Divine Art

Divine Art
CHAP 42- Charlotte (2)



...Terimakasih Karena Sudah Mampir...


...|••••••••••|...


Arc 8 || Kerajaan Yamato -


Situasi sangat ramai dikarenakan Charlotte yang mengeluarkan sihir es ya. Para penduduk langsung berlari menjauhi pertarungan itu.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya mikha yang sedang menghentikan pembekuan ditangan nya dan setelah nya, dia menyembuhkan tangan nya.


"KAU! Kau yang membunuh ayahku bukan?!" Ucapnya kesal dan mengeluarkan tombak es dan melesat kan nya kearah Mikha.


*Wush*


*Wush*


Mikha menghindari tombak itu, tetapi Charlotte tetap mengeluarkan banyak sekali tombak dan menyerang mikha.


*Wush*


Ratusan tombak yang tiada henti melesat dan menghancurkan sekitarnya. Rumah-rumah terhancurkan, beberapa penduduk terluka oleh puing-puing bangunan yang terjatuh dari atap perumahan.


*Crash*


*Crack*


Mikha tetap menghindari tombak itu tetapi tetap saja dia terkena dikarenakan banyaknya tombak es yang melesat kepadanya.


*Wush*


*Wush*


POV mikha -


"Aku tidak bisa menghindari semuanya!" ucapku yang sedang berusaha menghindari serangan tombak es itu.


"Kyaaa!!!" Teriak seorang wanita.


"Apa?!" Aku kaget dan melihat sekitar.


Terlihat bahwa para penduduk terkena puing-puing bangunan yang disebabkan oleh Serangan Charlotte.


"Tcih! apa yang dilakukan?!" Ucapku kesal dan melompat kearah para penduduk yang membutuhkan pertolongan.


Mikha menolong mereka sambil menghindari serangan itu dan melindungi penduduk dengan sihir pelindung. Tetapi tetap saja dia tidak bisa membantu mereka semua.


Disisi lain, Rikka dan Rafhlea mencoba untuk menghentikan Charlotte yang sedang mengamuk. Tetapi dihentikan oleh serangan bertubi-tubi dari tombak itu.


Rikka menahan tombak itu dan menghancurkan nya agar tidak terkena ke Rafhlea. Dan Raflhea yang sedang berbicara untuk membujuk Charlotte agar berhenti.


Tetapi tidak bisa, Charlotte tidak mendengarkan perkataan Rafhlea dan terus melancarkan serangannya.


"Kita bisa bicarakan baik-baik!" Ucap Raflhea, tetapi tiba-tiba saja, didepannya terlihat sebuah tombak es yang menuju ke arah kepalanya.


Rafhlea mencoba untuk menghindari nya. Tetapi tidak sempat karena pergerakan tombak itu yang sangat cepat.


*Crash*


Tetapi, saat Rafhlea membuka matanya. Dia melihat mikha yang sedang menahan tombak itu dan menghancurkan nya.


"Kau sungguh tidak bisa diajak bicara ya?" Ucap Mikha yang kesal.


"HA?!" Teriak Charlotte yang memunculkan tombak es dan melesatkan nya kearah Mikha.


*Wush*


Mikha menghindari tombak itu sambil melindungi Rafhlea. dan membawanya menjauh dari Charlotte


*Cing*


Dan tiba-tiba saja, Mikha yang sudah membawa Rafhlea ke tempat aman langsung tiba-tiba saja berada dibelakang Charlotte.


Hal itu langsung disadari Charlotte dan dia langsung menengok kearah belakang. Tetapi itu sudah terlambat, Dia dipukul dengan sekuat tenaga oleh mikha dan membuatnya terpental hingga menabrak dinding kapal.


*Duakk*


Dinding itu hancur dan Charlotte pingsan dikarenakan rasa sakit yang luar biasa.


"Apakah... sudah selesai?" Tanya seorang penduduk yang melihat tombak es sudah tidak menyerang mereka.


...------...


Beberapa saat kemudian, Di dalam kapal, dia sebuah kamar yang lumayan sempit dan terlihat tiga buah ranjang yang bisa ditempati oleh dua orang.


Terlihat mikha yang sedang duduk ditempat duduk yang berada dipojok ruangan. Dan terlihat juga Rafhlea dan Rikka yang sedang duduk diatas ranjang itu.


"Apakah ini tidak apa-apa mikha?" Tanya Rafhlea.


"Memangnya berapa yang harus kita bayar untuk perbaikan kapal dan rumah penduduk?" Tanya Rikka yang penasaran.


"Yah sekitar beberapa koin platinum" balas mikha.


"Eh?! benarkah?!" Tanya Rikka yang tidak percaya.


"Iya, itu benar" Balas Mikha.


"Tapi, yang penting kita tidak terlihat oleh tentara kerajaan" Ucap Raflhea yang sedang menenangkan pembicaraan itu.


"Yah untungnya, jika tidak, kita akan terlibat persidangan yang tidak ada habisnya" Ucap Rikka yang mengeluh.


"Jadi, apa yang akan kita lakukan dengan Charlotte?" Ucap Rikka sambil melihat Charlotte yang sedang pingsan diatas ranjang.


"Yah... kita tunggu saja dia bangun dan kita diskusikan apa yang harus kita lakukan selanjutnya" Balas Mikha yang berdiri dari duduknya dan berjalan kearah ranjang yang paling ujung dan tidur diatas nya.


Rikka dan Rafhlea yang melihat itu langsung tanpa berkata apa-apa pergi ke ranjang mereka dan tertidur.


...------...


Keesokan harinya, di sebuah pinggir kapal. Terlihat Mikha yang sedang menyandarkan tubuhnya di pagar kapal. Sambil melihat pemandangan air yang bergelombang.


*Wush*


Suara angin dan bau amis dari lautan memenuhi seluruh kapal dan terlihat para kru kapal yang sibuk sedang membersihkan kapalnya dan mengangkut persediaan.


"Apa yang sedang kau lakukan?" Ucap Raflhea yang datang dari dalam kapal dan menghampiri mikha.


"Aku bosan dan sedang melihat arus air" Balas mikha yang tidak menengok kearah Raflhea.


Dan tiba-tiba saja, dari dalam kapal terdengar sebuah suara dan saat suara itu keluar dari dalam kapal. Terlihat Rikka yang sedang tergesa-gesa dan kelelahan.


Dia berhenti sebentar untuk mengambil nafas dan saat dia melihat sekitar. Dia langsung menemukan Mikha dan Rafhlea.


Rikka langsung berlari kearah mikha dan berkata....


"Dia.... Charlotte sudah sadar" Ucapnya terengah-engah.


Mikha dan Rafhlea yang mendengar hal itu langsung berlari kearah dalam kapal dan memasuki kamarnya.


Terlihat Charlotte yang sedang duduk dengan tenang nya setelah melihat mikha.


Mikha dan Rafhlea mendekati Charlotte dan berkata secara bersamaan...


"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya mereka berdua.


"Eh?" ucap Charlotte yang bingung dikarenakan Mikha dan Rafhlea yang menghawatirkan nya.


"Aku... aku tidak apa-apa" Ucapnya.


"Syukurlah..." Ucap lega Mikha dan lainnya.


"Yah.. etto, pertama-tama aku minta maaf" Ucap mikha yang menundukkan kepalanya.


"Eh?" ucap Kaget Charlotte.


"Yah aku mengerti perasaan mu, dikarenakan itu aku minta maaf" Lanjut mikha.


"Yah... selanjutnya, aku.. akan menjelaskan semuanya agar kau paham. Dan setelah itu, kau bebas memutuskan hal yang kau ingin lakukan selanjutnya" Ucap Mikha.


Setelah itu, Mikha menceritakan semuanya. Tentang dia yang menginap disebuah desa, tidak bisa mengontrol tubuhnya, membunuh ksatria suci, bertemu ayah Charlotte, menjadi Regulator, dan akhirnya, membunuh ayahnya.


Dan Charlotte yang mendengar hal itu, tidak bisa berkata apa-apa. dia menyuruh Mikha dan yang lainnya untuk meninggalkan dia sendiri untuk berpikir.


Mikha menuruti hal itu dan pergi dari kamar itu dan meninggalkan nya sendiri.


...------...


Di luar kapal, Beberapa saat setelah Mikha meninggalkan Charlotte untuk sendiri. Dia menatap laut yang tenang itu sambil memikirkan akan tindakannya di masa lalu.


Dan setelah beberapa saat, Charlotte akhirnya keluar dari dalam kapal dan berjalan kearah Mikha dan yang lainnya.


Mikha melihat nya, tetapi tidak berani untuk melihat matanya.


"Ano..." ucap Charlotte yang membuat Rikka dan Rafhlea menyadari keberadaan nya.


"Aku minta maaf kepada kalian semua, tetapi, aku tetap tidak bisa memaafkan Mikha" Ucapnya.


"Ah.." Ucap Rikka yang membuat suasana itu tambah canggung.


Tetapi tiba-tiba saja, sebuah suara yang sangat berisik membuat seluruh orang mengalihkan tatapannya dan melihat sumber suara itu.


"Kwarghhhh" sebuah suara yang sangat keras dan muncul dari dalam air.


Dan tanpa disangka, suara yang keluar dari dalam air itu adalah....


Sebuah bencana hidup yang akan menghancurkan segalanya, yaitu.....[Kraken] , sebuah cumi-cumi atau gurita yang sangat besar dan berwarna hitam pekat


...|••••••••••|...


...Note: dah ah laper...


......Niatnya pen Crazy up, tapi lagi gada mood. Setiap dah kekumpul niat buat ngetik nya, abis ngetik beberapa kata langsung lemes dan ilang mood nya. Jadi maapken......


...Hari ini terakhir ulangan, jadi bisa up antara bsk atau senin....


...kalau bsk, bakal upnya 1, tapi kalo mulainya senin bakal up 2-4 chap, jadi tunggu aja. bsk atau Senin....


...Oke, Like kalo suka, Komen buat saran, Favorit kalo suka ceritanya...