Divine Art

Divine Art
CHAP 23-Penukaran 'mana stone'



Note: Chapter ini diskip geh gpp, gk terlalu penting jg


Beberapa saat setelah mikha sarapan. Dia berbalik ke kamar nya, dan bersiap-siap untuk pergi ke guild petualang. Dia akan menukarkan 'mana stone' dari monster yang dia bunuh.


****


mikha berjalan lambat sambil memperhatikan sekitarnya. dia melihat, bahwa keadaan ekonomi, juga respon penduduk sangatlah baik terhadap pemerintahan.


Kekaisaran ini mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kemewahan mereka sendiri. Jadi, bisa dipastikan bahwa dia tidak usah bertindak untuk membersihkan sampah.


Sampah yang dimaksud oleh mikha adalah para bangsawan yang tidak kompeten dalam mengurus wilayah nya.


Dalam perjalanan kemari, mikha sudah membunuh banyak sekali bangsawan yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Dan melaporkan nya ke kerajaan.


Dan karena dia tidak pernah memberitahukan identitasnya kepada kerajaan yang sudah dia bantu. Tidak ada yang mengenal nya. Dan mereka memberi dia julukan, yaitu [The savior].


****


Setelah berjalan beberapa saat, mikha sampai juga di guild petualang. Dan saat dia memasukinya, dia tidak merasakan tekanan yang biasanya dia rasakan. Karena setiap dia memasuki suatu guild, dia akan dipandang rendah oleh seluruh petualang yang ada di dalam guild itu.


Mikha berjalan lagi, dan sampai didepan resepsionis. Dan dia mengambil 'mana stone'yang berada dikantong nya dan ditaruh di depan resepsionis itu.


Alangkah terkejutnya resepsionis itu, karena melihat 'mana stone' yang sangat besar, dan kaya akan mana. Dan para petualang yang ada didalam guild pun terkejut akan hal itu, dan bertanya-tanya siapa orang itu.


"A-anoo, permisi, aku akan memanggil guild master terlebih dahuluuu" sambil berbalik dan langsung berlari ke dalam ruangan.


Mikha terlihat tenang karena ini adalah hal yang biasa. Karena setiap dia memperlihatkan 'mana stone' yang dia punya, resepsionis pasti akan memanggil guild master mereka.


*tuk *tuk *tuk


(suara orang yang sedang menuruni tangga)


Disana, terlihat seorang perempuan yang sangat cantik. Dengan rambut berwarna merah tua, dan mata yang berwarna biru. Dia seperti bunga mawar yang cantik namun berduri.


"Apa kau yang mempunyai 'mana stone' yang sangat besar?" tanya wanita itu kepada mikha sambil berjalan ke arahnya.


'Iya, ini!" mikha mengambil 'mana stone' yang berada di meja dan memberikannya ke wanita itu.


Betapa terkejutnya wanita itu, tetapi dia tidak memberikan ekspresi yang berlebihan. Dan langsung mengajak mikha ke ruangan di atas tangga.


"K-kau!, ikut denganku ke ruangan ku!" Sambil menarik tangan mikha dan menaiki tangga.


Mikha menuruti wanita itu dan berjalan ke arah ruangan itu, dan memasuki nya. Dia duduk ditempat duduk yang disediakan dan wanita itu duduk didepan nya.


"O-oke, ayo kita mulai pembicaraan ini" ucapnya.


"Pertama-tama, perkenalkan, namaku adalah 'Rena Istofhet', guild master disini" ucap nya lagi


"Kita langsung saja, apa kau yang mengalahkan monster ini?" tanya Rena


"Ya" jawab mikha spontan.


"Hmm, tapi, dilihat dari fisik mu, tidak mungkin kau bisa mengalahkan monster ini seorang diri, jadi, akan kutanya dengan menggunakan alat pendeteksi kebohongan" ucap rena sambil memperlihatkan sebuah alat.


"Kau hanya perlu melihat kartu petualang ku" ucap mikha.


"itu tidak bisa" jawab rena


"kenapa?" tanya mikha.


"Dikarenakan kebangkitan raja iblis, aktivitas monsters mulai meningkat beberapa bulan lalu" ucap rena


"Y-ya karena hal itu, banyak bangsawan juga petualang membuat kartu palsu dan mengincar kehormatan" jawab nya.


"Jadi mereka menggunakan uang mereka untuk menyewa petualang lain, dan mengambil prestasi mereka agar bisa mendapatkan gelar bangsawan" ucap mikha.


"O-oh, memang benar seperti itu" ucap gagap rena.


'Hm?, hebat juga dia bisa memikirkan hal itu secepat itu, apakah dia bangsawan?" gumam rena


Note: Rakyat jelata tidak diperbolehkan untuk memasuki sekolah, karena biaya yang sangat tinggi. Karena itu, tingkat kecerdasan rakyat jelata itu rendah. Dan hanya para bangsawan yang memiliki kepintaran, untuk mengelolah sebuah wilayah.


"Oke, kalau begitu ayo kita mulai" ucap rena.


"Apakah kau yang membunuh monster ini?" tanya rena


'Ya" jawab mikha.


Alat itu tidak bersinar, dan menandakan bahwa yang membunuh monster itu adalah mikha.


"Oke, dengan ini berarti kau yang sudah membunuh monster itu, kalau begitu, tunjukkan kartu mu" sambil memberikan tangannya.


Mikha memberi kartu petualang nya dan bertapa terkejutnya, karena dia sudah berada di tingkat SS. Ini semua dikarenakan dia membunuh banyak monsters 'unique"


"O-ohh, tidak kusangka, apakah kau salah satu'Regulator'?" takjub nya.


"Hmm, ya bisa dibilang begitu" jawab mikha.


'Oke, maaf kalau begitu, aku akan membayar 'mana stone' ini, Dan akan kuberi tahu kepada yang mulia, tidak apa-apa kah?" tanya rena.


"Tentu saja, dan kalau bisa, aku ingin bertemu dengan yang mulia"


"Ehhh, untuk apa kau menemui kakek peyot itu?"


"Kakek peyot?"


"Eh?!, tidak, jangan beritahu siapapun, " panik rena Sambil menutup mulut mikha dengan tangannya.


"Iya, iya" berbicara sambil ditutupi.


Setelah itu, 'mana stone' di beli oleh guild. Dan mikha, kembali ke penginapan sambil berjalan-jalan disekitar.


Kebetulan, Karena kepulangan para pahlawan. Festival masih berlanjut dari kemarin. Dan mikha berjalan-jalan disana sambil membeli beberapa makanan.


Dia menikmati suasana damai dari kota ini, tidak seperti kota sebelumnya. Dimana para bangsawan korup dan banyak rakyat jelata yang menjadi budak. Bau parfum dan minyak, banyak pelecehan dan pencurian. Yang membuat mikha hampir muntah.


****


Malam sudah tiba, dan sudah saatnya untuk kembali.


Setelah berjalan beberapa saat. Dia sampai di penginapan dan memakan makan malamnya. Dan beberapa saat setelah mikha makan malam. Dia pergi ke kamarnya untuk tidur, dan menunggu untuk dipanggil ke istana.


Tetapi, tiba-tiba. Saat dia sudah sampai didepan pintu kamarnya. Dia merasakan sebuah sumber mana yang sangat kuat sedang melesat ke arahnya.


Tanpa berlama-lama, dia langsung berlari kearah jendela dan melihat langit malam yang tenang. Dia terheran-heran karena tidak ada yang sadar akan tekanan mana itu.


Dan tiba-tiba....


•|Maapken gk up 2 hari eheheh. lagi gada kemaren


Te~hee