
Setelah beberapa hari persiapan, Akhirnya kekaisaran suci menyatakan perang kepada kekaisaran'Rudhloft'.
Pasukan Kekaisaran suci terdiri atas prajurit biasa dan para ksatria suci yang dipanggil dari kerajaan mereka masing-masing. Juga pasukan dari kerajaan di sekitar kekaisaran yang bersedia membantu untuk menghancurkan kekaisaran 'Rudhloft'.
*****
Pada hari ini, tanggal 12, bulan ke 3, tahun 785 Dóxa. Peperangan yang sangat hebat terjadi antara Kekaisaran'Edoryhia' dan Kekaisaran Shinelight.
Bertempat di Padang rumput 'louloúdi'. Sebuah Padang rumput yang sangat luas nan indah. Tetapi kini, tempat itu telah dipenuhi darah merah para pejuang.
Beberapa hari setelah penyerangan pertama, di bagian sayap kanan. Terlihat seorang wanita yang memakai armor berwarna putih dan dihiasi oleh warna emas. Dengan pedang putih ditangan kanannya, dia menebas seluruh musuh yang berada di depannya.
"BAGIAN TENGAH KITA KOSONG!!, BAGI YANG TIDAK TERDESAK, HARAP PENUHI AREA ITU!!!" teriak wanita itu.
Beberapa prajurit pun menuruti perintah nya dan mengisi area itu agar tidak ditembus musuh.
Darah merah membanjiri tubuhnya dan armor putih yang bersih itupun tertutupi oleh merahnya darah. Dan pedang nya terus menebas musuh hingga mati.
*Slashhh*
*Slashhhh*
*Tinggg*
Tangannya tidak berhenti untuk menebas, dan setelah beberapa lama. Pertarungan sengit itupun selesai dengan kemenangan dari pihak Kekaisaran Shinelight.
Dan jendral yang memimpin pasukan itu tidak lain adalah wanita yang terus berdiri diatas mayat musuh.
Bernama 'Rikka Kyouka". Dengan rambut silver nya yang menerangi medan perang dan pupil matanya yang berwarna merah, ditakuti dan dihormati sebagai [War Maiden].
"Lapor Jenderal!, musuh sudah menyerahkan diri dan benteng krystopet sudah diambil alih!!" teriak salah satu prajurit.
"Bagus, Untuk saat ini kalian beristirahat terlebih dahulu sebelum dipanggil ke markas utama!" Ucap Rikka.
"BAIK JENDRAL!!" Teriak seluruh pasukan.
Para pasukan pun membubarkan diri mereka.
Dan terlihat Rikka yang sedang melepas helm armor nya. Dan menunjukan wajah cantiknya yang bisa memabukkan seluruh kota.
Rikka turun dari kudanya dan berjalan ke tenda yang sudah disiapkan. Dia membuka armor nya satu persatu. Dan Terlihat lekuk tubuh yang sangat indah dan kulit yang sangat halus.
note: jan sagne!.
Dia berjalan kearah ranjang yang berada dipojok tenda itu dan didepan nya, terlihat sebuah meja yang lumayan besar.
Dia mengambil sesuatu di tas nya dan menaruhnya dimeja itu. Terlihat bahwa itu adalah peta yang memperlihatkan keadaan Medan perang saat ini.
Terlihat bahwa medan perang garis depan kewalahan dan dipaksa mundur. Tetapi, bagian selatan dan bagian barat telah berhasil menerobos masuk dan mengambil alih benteng perbatasan.
Dan terlihat bahwa bagian timur yang tidak pasti akan keadaan nya. Juga Utara yang masih berperang.
"Keadaan mulai membaik disini, tetapi yang paling penting adalah garis belakang yang diserang oleh parade monster dari hutan" gumamnya.
"Pasokan makanan tidak akan cukup untuk bertahan disini dan kita tidak bisa meninggalkan benteng ini hanya untuk pasokan makanan. Juga musuh bisa mengambil alih tempat ini kapan saja".
Tiba-tiba saja suara orang terdengar dari balik tenda dan berkata...
"Lapor, bagian makanan telah sampai!" ucapnya.
"APA?!" Teriak Rikka sambil berlari dan membuka pintu tenda.
"Ya jendral!" ucapnya sambil memalingkan wajahnya karena malu melihat tubuh rikka yang tidak lagi tertutup armor.
"Hmmm, mencurigakan.." ucap rikka sambil memegang dagunya.
"Kau bawa beberapa pasukan dan cek barang bawaan mereka, kita tidak tahu bahwa mereka musuh atau bukan" ucap rika sambil menunjuk para pasukan yang masih siap untuk bertempur.
"SIAP JENDRAL!" Ucap prajurit itu sambil berbalik dan berlari menemui para pasukan.
"Sebaiknya aku bersiap-siap jika ada sebuah serangan-" sebelum menyelesaikan kata-katanya, sebuah suara ledakan terdengar oleh rikka.
*Boommmm*
"APA?! SERANGAN MUSUH?" Teriak terheran-heran.
"SEMUA PERSONIL!! BERSIAP UNTUK BERTEMPUR!!! KITA DISERANG MUSUHH!!" Teriak rikka sambil berlari kearah tenda dan memasukinya.
Terlihat bahwa banyak bekas ledakan dan para pasukan yang sedang bertempur. Rikka langsung memberi komando nya dan ikut bertarung.
*****
Disisi lain, di garis depan. Malam sedang tiba, dan para pasukan sedang beristirahat di tenda mereka masing-masing.
Disebuah tenda, terlihat beberapa pria tua sedang membicarakan sesuatu dan didepan mereka, terlihat sebuah meja besar dengan peta diatasnya.
Tiba-tiba, seorang prajurit datang dan membuka pintu tenda dan berkata..
"Lapor, pasokan makanan dari pasukan garis belakang telah datang!" ucapnya.
"Bunuh mereka dengan sihir air" ucap salah seorang pria yang berada ditengah.
"Siap- eh? apa?!" ucap prajurit itu terheran.
"Itu adalah musuh, kalian kumpulkan beberapa pasukan sihir dan serang mereka. Jangan beri ampunan pada mereka"lanjut nya.
"ah?!, SIAP KOMANDAN!" Ucapnya sambil berbalik dan berlari.
"Mereka benar-benar menggunakan banyak cara licik rupanya" ucap salah satu pria.
"Tentu saja, mereka akan menggunakan cara licik apapun agar bisa menang"
"Ya, itu benar. Apalagi setelah ketahuan mempunyai hubungan dengan iblis" lanjut nya.
Dan beberapa saat kemudian, perkiraan mereka benar dan musuh telah dihabisi oleh sihir air. Dan terlihat bahwa mereka membawa bom yang sudah siap untuk diledakkan.
*****
Disebuah tempat tidak yang jauh dari medan perang. Terlihat sesosok manusia berwarna hitam yang sedang mengamati keadaan Medan perang.
Sosok itu adalah iblis. Dan terlihat bahwa dia sedang mengamati medan perang bagian garis depan dari atas pohon yang sangat besar.
Ditangannya, terlihat sebuah kristal berwarna ungu dan bersinar terang didalam kegelapan. Dan iblis itu berkata..
"Hmmm, ini masih belum cukup. Seharusnya mereka membunuh banyak lagi manusia dengan sihir mereka yang sangat mengerikan itu" gumamnya.
Dan beberapa saat setelah suara ledakan terdengar. Kristal yang dipegang oleh iblis itu mulai bersinar lebih terang. Dan iblis itu pun diwajahnya terlihat sangat senang. akan hal itu.
"Ayo, ayo, tumbal kan lebih banyak manusia khekhekehe" ucapnya senang....
*****
Kembali ke sayap kanan, Terlihat bahwa Rikka telah mengatasi seluruh musuh yang ada. Tetapi, banyak dari pasukannya yang terbunuh di penyerangan itu.
Rikka mendecakkan lidah nya karena tidak bisa berpikir lebih jauh dan membuat pasukannya mengalami luka yang sangat berat.
Dan setelah beberapa saat setelah penyerangan dari musuh. Para pasukan yang terluka langsung diobati dengan potion dan sihir penyembuhan.
Di dalam sebuah tenda, terlihat seorang wanita yang sedang menulis sesuatu sambil melihat peta yang berada didepannya.
Dia adalah Rikka yang sedang merencanakan suatu strategi dan berusaha untuk menenangkan dirinya agar tidak membuat kesalahan yang sama.
*****
Pagi telah tiba, dan terlihat bahwa matahari sudah berada diatas kepala.
Disebuah ruangan, terlihat seorang wanita yang sedang tidur diatas ranjang. Dan disampingnya, terlihat seorang pria yang sedang meminum sesuatu
note: ngopi dulu yekannn. wkwkwkwk (tadinya pen ditulis kopi, tapi masa iya udh ada kopi di abad pertengahan)
Pria itu adalah mikha yang sedang melihat keindahan alam diluar jendela. Dan terlihat bahwa burung-burung sedang berkicau dengan bahagia nya di atas ranting pohon.
Dia berbalik dan melihat Rafhlea yang sedang tidur diatas ranjang, dan berkata...
"Hmmm, mungkin besok akan ku lepas sihir tidur yang sudah ku beri padanya. Ini mungkin sudah cukup untuk beristirahat" ucapnya sambil mendekati ranjang itu.
" Melepas sihir [Sleep] " Seketika, Sebuah cahaya yang mirip kunang-kunang muncul dari dalam tubuh Rafhlea dan terbang bebas, setelah itu menghilang seperti tidak pernah ada.
•|**Hmm, pusing juga wkwkw
TERIMAKASIH SUDAH BACA SAMPAI SINI. JIKA KALIAN SUKA, DIMOHON UNTUK LIKE DAN KOMEN JIKA ADA SARAN UNTUK CHAP BERIKUTNYA.
OKE ARIGATHANKS GOZAIMUCH**