Divine Art

Divine Art
CHAP 3-Bertemu Elf



"emmm...... dimana ini?" ucap serak mikha.


"Kau ada dirumah ku, apakah kau baik-baik saja?" suara gadis yang lembut menjawab.


Saat aku melihatnya,


"ahhhh...... malaikat?" aku spontan mengatakan nya kepada gadis itu.


"ahahaahah.....".suara ketawa yang lembut keluar dari mulutnya."Aku bukan malaikat, aku elf, namaku Rafhlea Elhytra, dan kamu?"


aku bangun dari tidur ku dan menjawabnya"ah, namau Mikha, izyuki Mikha, salam kenal? Elhytra-san?".


"ahahahahah..." sang gadis itu tertawa lagi.


"panggil saja aku Lia ,ok? jawab lia.


"ok baiklah , emmm... lia ? -tan?. dengan nada sedikit malu dan senang.


"tan? apa itu? tanya lia.


"oh itu artinya neng? kakak cantik? pujaan hati? diantara itu." dengan maksud menjailinya sedikit dan menggoda nya


"eh eh... emmmmm" lia memalingkan matanya dan akhirnya menutup mukanya dengan tangan karena malu


"ahahahah, kau sungguh imut lia". dengan nada puas setelah menjailinya.


"Hump! baka! baka! bakaaa!" dengan nada lucu, ia pergi keluar rumah dan meninggalkan ku.


Dan saat itu aku baru sadar "eh? kok gw ngegombal anjirr, apa itu ?" dengan malunya ia mengatakan itu didalam hatinya.


"yah seperti nya itu reflek karena dia begitu cantik, eh imut deh!" dengan senyum-senyum sendiri.


"[Status]"


Nama: Mikha Izyuki


Umur: 16 thn


Ras. : Manusia


Kondisi: Sehat wal afiat


Job. : Support Magician


Level : 34


Title: [Manusia Dunia Lain] [Art Of Blessing]


Skill: Haste, Slaughter, High Heal,Light Claws, Patience, laziness, excessive appetite


{tersembunyi}


"Ohhh.. status ku langsung meningkat pesat setelah mengalahkan singa itu, dan kenapa banyak skill baru?"


bicara sendiri, dan kebingungan


"Hmm!? , apa ini?, {tersembunyi}? ,akan kucoba klik"


*click


{tersembunyi}


Spesial Skills: Fast development, gluttony , creation from nothing


Hiden Title: [∆©×§] §∆×÷|×÷¶``×¶`×`÷÷`


"Ohhhh, apa ini? hmm... apa mungkin ini adalah skill cheat? hmm.... tapi apa yang dimaksud nya? walah, harusnya belajar bahasa Inggris inimah, hadeuhhh!"


"hmm.... ya sudah lah . mungkin waktu akan menjawabnya"


ucap kesal dari mikha


Tiba-tiba lia datang membawakan ku makanan. mangkuk yang terbuat dari kayu, sendok yang terbuat dari kayu, dan saat kulihat keadaan rumah ini, bisa dipastikan kalau ini berada di pedalaman hutan, atau mungkin peradaban dunia ini sangat tertinggal jauh dari bumi.


Tetapi, saat aku melihat keluar jendala, burung-burung berkicau, pohon-pohon rimbun yang berhambusan, dan cahaya yang hangat menyelimuti seluruh ruangan.


Sungguh, bahwa peradaban dunia ini mungkin tertinggal, tapi ini adalah angin yang sedapi, tidak seperti di bumi.


"hey, apa yang sedang kamu lamunkan?, ini sarapan mu!"


dia menaruh makanan nya di meja dan mengajak ku untuk sarapan


•|setelah sarapan......


"Oh ya, apa yang sedang kau lakukan di hutan elf?"


tanya lia kepada mikha


"eh? hutan elf? "


tentu saja aku kebingungan, karena aku baru datang ke dunia ini.


"eh? kau tidak tau ini hutan elf?


lia kebingungan dan bertanya-tanya


"ah, aku seperti nya amnesia (lupa ingatan)"


dengan agak sedikit menunduk karena mikha berbohong


"hmmm.... kau orang yang tenang ya? bukankah biasanya orang amnesia kan panik, saat ia tidak ingat apapun?


lia terheran-heran dengan perilaku mikha


"aku juga tidak kenapa aku bisa se tenang ini, mungkin aku memiliki masa lalu yang berat? dan tidak ingin diingat?".


jawab mikha dengan ragu dan juga serak di beberapa kata.


"oh oh, maaf ya?"


dengan wajah memelas di wajahnya


"eh ah tidak apa-apa!"


mikha khawatir karena dia sebenarnya berbohong


"benarkah?" ucap lia dengan khawatirnya


"iya, aku tidak apa-apa!"


dengan senyum tulus mikha menjawabnya.


"oh, syukurlah. ah aku harus cepat-cepat pergi karena sudah terlambat untuk pertemuan!"


dengan cepat merapihkan barang-barang nya, lalu langsung pergi.


"hahhh..... huffftt....." nafas lega Mikha. Untung saja tidak ketauan olehnya.


Aku melihat jendela dan berkata "ahhh... sungguh cantik dunia ini"


•|Bersambung....