
...Terimakasih Karena Sudah Mampir...
...|••••••••••|...
Arc 7 || Kekaisaran Elf -
"Maaf saja tetapi, kalian harus ikut kami" ucap elf sambil menunjukkan gerbong kereta nya.
Mikha dan yang lainnya menuruti mereka dan masuk ke gerbong kereta.
Dan sebenarnya, Mikha bisa saja membantai seluruh Elf yang berada disini. Tetapi, dia tidak ingin membuat keributan dan mengambil jalan damai.
Perjalanan pun dimulai, Hutan dengan pepohonan yang tinggi juga lebat menghalangi sinar matahari yang masuk.
Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka sampai disebuah gerbang yang besar dan diatasnya terlihat papan tulisan yang berisi kata [Ely'urhot].
Mereka memasuki gerbang itu, dan terlihat sebuah tempat yang memperlihatkan suasana yang sangat fantasi. seperti pohon besar yang didalamnya terdapat rumah-rumah para warga.
Dan jembatan yang menghubungkan antara satu pohon ke pohon lainnya. Juga terlihat berbagai peralatan jaman dahulu yang membuat kesan fantasinya makin menguat.
Mikha dan yang lainnya diantar ke sebuah pohon yang sangat besar dan ditengahnya terlihat sebuah bangunan yang mirip kastil. dan didepannya, terlihat beberapa orang yang menunggu mereka.
Mikha turun dari gerbong itu dan melihat, Beberapa orang yang menunggunya itu berpakaian serba mewah dengan perhiasan emas dan pakaian yang tidak mungkin dimiliki rakyat biasa.
"Terimakasih karena sudah datang ke kerajaan kami" Ucap salah seorang Elf yang terlihat seperti raja.
"Ya, mohon maaf atas penyambutan yang tidak baik ini" lanjut seorang Elf yang berada disamping Elf yang tadi.
"Hmm.. yah.. tidak apa-apa, kalian sungguh menyambut kami dengan baik" Balas mikha yang terlihat ramah tetapi di dalam hatinya dia merasa tidak suka kepada mereka.
"Ah.. mari masuk" Ucap Elf itu sambil menunjukkan jalan untuk masuk kedalam kastil itu.
Mikha dan yang lainnya mengikuti para Elf itu untuk masuk kedalam kasti itu. Tetapi tiba-tiba...
"Mikha...." Ucap Raflhea yang memegang erat pakaian mikha.
"Hm? ada apa lia" Balas Mikha yang balik memegang tangan Rafhlea.
"Ini... ini..." Ucap Raflhea ketakutan dikarenakan yang menyambut mereka adalah orang tua dari Rafhlea atau lebih tepatnya ayahnya.
"Aku tahu, aku akan membuat perhitungan dengan mereka" Balas mikha yang menyarankan hal gila.
"Tidak! tidak usah... Aku hanya takut... tetapi, aku ingin melihat wajah mereka..." Ucap Raflhea yang menahan rasa takutnya.
"Hm... oke, ayo kita lihat wajah mereka" Ucap Mikha dengan wajah tersenyum tetapi dalam hatinya dia merasakan kebencian kepada orang tua Rafhlea.
"Yah... jika mereka berbuat macam-macam, Aku akan memusnahkan kerajaan ini beserta penduduk nya" Gumam mikha sambil menatap tajam kearah ayam Rafhlea.
Akhirnya, mereka sampai disebuah tempat yang didalamnya terlihat meja yang sangat besar dan banyak sekali kursi disekitarnya.
"Mari duduk" Ucap Ayah Rafhlea.
"Ah.. baik" balas mikha yang sedang ingin duduk.
"Yah... mari kita perkenalan dahulu" Ucap Ayah Rafhlea dengan wajah tersenyum lembut.
"Tidak usah!" Bantah Mikha.
Hal itu membuat seluruh elf yang berada ditempat itu terkejut akan perkataan mikha dan menganggapnya tidak sopan. Dan akan memberitahu mikha apa itu sopan santun, tetapi mereka dihentikan oleh tatapan dari ayah Rafhlea.
"Etto, apa maksud anda?" Ucap Ayah Rafhlea.
Rafhlea membuka tudungnya dan memperlihatkan wajahnya. Betapa terkejutnya mereka semua akan hal itu.
"Kau! apa yang kau lakukan disini!!" Teriak ayah Rafhlea yang terkejut sambil mengacungkan jarinya kearah Raflhea.
"A-ayah, aku... kembali" Ucap Raflhea dengan penuh ketakutan.
"HAH?! APA YANG KAU MAKSUD KEMBALI?!! BALIK KE KEKAISARAN!!! DAN WALAUPUN KAU KEMBALI, KAU TIDAK AKAN KAMI TERIMA!!!" Teriak Ayah Rafhlea yang mengacungkan pedang yang tiba-tiba muncul ditangan nya.
"Tapi!! Aku!.. kuh.." Balas Rafhlea yang ketakutan sambil menahan tangisannya dan memegangi dadanya
"KAU PASTINYA SUDAH TIDAK SUCI!!! KAU ADALAH AIB KELUARGA INI!!!" Balas teriak Ayah Rafhlea.
"Tapi... tapi..." Ucap Raflhea dengan penuh kesakitan dikarenakan perkataan ayahnya.
...note: gmn perasaan lu saat ditolak keluarga sendiri? Me?: nyesek....
"Hentikan!!" Ucap Rikka yang tidak tahan akan situasi ini.
"Hah?! mengapa kau ikut campur?!!" Ucap Ayah Rafhlea yang mengacungkan pedang nya kearah Rikka.
"Ha?" Ucap mikha yang berdiri dari duduknya dan membuat tekanan yang sangat kuat hingga seluruh Elf yang berada disekitar itu langsung hampir menundukkan kepalanya.
"Apa?!" Ucap salah seorang Elf.
"Kau tidak akan menerima nya kan?" Tanya Mikha sambil memegangi tangan Rafhlea dan mengajaknya pergi.
*Wush*
Tetapi tiba-tiba saja, sebuah angin yang sangat kuat berhembus hingga seluruh orang terpental dan menghantam dinding hingga hancur.
*Crack*
"Kuah!" Teriak kesakitan salah satu Elf.
"K-Kau! apa yang kau lakukan?!!" Teriak Ayah Rafhlea yang berusaha bangun dan melihat Rafhlea yang bersinar.
"Lia?!!" Teriak Mikha yang terkejut.
"Tcih!" Ucap mikha sambil memeluk erat tubuh Rafhlea dan menenangkan nya.
Dan akhirnya, setelah beberapa saat. Rafhlea kehilangan kesadaran nya dan pingsan.
Mikha dan Rikka pun berencana untuk pergi dari tempat itu tetapi dihentikan oleh perkataan Ayah Rafhlea yang menyuruh mereka untuk memberikan Rafhlea.
"Ha?!" Ucap marah mikha yang membuat seisi ruangan itu bergetar seperti tidak sanggup menahan aura Mikha.
Tetapi tiba-tiba saja, sebuah suara datang dari arah luar ruangan. Dan membuka pintu ruangan itu.
"Lia sudah kembali?" Ucapnya dengan gelisah dan terlihat kelelahan.
"Siapa kau?" tanya Mikha yang menggendong tubuh Rafhlea.
"Aku... ibu..nya" balas wanita elf itu
Dan ditengah hal itu, Rafhlea pun sadar dan melihat ibunya. Dia menangis karena bisa melihat ibunya lagi.
Rafhlea diturunkan dari gendongan mikha dan memeluk ibunya. Dia menangis dan memberi tahu hal yang memberatkan hatinya.
Tetapi tanpa disangka, ditangan ibu Rafhlea. Terlihat sebuah suntikan dan ingin menyuntikkan nya ke tubuh Rafhlea.
Tetapi dihentikan oleh Mikha dengan menembakkan sihir ke tangan ibu Rafhlea dan membuatnya terpental.
"Ah!" Ucap Raflhea yang ikut kaget dan akan terjatuh tetapi ditangkap oleh mikha.
"Apa yang kau lakukan.... Mikha?!" Tanya Rafhlea setelah melihat tangan ibunya hancur dan mengeluarkan darah merah yang membasahi sekitarnya.
"Lihat lah ditangannya" ucap mikha sambil menunjuk kearah suntikan yang terpental itu.
"Apa?!" Ucap Raflhea tidak percaya dengan yang dilihatnya.
"Tidak mungkin.... cairan sihir perbudakan?" Ucap Raflhea yang ketakutan dan menutup mulutnya.
"He... begitu... Kau sudah tahu kan? Rafhlea..." Ucap Mikha yang sedikit menarik tubuh Rafhlea agar meninggalkan ruangan ini.
"Rikka, bawa Rafhlea pergi dari sini" Ucap Mikha yang menyerahkan Rafhlea kepada Rikka.
"Ah.. baik, Tetapi, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Rikka, walaupun sudah mengerti akan apa yang akan dilakukan mikha.
"Yah... Pastinya kau tidak ingin mendengar hal ini" Ucap Mikha dengan penuh senyum.
Rikka dan Rafhlea pun meninggalkan ruangan itu. Dan terlihat Mikha dan para Elf yang terdiam tak bisa berkata apa-apa.
"Kau tau, apa yang akan kulakukan disini?" Tanya mikha dengan wajah dingin.
"Ha? apa yang kau inginkan?" Tanya Ayah Rafhlea.
"Yahh, akan kuberi tahu saja secara singkat"
"Rafhlea adalah Ratu Roh berikutnya, dan dia tidak mau dengan hal itu karena ingin bertemu dengan kalian, Tetapi, apa yang dia dapatkan adalah ini. Apa kau tahu akan akibat nya dimasa depan?" Lanjut mikha.
Mendengan hal itu, membuat seluruh Elf tidak percaya akan yang mereka dengar. Dan juga, hal itu membuat seluruh Elf itu sadar sudah melakukan hal apa.
Mereka memohon maaf, tetapi mikha berkata bahwa hal ini sudah terlambat dan membuat seluruh Elf putus asa dan tidak sanggup berdiri.
Dan tanpa sepatah kata pun, Mikha meninggalkan ruangan yang penuh rasa putus asa itu dan menyusul Rikka.
...------...
Setelah beberapa saat mencari, akhirnya mikha menemukan Rikka dan Rafhlea berada didepan gerbang kota.
"Kita akan keluar dari hutan ini dan menuju kota manusia" Ucap Mikha yang baru datang.
Dan Rafhlea yang sudah tidak sanggup berdiri, jatuh ke tubuh mikha dan menyandar padanya.
".... Tidak apa-apa" Ucap Mikha sambil mengelus rambut Rafhlea.
...|••••••••••|...
...note: maaf, gw lagi badmood gegara 2 kali beli paketan gada yg bener. Dan ngebuat kualitas tulisan nya menurun...
...Oke, Like kalo suka, Komen buat saran, Favorit kalo suka ceritanya...