Divine Art

Divine Art
CHAP 38- Amukan



...Terimakasih Karena Sudah Mampir...


...|••••••••••|...


Arc 7 || Kekaisaran Elf -


Keesokan harinya, Mikha dan yang lainnya diajak ke ruangan tahta.


Disana, terlihat sang Ratu Roh yang menundukkan kepalanya kepada Roh primodial. Dan diikuti oleh Roh agung lainnya.


Mikha yang bingung dengan hal itu langsung berjalan kearah Roh primodial dan menanyakan nya....


"Ada apa ini?" Tanya mikha kepada Ariel dan menengok kearah Ratu Roh.


"Ini adalah permintaan maaf dari mereka" balas Ariel


"Permintaan maaf? bukankah sudah kemarin?" Tanya mikha.


"Ya, Kau benar. Tetapi, yang memaafkan mereka adalah Rafhlea-sama" Balas Ariel.


"Aku belum benar-benar bisa memaafkan mereka" lanjut nya.


"Hee.... "ucap mikha yang melihat Ratu Roh.


Tetapi, disini. Kita diperlihatkan lagi kebaikan dari Rafhlea. Dia meminta tolong kepada Ariel untuk memaafkan mereka.


Awalnya, Ariel menolak hal itu. Tetapi, Dikarenakan Ariel merasakan kepercayaan diri dan juga jiwa sucinya Rafhlea. Dia akhirnya memaafkan Ratu Roh dan yang lainnya.


Tetapi tanpa disangka, Tubuh Rafhlea bersinar. Yang membuat seluruh orang yang melihatnya harus menutup mata mereka.


"APA?!" Teriak kaget salah satu Roh


*Wush*


Sebuah angin yang sangat kuat langsung melesat hingga seluruh Roh yang berada didekat Raflhea terpental, tidak terkecuali Mikha.


"INI!! Kekuatan Rafhlea-sama yang kembali sedang menyesuaikan keberadaan nya dengan tubuh Rafhlea-sama!!!" Ucap Ariel.


"Apa yang harus kita lakukan?!!" Ucap mikha yang sedang melindungi Roh tingkat Menengah dari luapan kekuatan Rafhlea.


*Wush*


Tetapi tiba-tiba, sebuah kejutan suara yang sangat tajam langsung melesat ke sekitar Dan hampir membuat para Roh terluka. Tetapi diselamatkan oleh sihir dari Ariel


"Ini sangat disayangkan Tetapi!!,. Mikha!! Kita harus menenangkan nya!!" Teriak Ariel yang sedang mencoba untuk menyerang Rafhlea dengan sihirnya.


*Wush*


*Wush*


Bola api yang sangat panas keluar dan melesat dengan cepatnya kearah Raflhea.


Tetapi, bola api itu ditahan oleh sebuah sihir penghalang. Dan Raflhea langsung menyerang Ariel dengan tombak es yang tiba-tiba muncul diatas kepalanya.


*Wush*


Tombak itu melesat, Tetapi Ariel menghindari tombak itu dan langsung mencoba untuk menyerang Rafhlea. Lalu, tanpa disangka, Kakinya tidak bisa digerakkan. Dan disaat dia melihat nya, Tombak es itu menyebar dan membuat seluruh area itu menjadi beku.


Disisi lain, Mikha dan Rikka yang sudah selesai mengevakuasi para Roh langsung menghindari pembekuan dari tombak itu dan langsung berlari kearah Ariel untuk membantu nya.


"Ariel!! apa aku harus menyerang nya dengan mode <> ??" Tanya Mikha.


"Itu tidak akan bisa! Dia adalah sang ibu! dia mempunyai otoritas yang melebihi Rati Roh!! Dan energi alam akan bisa dengan mudahnya dia kendalikan!!" Balas Ariel yang sedang menyerang Rafhlea dengan berbagai tombak yang memiliki Elemen yang berbeda.


"Terus?! Aku tidak bisa menggunakan mana disini!! sangat tipis sumber mana disekitar sini!!" Balas mikha yang membuat sihir pertahanan untuk menghadang serangan Rafhlea dan melindungi Rikka.


"Kau!! kau! adalah ras vampir bukan??!" Tanya Ariel.


"Eh?!" Ucap terkejut Rikka.


"Ah!.. Memangnya mengapa?!" Balas mikha.


"Akan ku persembahkan darahku!! Cepat kalahkan Rafhlea sebelum dia menjadi lebih buas!!!" Ucap Ariel sambil menggigit jarinya dan menodongkan nya kearah mulut mikha.


"tcih" ucap mendecakkan lidah sambil menjilati darah dari jari Ariel.


Dan tiba-tiba saja, Rambut mikha berubah menjadi merah dan langsung merasakan kekuatan yang sangat kuat meluap-luap dari dalam tubuhnya.


Dengan itu, Mikha langsung menerjang kearah Raflhea dengan percaya diri nya. Tetapi...


Kepala Mikha tiba-tiba terpotong dan berpisah dengan tubuhnya.


Melihat hal itu, Rikka langsung menunjukkan wajah kaget dan putus asa. Dan disisi lain, Ariel pun terkejut akan hal itu. Tetapi...


Darah yang keluar dari tubuh dan kepala Mikha langsung bergerak dan mencoba untuk menyatu.


Dan melihat hal itu, Rikka dan Ariel langsung mengerti dan mencoba untuk mengulur waktu agar Mikha dapat beregenerasi dan menyerang Rafhlea agar sadar.


*Wush*


*Wush*


*Boom*


Berbagai serangan dilancarkan oleh Rafhlea, dan ditahan eleh Rikka dan Ariel.


Dan setelah beberapa saat, Mikha akhirnya kembali dan mencoba untuk menyerang Rafhlea sekali lagi.


Mikha menyerang dengan menggunakan bola api yang berwarna merah darah dan pedang yang terbuat dari pemadatan darahnya.


*Wush*


Mikha menyerang sambil melindungi dirinya dengan perisai darah yang dibuat. Dan akhirnya setelah beberapa kali merasakan anemia dikarenakan penggunaan darah yang berlebihan.


Akhirnya Mikha menyentuh dan memeluk Rafhlea.


Dan dengan kekuatan terakhirnya, Mikha membuat segel dari darah terkutuk yang di sarankan oleh guide dan membuat Rafhlea tidak bisa bergerak.


Seharusnya, Segel darah terkutuk akan menggerogoti tubuh dari orang yang disegel nya dan perlahan akan mati. Tetapi, dikarenakan Rafhlea adalah sang ibu Roh, dia tidak mungkin akan mati begitu saja.


Dan setelah Rafhlea tidak bisa bergerak, Mikha berteriak dan memberitahu Ariel untuk menyegel kekuatan Rafhlea untuk sementara.


Ariel yang mendengar hal itu langsung berlari dan menyentuh Tubuh Rafhlea dan mengucapkan mantra penyegelan.


<>


Dan seketika, Tubuh Rafhlea langsung dipenuhi huruf aneh dan akhirnya. Rafhlea kehilangan kesadaran dan pingsan dipelukan Mikha.


...------...


Keesokan harinya, Rafhlea sadar. Dan dia mengingat akan yang dia lakukan.


"Eh?, ini! ini!! ini!!! ini!!!! ini!!!!! ini!!!!!" Teriak Rafhlea yang tidak percaya akan yang dilakukan nya.


Mikha yang melihat hal itu langsung memeluk nya dan berkata bahwa semuanya baik-baik saja.


Tetapi, hal itu saja tidak cukup. Rafhlea yang merasa selalu merepotkan mikha langsung berteriak dan mengamuk dan pikiran nya tambah kacau.


Dan disituasi itu, datanglah Ariel yang langsung menyentuh Kepala Rafhlea dan membuat Rafhlea langsung tertidur.


"Ini adalah sihir yang memanipulasi ingatan, Aku menghapus ingatan kemarin agar mentalnya tidak rusak" Ucap Ariel.


"Ah... Terimakasih... sungguh..." Ucapnya Mikha yang memeluk erat-erat tubuh Raflhea.


...------...


Dan beberapa saat setelah itu, Seperti janji Ratu Roh. Mikha dan yang lainnya dipulangkan ke dunia mereka dengan memanggil Roh dari dunia itu oleh Seorang Elf.


Dan Akhirnya, mereka keluar dari dunia Roh dan bertemu dengan Elf yang memanggil Roh itu


"Ah.. Terima kasih karena sudah membantu kami.." Ucap Rafhlea dengan lembut.


"Ah.. Tidak apa-apa. Ini malah menjadi sebuah kehormatan karena diminta tolong oleh sang Ratu Roh sendiri" Balas Elf itu dengan menundukkan kepalanya.


"Oh ya, Kalian ingin ke Kekaisaran Ely'urhot kan?" Tanya nya.


"Ya..... memang nya kenapa?" tanya Rafhlea.


"Ah! kalau begitu aku bisa membantumu untuk menemukan jalannya" Balas nya sambil menunjuk gerbong kereta.


"Mengapa?" Tanya Mikha yang penasaran dengan maksud dari Elf itu.


"Eh? aku hanya ingin menawarkan bantuan untuk kalian..." Balas Elf itu.


"He... tapi sepertinya itu bukan maksudmu sebenarnya.." Ucap Mikha sambil menatap tajam kearah pepohonan yang tinggi dan juga lebat.


Dan terlihat, sesosok elf yang keluar dari pohon itu dan berkata..


"Ahaha... padahal kukira aku sudah menyembunyikan diri sebaik mungkin dengan skill ku" Ucapnya sambil menggaruk kepalanya.


Dan tiba-tiba saja, Banyak sekali Elf yang menampakkan diri mereka dari pepohonan, Dan membawa banyak senjata seperti Pedang dan panah.


"Apa maksudnya ini?" Tanya mikha yang menatap tajam ke Elf yang pertama menampakkan diri itu.


"Yah... Kau pastinya tau akan hal ini...." Ucapnya dengan senyum sinis.


...|••••••••••|...


...Note: males nulis percakapan 🗿...


...Oke, Like kalo suka, Komen buat saran, Favorit kalo suka ceritanya...