Divine Art

Divine Art
CHAP 36- Perlawanan



...Terimakasih Karena Sudah Mampir...


...|••••••••••|...


Arc 7 || Kekaisaran Elf -


Suasana tegang langsung datang dan membuat seluruh orang yang berada disitu saling waspada akan satu sama lain.


Disisi lain, Mikha yang mendengar hal itu, langsung bergerak dengan cepatnya. Dan menghalangi para Roh yang sedang ingin mendekati Rafhlea, dengan melambaikan tangannya.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" ucap Mikha dengan wajah penuh marah dan menatap tajam kearah para Roh


Dan disana, Ratu Roh yang melihat hal itu langsung menundukkan kepalanya dan berkata..


"Ini sangat disayangkan, Tetapi in semua demi Dunia Roh. Mohon untuk pengertian nya" Ucap sang Ratu dengan penuh hormat.


"Tidak!... Kau kira aku bisa menyetujui hal itu?" Ucap ancaman Mikha dengan menambah tatapan tajam nya.


Ratu Roh tersentak karena tatapan mikha. Tetapi, dia tidak menyerah, Dan langsung memerintahkan para Roh yang berada disekitar Rafhlea.


"Ap-pa!" Teriak kaget Rafhlea yang tangannya sedang ditahan oleh Roh.


"Lia!, Kau!" Ucap mikha dengan penuh amarah dan langsung menyerang para Roh itu.


Tetapi, Serangan mikha tidak mempan kepada Roh. Atau lebih tepatnya serangan mikha menembus tubuh para Roh.


[Para Roh, Hanya bisa dilukai dengan energi kegelapan, Energi Alam, dan Mana saja Master]


"Apa?!" Ucap tersentak mikha sambil melompat mundur.


"Hiyahh" Teriak Rikka yang sedang menebas Roh dengan pedangnya


*Slash*


"Guru!" Teriaknya setelah melihat mikha melompat mundur.


"Rikka! kau mundur kebelakang ku!" Teriak Mikha.


"BAIK GURU!" Teriak Rikka sambil berlari kearah belakang mikha.


Rikka berlari sambil menebas Roh yang berada disekitar nya. Tetapi tetap tidak melukai tubuh para Roh. Dan akhirnya setelah beberapa langkah, Rikka sampai dibelakang Mikha.


"Apa yang harus kita lakukan guru?!" Tanya Rikka sambil bersiaga dan menodongkan pedangnya.


"Apakah kau bisa menggunakan serangan yang mengandung Mana?!" Tanya Mikha.


"Eh?!.... Aku bisa, tetapi!, Mana disini sangat tipis. Dan aku hanya bisa bertahan 5 menit!!" Balas Rikka.


"Oke! itu bagus!, ulur waktu untukku!" Ucap mikha sambil mengeluarkan cahaya dari tangan nya.


"Eh?...oke Baik Guru!!" Teriak Rikka sambil mengeluarkan cahaya dari pedangnya dan menebas Roh yang mendekati nya.


*Slash*


*Slash*


Serangan dari Rikka berhasil melukai Para Roh. Dan Rikka yang mengetahui serangan nya bisa melukai para Roh, langsung maju dan menebas seluruh Roh yang berusaha mendekati mikha.


Serangan demi serangan dilancarkan oleh Rikka. Dan para Roh yang mendekati mikha langsung terluka parah dan beberapa dari mereka menghilang atau mati.


Dan disaat Rikka merasa bisa menang, Tiba-tiba...


*Bukk*


Sebuah pukulan yang sangat cepat melayang kearah perut Rikka dan membuatnya terpental dan menabrak dinding istana.


"Kuhakk!.... Apa?" Ucap kesakitan Rikka yang tidak memahami situasi nya.


"Kau terlalu sombong!" Ucap seorang Roh yang ditubuhnya terlihat banyak sekali bekas serangan pedang.


Setelah itu, Roh itu langsung mendekati mikha. Tetapi, sebelum dia mendekati mikha. Tiba-tiba, Dia langsung terpental tanpa sebab dan menghantam dinding.


*Duakk*


"APA?!!" Teriaknya kaget.


Dan terlihat, sebuah sosok yang agung. Dengan rambut berwarna hijau cerah, dan berwarna mata kuning seperti matahari. Dan disekitarnya, terlihat sebuah aura yang mengelilingi nya. Juga diatas kepalanya, terlihat sebuah mahkota yang melayang, berwarna hijau cerah.


Dan saat dia memperlihatkan wajahnya, Betapa terkejut nya seluruh orang yang berada diruangan itu.


Sosok yang terlihat agung itu adalah Mikha.


...------...


Beberapa saat lalu...


"Guide! bagaimana caranya mengatasi masalah ini?!" Tanya mikha


[Anda dapat menggunakan Mode <>]


"Hah?! apa itu?!" Tanya mikha yang sedang menebas Roh yang mendekati nya.


[Akan saya singkirkan penjelasannya, Anda hanya perlu mengikuti instruksi saya]


"Eh? oke!" Balas Mikha dan menyuruh Rikka untuk melindunginya.


...------...


note: njir Black Clover (yuno) wkwk


Seluruh Roh yang melihat wujud mikha langsung ingin menundukkan kepalanya, Dikarenakan melihat sesuatu yang sangat mengagumkan.


Yaitu, sebuah mode dimana seorang makhluk selain Roh yang menjalin kontrak dengan Roh primodial. Dan biasanya, hanya Ratu Roh atau Raja Roh saja yang bisa menjalin komunikasi atau kontrak dengan Roh primodial.


Setelah itu, Mikha langsung mengeluarkan serangannya. Dia membuat tombak yang mengandung energi alam dan menembakkan nya kearah Roh yang masih menentangnya.


*Wush*


*Wush*


*Boom*


Sebuah ledakan dan serangan terus menerus menembus Roh yang menentang Mikha. Tidak terkecuali Roh yang sudah melukai Rikka.


Melihat hal itu, Ratu Roh merasa marah dan mengucapkan..


"Menggunakan Otoritas Dunia Roh! <> " Ucapnya sambil melambaikan tangannya kearah Mikha.


Dan tiba-tiba saja, Mode Mikha langsung menghilang seperti tidak pernah ada.


"Apa?!!" Teriak kaget mikha yang melihat modenya dihilangkan.


"Kuhh, kau!" Ucap kesal mikha sambil menengok kearah Ratu Roh dan menatapnya tajam.


"Otoritas Ratu Roh <>" Ucap sang Ratu Roh sambil melambaikan tangannya kearah Mikha.


*Wush*


Dan tiba-tiba, Mikha langsung terpental dari posisinya dan menghantam dinding istana yang membuat dinding itu hancur dan mikha melesat jatuh dari istana itu.


Rikka yang melihat hal itu langsung marah dan bangkit dari posisinya. Dan langsung menerjang kearah Ratu Roh.


Tetapi naas, Dia langsung dipentalkan oleh Ratu Roh dan membuatnya menghantam dinding dan menghancurkan nya.


"Kuhakk!!" Teriaknya kesakitan.


note: dih parah, terlalu OP


...------...


Disisi lain, Rafhlea yang melihat hal itu langsung marah dan mencoba untuk melepaskan tangannya yang ditahan oleh Roh yang berada disampingnya.


Tetapi sayangnya, Para Roh yang menahannya adalah Roh yang kuat. Dan Raflhea yang lemah itu tidak bisa melepaskan tangannya. Dan pasrah untuk ditumbalkan.


Disisi lain, Ratu Roh yang sudah menyelesaikan urusannya. Langsung mendekati Rafhlea dan membawanya kearah luar ruangan tahta.


Dia membawa Rafhlea kesebuah Ruangan yang terlihat sangat asri juga indah. Sebuah tempat berwarna putih dan ditengah nya terlihat sebuah kolam yang airnya memantulkan langit malam yang cerah, Walaupun di pagi hari.


Kolam itu adalah Sebuah Kolam Harapan. Yaitu, kumpulan kepercayaan dan harapan kepada Roh yang diberikan oleh makhluk selain Roh. Seperti Elf dan Manusia.


Rafhlea dibawa mendekati kolam itu. Dan Ratu Roh memerintahkan para Roh agung untuk mengelilingi Kolam itu.


Dan tiba-tiba, sebuah cahaya dari Langit menembus tebalnya dinding dan mencapai kolam itu. Yang membuat seluruh Roh yang melihat hal itu takjub akan peristiwa ini.


Raflhea yang ditahan oleh Roh itu langsung diarahkan ke kolam itu.


POV Rafhlea -


"Apakah ini akhir ku?" Gumam nya dalam keputusasaan.


"Yah... seharusnya akhir untuk ku adalah beberapa hari lalu saat pangeran itu akan menggunakan ku sebagai kelinci percobaan untuk memasukkan benih iblis kedalam Elf" lanjut nya.


"Tapi!.... Tapi.... Mikha datang menyelamatkan ku dan memberikan ku makanan hangat, sebuah percakapan yang hangat, sebuah.... kenangan yang indah..." gumam nya dalam hati sambil menangis dan mengingat kebersamaan nya bersama mikha.


*Ting*


Tetapi tiba-tiba, Sebuah Sosok terbentuk dari Cahaya yang mengarah ke kolam itu. Dan Terlihat sesosok wanita cantik dengan rambut putih dan berwarna mata biru.


Sosoknya, seakan-akan seorang Dewi yang datang dari akhirat. Dan menapakkan kakinya ke daratan bumi.


Dia sangat cantik sehingga seluruh Roh yang melihat nya terpesona.


Dan saat dia sudah menapakkan kakinya didalam dasar kolam. Dia menengok kearah Raflhea dan berkata..


"Kau?..... Kami.... Sudah.... Menunggu mu.... Untuk Waktu Lama ..... Ibu Roh... Primodial..." Ucap nya dengan lembut sambil melihat Rafhlea.


"Eh..?" Ucap Raflhea yang masih terhipnotis dengan kecantikan nya.


...|••••••••••|...


...**Note: sebenernya, pen kupanjangin. Tapi kalo dipanjangin gk bakal cocok. Jadi segini aja....


...Oh ya, kan katanya pen Hiatus ama belajar. Tapi, pas liat YouTube gk jelas. Gk ngerti! ...


...Jadi gk jadi...


...Oke, Like kalo suka, Komen buat saran, Favorit kalo suka ceritanya**...