
...Thank You For Coming To Read...
...Arc 9 - Masa Lalu...
...~ Pertarungan antara Kakak dan Adik ~...
"YUUKI!!"
Mikha secara tiba-tiba muncul didepan Yuuki, dan menggunakan sihir penghalang untuk menahan serangan tombak api milik Chika.
Namun, walau menggunakan sihir ini, Penghalang yang dibuat oleh Mikha tidak bertahan lama dan langsung hancur setelah terkena beberapa tombak api, sehingga di saat kritis itu.
Charlotte datang dan menggunakan . Es tebal dan berwarna biru muncul mengelilingi Mikha dan Yuuki. Melindungi mereka dari ratusan tombak api, dan Charlotte yang saat itu sedang diluar dari pengaruh dinding es itu, menghadang dengan berani kearah Chika.
"Apa maumu, dasar Orang Luar?!"
Chika berkata dengan mengeluarkan aura sihirnya yang membuat bahkan Charlotte pun hampir tidak bisa menahan auranya yang sangat kuat dan dipenuhi kebencian.
"Ahaha.. Maaf, tapi.. sepertinya kau harus menghadapi ku dulu sebelum bertarung melawan mereka" Balas Charlotte walau hampir tidak bisa berdiri.
"Hah?!.. Kau pikir kau bisa menghadang ku sendirian?" Balas Chika dengan aura sihir yang lebih kuat.
"Kuh..!!" Charlotte lebih tertekan dan hampir tidak bisa menahan kakinya lagi untuk jatuh, tetapi..
Beberapa saat lalu, Disaat mereka dalam perjalanan menuju Yuuki untuk menolong nya.
"Charlotte..."
"Ada apa?"
"Apa kau bisa menahan Chika sebentar?"
"Mengapa?, apakah kau ingin mengumpulkan kekuatan dulu untuk mengeluarkan serangan mu?"
"Tidak.. yah, itu salah satunya, tapi aku ingin menanyakan sesuatu dulu kepada Yuuki sebelum bertarung melawan Chika"
"Ah... Baik"
Seakan sudah tahu apa yang dimaksud oleh Mikha. Charlotte mengangguk dan mereka berdua pun langsung bergegas menuju Yuuki.
...
Kembali disaat dimana pertarungan antara Chika dan Charlotte akan dimulai untuk memberikan waktu agar Mikha dan Yuuki dapat saling berbicara.
"Ahaha, ini tidak mempan kau tahu?"
Charlotte bertingkah angkuh, namun bisa dilihat bahwa dirinya hampir tidak bisa menahan dirinya untuk tidak jatuh bertekuk lutut dihadapan Aura besar milik Chika.
"Hah! Omong kosong, tapi, kuakui keberanian mu, Mari, Akan ku hajar dirimu sebelum aku menghabisi Kakak dan Kakak Yuuki"
"Ya! Jangan Segan kepadaku!!"
Charlotte mengatakan hal itu dengan percaya diri. Dan disisi lain, Mikha dan Yuuki yang saat itu berada didalam penghalang es milik Charlotte.
"Mikha?! Apa yang kau lakukan disini?! Cepat pergi dari sini saat aku menahan nya!!"
Yuuki berteriak kepada Mikha, dengan wajah yang memohon agar dia pergi dari sana. Tetapi..
"Aku tidak bisa, ada suatu hal yang harus kupastikan kepadamu, Yuuki"
Mikha bertanya, dengan wajah serius namun tidak siap. Dia maju dari posisinya untuk memberitahu kan pada Yuuki bahwa dirinya benar-benar serius. Walaupun, saat dia maju, tubuhnya sedikit gemetar ketakutan untuk mengetahui kenyataan itu.
"Ada apa?.. Apa kau mau tanya mengapa dia (Chika) memanggil ku kakak?"
"Ya, tentu saja"
"Hufthhh... baiklah kalau begitu"
"Jadi..? Siapa dirimu?"
Yuuki bertanya, seakan menghindari pertanyaan Mikha dengan pertanyaan lain. Dia menunjukkan senyum masam yang tidak sedap dipandang saat Mikha menanyakan pertanyaan itu.
"Ya, Aku.. benar-benar lupa"
"Karena sesungguhnya, aku melupakan 15 tahun hidup ku sebelum aku memasuki SMA dikarenakan kecelakaan yang menewaskan Adikku, Chika dan membuat ku hilang ingatan."
"Dan tentu saja yah.. " Yuuki menatap keatas langit, seakan durinya tidak ingin memberitahu Mikha tentang apa yang terjadi.
"Jika aku jelaskan secara singkat, Yah.. aku adalah kakak sepupu mu"
"Kakak sepupu?"
"Ya, aku kakak sepupu mu, Nama lengkap ku adalah Izyuki Yuuki"
"Izyuki... ah, begitu.. Rupanya begitu"
"Kalau begitu, kenapa kau tidak memberitahu ku saat kita pertama kali bertemu? Kau kan sepertinya tahu bahwa diriku hilang ingatan sehingga tidak bisa mengingat mu.
Dan apapun itu, mengapa Chika yang seharusnya sudah meninggal bisa ada disini? Mengapa kau bisa ada di dunia ini? Mengapa dia ingin membunuh ku? Apa itu Divine Art? Mengapa dia membenciku?, Mengapa, Mengapa, Mengapa, Mengapa, Mengapa, Mengapa!!, Mengapa!!, Mengapa,!!!!!!!!"
Mikha berteriak, mengeluarkan semua pertanyaan yang dia simpan dari tadi. Mengeluarkan semua emosinya, keinginan tahuannya, Untuk menanyakan.. Apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka...
"Itu...-" Yuuki ingin menjawab, tetapi..
Boom!!
Suara ledakan terdengar dan membuat gempa sehingga entah apa sebabnya, Dinding es yang dibuat oleh Charlotte hancur dan terjatuh.
"Apa?! Apa yang terjadi?!"
Yuuki panik, melihat segala arah untuk melihat penyebab gempa. Tapi tidak menemukan penyebab, dan hanya melihat reruntuhan kota yang terbakar habis.
"Mungkinkah?! CHARLOTTE!!"
...
Boom!!
Duar!!
Slash!!
Charlotte bertarung menggunakan pedang yang ia ciptakan dari es. Menahan serangan tembakan jarak dekat dari pistol yang dimiliki Chika dengan akurasi dan durasi tembakan yang tidak pernah meleset dan berhenti dari rekoil nya.
Dia kewalahan, dengan telapak tangannya yang terus mengeluarkan darah disebabkan terkena tembakan dari Chika. Beberapa bagian tubuh seperti dada, lengan, leher dan kaki nya terluka oleh serempetan dari peluru pistol milik Chika.
Mengeluarkan darah dan merusak pakaian. Charlotte terus menghindari serangan Chika dengan menyerang menggunakan tombak-tombak es sederhana kearah Chika.
Namun semua itu percuma. Dengan pelindung api yang tidak terlihat dengan beberapa lapis diarea di sekitar Chika. Semua tombak es itu langsung hancur dan meleleh, sehingga Charlotte kewalahan dikarenakan tidak sempat terus menerus untuk melafalkan mantra sihir lain.
"Sial, Apa-apaan dia ini?! Pelindung panas disekitarnya langsung melelehkan tombak ku dan.. Apa-apaan tembakan yang tidak pernah habis itu?! Dia terus menembak dengan akurasi yang bisa membunuhku jika aku tidak menghindar!!"
Charlotte bergumam protes dengan ketidakadilan yang ada disini. Dimana dia harus menghindar dan menyerang disaat bersamaan, dengan terus harus sedikit meleset dari sasaran agar tidak terlalu mematikan bagi Chika yang merupakan Adik Mikha.
Sedangkan Chika dengan pelindung otomatis yang hampir tidak terkalahkan. Dan apalagi!! Tembakan yang tidak ada jeda sedikit pun.
"Ahhh!! Sial!! Mikha!! Cepat kemari bantu akuuu!!!!"
Dia berteriak protes kepada Mikha yang sedang dalam perjalanan.
"Hatchuhh!!" Mikha bersin oleh omongan Charlotte.
...•••...
...Note: Maaf kalo kebanyakan bacot doang, kemungkinan bsk geh 50% bacot buat ngebujuk biar Chika berhenti nyerang, tapi gtw, liat aja bsk...
...[I Want Your Support For Likes, Favorites, And Comments]...