banyak orang
"kan aku sudah bilang dari awal"ucap haru
"tidak apa apa"ucap ruka
"tapi aku boleh pegang tangan kamu?"ucap ruka
"bolehlah"ucap haru
"jangan dilepaskan ya haru"ucap ruka
setelah itu ruka membeli beberapa pakaian yang di suka dan haru suka.saat kembali dia melihat sepatu yang sangat dia suka
"ini cantik"ucap ruka
"kalau kamu suka kita beli"ucap haru
"tidak perlu ini terlalu mahal"ucap ruka
"cantik selagi kamu suka itu tidak ada masalah buat aku"ucap haru
tapi saat ruka mau membayar datang seorang perempuan dan merebut sepatu itu
"itu kan punya saya"ucap ruka
"enak saja ini milliku"ucap perempuan itu
"tapi saya duluan yang ambil"ucap ruka
"pergi kamu dasar"ucap perempuan itu
ruka keluar dengan sedih
"haru ayo kita pulang"ucap ruka dengan sedih
"sepatunya mana?"ucap haru
"tadi saat mau bayar aku didorong oleh 2 perempuan dan mereka rebut sepatu aku bahkan usir aku"ucap ruka
"beraninya mereka pada kamu"ucap haru
"sudah jangan biarkan saja"ucap ruka
"tapi sepatu itu kan?"ucap haru
"begini saja kamu pilihkan sepatu untuk aku"ucap ruka
"oke"
haru langsung melihat lihat sepatu mana yang dia akan berikan pada ruka.tiba tiba dia melihat yang sangat mahal sedang di pajang dan di lihat oleh banyak orang
"ayo ikut aku"ucap haru
"kemana?"ucap ruka
"saya membelinya berapapun harganya"ucap haru
"itu mahal,sudah ayo pulang"ucap ruka
"kamu tunggu sini"ucap haru
dia langsung membayar saat itu juga dan sepatu itu sangat pass di kaki ruka.tapi ruka tidak begitu senang karna ini sangat mahal.
"kenapa masih sedih"ucap haru
"ini sangat mahal dan kamu menghabiskan uang demi sepatu ini aku kan jadi tidak tega mau pakai"ucap ruka
"astaga hei jangan berpikir begitu ini khusus buat kamu jadi kalau kamu sedih aku juga ikut sedih"ucap haru
"ayo kita pulang sebentar lagi malam dan aku masih punya kejutan buat kamu"ucap haru
mereka berdua langsung pulang dan saat tiba di rumah ruka langsung cepat berlari untuk bersiap siap agar haru tidak akan menunggu lama
"jangan lari nanti kamu jatuh"ucap haru
"aku baik baik saja"ucap ruka
setelah selesai dia bersih bersih dia langsung memilih baju berdandan untuk haru.dan saat haru melihat dia begitu terpana seakan mata tak berkedip
"aku cantik tidak?"ucap ruka
"kamu sangat cantik..."ucap haru
"kamu pasti gombal lagi ayo siap siapa cepat"ucap ruka
"oke"
beberapa menit....
sebelum mereka berdua pergi haru menutup mata ruka
dan mereka berdua pergi tempat dimana haru mempersiapkan semuanya
tibalah mereka
"kita dimana?"ucap ruka dengan mata tertutup
"pegang tangan aku agar tidak jatuh"ucap haru
.......
"kita sudah sampai"ucap haru
saat haru membuka penutup mata ruka dia begitu terkejut karna haru menyiapkan makan malam yang sangat indah di atas hotel yang pemandangannya begitu cantik ruka pun tidak berhenti menatap haru
"haru kamu tampan baik bisa dapat wanita lain tapi kenapa kamu pilih aku wanita yang biasa ini"ucap ruka
"aku hanya untuk kamu"ucap haru
"makasih ya"ucap ruka
.....
ruka maukah kau menikah denganku?
"ia aku mau"
haru langsung memeluk ruka betapa bahagia dirinya karna mimpi yang selama ini dia pendam akhir jadi kenyataan dia tidak akan terpisah lagi dengan ruka.
"jadi ini yang kamu maksud?"ucap ruka
"benar ini semua buat kamu"ucap haru
" kamu tahu tidak aku wanita paling beruntung di dunia,karna punya kekasih yang sangat baik selalu melindungi aku dan sebentar lagi akan menjadi suami aku"ucap ruka dengan tersenyum
haru memakaikan cincin di jari ruka itu tanda bahwa ruka milik dia tidak ada lagi yang bisa mendekatinya dengan alasan apapun itu.
mimpi haru dari dulu ingin menikahi ruka dan cincin itu haru beli saat dia keluar negeri dan menyimpan untuk saat ini.
dia merasa tidak ada yang sebahagia dirinya saat itu.
tanpa terasa mereka berdua dalam perjalanan pulang di mobil ruka sudah tertidur dengan memegang tangan haru dan haru tidak bisa melepas genggaman itu.
mereka berdua tiba di rumah dan haru membawa ruka ke kamar agar dia bisa istirahat.
"selamat malam cantik"
tiba tiba ruka terbangun
"kamu mau kemana lagi?"ucapnya
"hei aku mau ganti baju"ucap haru
"cepat yah"ucap ruka
.....
dia langsung kembali ke tempat tidur dan ruka langsung memeluk haru dan mereka berdua tertidur bersama dalam pelukan.
pagi tiba....
"aduh..aku malas bangun"ucap ruka
"selamat pagi cantik"ucap haru
"pagi juga haru"ucapnya
"ayo bangun dan sarapan"ucap haru
"sebentar lagi yah aku masih mengantuk"ucap ruka
"cepat bangun dan sarapan"ucap haru
"baiklah aku bangun sekarang"ucap ruka
......................
sarapan romantis terjadi di kamar dengan penuh canda tawa tanpa mengingat masalalu yang kelam.
handphone ruka berbunyi
"dring...dring...
"halo?"ucap haru
"kamu dimana ruka"
"a..ku"haru langsung merebut telfon itu
"ada perlu apa saya suaminya"ucap haru
"tit...tit...
"tuhkan dia pasti jadi takut karena kamu"ucap ruka
"aku tidak peduli itu"ucap haru
ditempat lain haru sedang menyuruh orang untuk mengecek villa yang sangat cantik di luar negri tapi akan di tempati setelah mereka menikah.