Divine Art

Divine Art
CHAP 12-Sebuah Desa



Dihari yang sama, di suatu dimensi yang sangat jauh nan terpencil. Ada sebuah pulau yang tidak bergantung pada sebuah bintang.


Di atas pulau itu, terdapat sebuah rumah sederhana dengan luas kurang lebih 20 m². Disitu, terdapat sesosok wanita dengan anak kecil yang sedang bermain di lapangan hijau juga luas.


"heyyy, sudah ibu bilang agar tidak berlari-lari, takut kau jatuh" sebuah nada lembut yang keluar dari mulut seorang wanita yang cantik


Dengan rambut putih, seputih salju. Kulit putih yang halus. Mata berwarna biru, yang seperti es. Dan gaun seadanya dengan warna putih seperti awan.


"Ayolah, ibu tangkap aku!" suara anak kecil yang berlari menjauhi ibu nya.


Anak kecil itu berambut putih seperti ibunya, mata berwarna ungu seperti langit malam saat senja. Dan berpakaian dengan pakaian sederhana.


"Hmph, jika kau tidak ingin berhenti, maka tak ada makanan untuk mu malam ini hahaha" berhenti mengejar dan menunjukkan wajah cemberut.


"Ehhhhhh, ibu curang!!" dengan teriak dan menghampiri wanita itu.


*Tepp


Anak kecil itu mendekap me kaki ibu nya.


Tetapi, tiba-tiba wanita itu terasa seperti tersengat listrik kecil di kepalanya. *akh!. Suara kesakitan karena sengatan itu.


"ibu tidak apa-apa?" tanya anak kecil itu.


"Hm?, tidak, ibu tidak apa-apa, dan ibu punya kabar baik untuk mu!!" dengan wajah senang ingin memberi tahu kabar baik itu.


"ehhh, apa! apa!?" dengan senang dan semangat sambil menarik pakaian wanita itu.


"Hmmm,. Ayah mu sudah datang, dan sebentar lagi akan kesini menemui kita!" dengan senang memberi tahu nya.


"Eh? ayak bakal datang?, Horeeee!!!" dengan senang melompat-lompat ke sana kemari.


•|Back to story.....


Setelah meninggalkan kediaman Yuukighazia, Mikha berhenti di sebuah bangunan 2 lantai. Disitu ia langsung ke resepsionis dan menyerahkan hasil misinya. Ya, itu adalah guild Petualang.


Setelah diinterogasi karena sangat lama hanya untuk mengambil tanaman herbal. Uang diberikan untuk upah dari misi tersebut.


Dikarenakan dia sudah mendengar saran dari [Guide], Ia langsung pergi ke kota selanjutnya untuk membeli beberapa peralatan. karena peralatan yang berada di kota ini tidak bagus.


Setelah berjalan beberapa hari. Matahari mulai terbenam dan mendatangkan malam. Ia mulai kehabisan stok makanan dan minuman. Dan secara kebetulan, saat ia melihat kesamping, ia melihat sebuah desa yang ditutupi pagar untuk menghalau hewan buas yang berasal dari hutan disebelahnya.


Mikha berjalan dan akhirnya sampai didepan gerbang desa tersebut. Disitu dia melihat 2 orang lelaki yang bertampang seperti penjaga yang bermartabat.


"Anoo, apakah disini ada sebuah toko makanan?, aku kehabisan stok makanan untuk perjalanan" dengan sopan menanyakan ke 2 lelaki tersebut.


"Ahh.. Terima kasih, kalau begitu, aku permisi" dengan wajah lega karena dapat bermalam dan mendapatkan stok makanan.


salah satu penjaga tersenyum sinis setelah melihat mikha masuk kedalam desa.


Setelah mikha berbicara kepada kepala desa, ia dipersilahkan untuk menginap semalam dan membeli stok makanan besok. Disitu ia diberi sambutan hangat dengan diberi makan malam. Dan akhirnya bulan pun sudah hampir mencapai puncaknya. Ia tidur di tempat yang sudah disediakan oleh istri kepala desa tersebut.


Setelah beberapa saat memejamkan mata. Mikha mendengar suara berisik. karena merasa terganggu, ia bangun untuk melihat keadaan.


Tetapi tanpa disangka, ia melihat banyak orang yang sedang menggeledah tas bawaan nya. Mikha langsung kaget, dan tiba-tiba sebuah kayu melayang ke kepala Mikha. Dan membuat dia hampir pingsan.


Sambil ia berusaha untuk bangun, para orang-orang itu, mulai menjambak rambut nya dan menyiapkan gunting. Disaat itu, Mikha tahu bahwa ada yang aneh dalam desa tersebut.


Dan disaat ia ingin membela diri. ada seseorang dari salah satu orang yang menggeledah tas bawaan mikha berkata.


"Kau sungguh tidak beruntung karena sudah bermalam di desa ini hahahahahh" ketawa dengan suara yang keras dan mengkhasianiku yang terjebak perangkap.


Disaat itu mikha sadar bahwa ia saat ini sedang dirampok oleh seluruh warga yang berada di desa ini. Ia menangisi nasib nya yang sungguh sial sampai saat ini.


Dimulai dengan tidak sengaja masuk ke retakan dimensi, hampir mati oleh seekor harimau, tidak bisa melindungi seorang teman, Terseret masalah dengan para bandit, dan sekarang ia akan dirampok dan dibunuh.


note: lah saya sebagai author jg baru nyadar njir, selalu naro mc di hadapan kematian wkwk


Tetapi, Saat ia sudah hampir menyerah akan segalanya, tiba-tiba ia mendengar sebuah suara *ting


sebuah suara notifikasi sistem.


Dan saat ia kabur-kabur melihat dengan matanya. Disitu tertulis [Anda Akan Memasuki Fase "has no concept of death"]. Disitu, aku langsung tidak bisa mengangkat mataku dan akhirnya tertutup.


****


Disaat Mikha membuka mata, ia tidak bisa melihat apapun. Gelap, sunyi, damai dan tenang. Disitu, tangan nya mulai bergerak dengan sendirinya dan menggaruk sebuah tanah, dan setelah beberapa saat ia sadar bahwa dirinya berada di bawah tanah.


Mikha kaget dan melihat sekitar. Dia melihat hutan yang hijau dan sinar matahari menyinari tubuhnya. Disitu entah kenapa tubuhnya mulai terasa sakit. Dan saat mikha melihat tangan nya.


Dia melihat tulang tangannya, daging yang terkupas dan kulit yang membusuk. Disaat ia memikirkan segala kemungkinan yang di alaminya. Dan akhirnya ia mendapat satu kesimpulan.


Dia telah mati dan bangkit sebagai mayat hidup.


•| Plot twist anjirr 🤣


Idenya muncul kek gitu aja *** wkwkwk, kok bisa gitu kan🤣🤣