Divine Art

Divine Art
CHAP 37- Rafhlea



...Terimakasih Karena Sudah Mampir...


...|••••••••••|...


Arc 7 || Kekaisaran Elf -


Suasana tegang Setelah sang Roh primodial mengatakan bahwa Rafhlea adalah ibu Roh primodial.


"Apa... yang sedang... kalian.. Lakukan?" Ucap sang Roh primodial dengan lembut.


"Eh? Ah!... Hormat kepada Sang Roh primodial. Saya adalah Ratu Roh saat ini" Ucap Ratu Roh sambil menundukkan kepalanya.


"Jadi.. Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya sang Roh primodial.


"Ah.. Kami sedang menumbalkan Sang [Descendants of the Spirit]" balas Ratu Roh.


"Menumbalkan? apa yang sedang... Kalian lakukan?. Dia adalah sang [×÷π√÷] . Sebuah sosok yang harus nya kalian sembah dan hormati!" Ucap Roh primodial yang sedikit marah.


"Apa?!" Ucap kaget Ratu Roh.


"Hufthh, apa yang kau lakukan dengan pesanku?" Tanya Roh primodial.


Setelah itu, Sang Ratu Roh menjelaskan semuanya. Dimulai dari Rafhlea yang tanpa sengaja masuk kedunia, disaat dunia roh berguncang. Dan saat dia menerima pesan untuk menumbalkan Rafhlea.


Dan setelah mendengar hal itu. Sang Roh primodial mengeluh karena pendeknya pemahaman dari Ratu Roh yang salah mengartikan pesannya.


"Yang kuberi tahu adalah.... Bahwa Dia adalah sang Roh pertama. Yaitu ibu dari segala pecahan roh seperti kalian" Ucap Roh primodial


Mendengar hal itu, Seluruh Roh yang berada ditempat itu langsung terkejut dan ketakutan karena sudah salah kepada sang ibu Roh.


Mereka bersujud kepada Rafhlea dan meminta ampunan nya. Tetapi, Rafhlea yang tidak mengerti akan apa-apa langsung tidak enak akan situasi ini dan menyuruh seluruh Roh yang sedang bersujud untuk bangun. Juga, Rafhlea berkata bahwa mereka tidak salah, dan ini hanyalah salah paham sahaja.


...note: baik bgt kan? istri gw🗿...


Roh primodial yang tadinya kesal akan tindakan Ratu Roh, Langsung memaafkan para Roh dikarenakan permintaan Rafhlea.


"Tetapi!, kau! sebagai Ratu Roh. Kau sudah melakukan hal yang tidak bisa dimaafkan. Sebagai pelajaran, Gelar mu akan kucabut dan kuberikan kepada Rafhlea" Ucap sang Roh primodial.


"Baik... saya akan mengerti akan kesalahan saya" Balas Ratu Roh yang sedang menundukkan kepalanya.


"Eh? tidak usah!" Ucap tolak dari Rafhlea.


Rafhlea berkata bahwa dia sudah memaafkan semuanya termasuk Ratu Roh. Dan dia meminta Ratu Roh untuk menjabat lagi sebagai Ratu Roh.


Ratu Roh yang merasa kagum dengan kebaikan hati Rafhlea langsung meminta maaf dengan tulus kepada Rafhlea. Dan dia menerima jabatan nya lagi sebagai Ratu Roh.


Tetapi, Setelah Rafhlea menyelesaikan urusannya. Dia langsung teringat akan Mikha dan Rikka yang sedang sekarat.


Dia langsung berlari dan meminta tolong kepada para Roh untuk menyelamatkan mereka. Dan para Roh pun menuruti pertolongan nya dan pergi Menyelamatkan Mikha juga Rikka secepatnya.


...note: sadar? (tolong) bukan perintah....


...note: oh ya, kalo chap ini pendek, maap. karena males nulis debat kek gini pake dialog bukan diceritain. jadi diceritain aja biar gampang....


...------...


Beberapa saat lalu di ruangan yang terdiri akan air dan juga langit biru.


"Aku kembali kesini?" Ucap Mikha yang sedang terbaring ditengah air itu.


"He.. apa yang kau lakukan kesini?" Ucap seorang wanita yang sedang memakan sesuatu di mulutnya.


Mikha bangun dari tidurnya dan melihat. Sesosok wanita berambut putih dan berwarna mata biru seperti es. Dengan pakaian berwarna hitam.


"Siapa kau?" Tanya mikha yang penasaran.


"Aku? hmm... sebut saja aku.. Istrimu?" Balas nya dengan sedikit kecentilan.


"Ha? istriku? apa maksudmu?" Ucap Mikha yang berjalan mendekati wanita itu.


"Oh ayolah, ayo duduk terlebih dahulu" Ucapnya sambil memunculkan sebuah kursi dan meja. Dan diatas nya, terlihat sebuah cangkir teh dan teko nya.


note: echidna is that you?


Mikha menuruti permintaannya dan duduk di kursi satunya. Dan mengambil cangkir teh yang berada diatas meja itu.


"Shhh.... diam. Kau tidak usah bertanya" ucapnya sambil menutup mulut mikha dengan jarinya.


"Yah... kau tau, sebenarnya kau sedang sekarat" lanjut nya.


"Eh?, ah... aku jatuh dari istana itu dan menghantam batu" Ucapnya mikha yang mengingat kejadiannya.


"Ya, tapi tidak usah khawatir. Kau sedang disembuhkan oleh Roh primodial, Jadi pastinya kau tidak akan apa-apa" Ucap Wanita itu.


"He.. Ah! Lia! bagaimana keadaannya?!!" Tanya mikha yang teringat akan Rafhlea.


"Ah.. Lia.. Dia baik-baik saja. Dan sekarang, pasti dia sedang menangisi mu" balas wanita itu.


"Ah.. Jadi dia tidak apa-apa" ucap mikha yang lega, dan menunjukkan wajah senang.


"He... Kau sungguh mencintainya ya..." Gumam wanita itu.


"Jadi... apa yang sedang kulakukan disini?" Ucap mikha yang sudah tersadar dari kesenangan nya.


"Hmm?.. Ah... Aku membawamu kesini agar bisa menyapamu saja" balas wanita itu.


"Oh ya!, akan kuberi tahu namaku.... Namaku adalah Char-" Tanpa menyelesaikan kata-katanya,


Mikha tiba-tiba bangun dari keadaan sekaratnya. Dan saat dia mencoba bangun dari tidurnya. Terlihat Raflhea yang sedang tidur di samping tempat tidur.


Melihat hal itu, Mikha langsung menunjukkan wajah tersenyum. Dan mengelus-elus kepala Rafhlea yang sedang tertidur pulas.


Tetapi tiba-tiba, sebuah suara membuka pintu terdengar oleh Mikha dan dia menengok untuk melihat siapa yang datang ke ruangan itu.


Dan terlihat Rikka yang sedang membawa nampan makanan. Tetapi, Setelah Rikka melihat Mikha sadar, dia menjatuhkan nampannya dan membuat makanan itu jatuh kelantai.


Mikha langsung kaget dengan perilaku Rikka. Tetapi Rikka yang menunjukkan wajah senang terbaru Setelah melihat mikha sadar, langsung melompat kearah pelukan mikha.


*Wush*


Mikha yang langsung reflek, langsung memeluk Rikka tanpa pikir panjang dan berkata bahwa semuanya baik-baik saja.


...------...


Setelah Rikka sadar dari tangisan kebahagiaan nya. Dia langsung menjelaskan semua hal yang terjadi. Dan tiba-tiba..


Seorang wanita cantik berambut putih memasuki ruangan itu dan berkata...


"Apakah kau baik-baik saja?... aku tidak percaya diri dengan sihir penyembuhan ku" Ucapnya kepada mikha.


Dia adalah Roh primodial yang datang dari kolam harapan.


Roh itu bernama Ariel, seorang Roh primodial yang mengurusi [The Great Library]. Yaitu, sebuah tempat dimana semua buku dan pengetahuan berada.


Dan dia, mempunyai kewenangan atas semua pengetahuan yang ada didunia ini. Dan Kekuatan Unik nya adalah memahami seluruh sistem sihir yang ada, juga dia bisa memakai selurh sihir yang ada walaupun tidak bisa mengeluarkan potensi yang sebenarnya dari sihir itu.


"Ah.... Aku baik-baik saja. Terima kasih" Ucap Mikha dengan penuh kesopanan.


"Sama-sama, dan kau... adalah..." dengan tidak menyelesaikan kata-katanya, dia menuju kearah Raflhea dan mengelus wajahnya.


"Tidak... Apakah kau mau ikut denganku setelah Rafhlea-sama bangun?" Ucapnya.


"Hm?... ah... Baik, aku akan ikut setelah lia bangun" Balas mikha.


Dan setelah itu, Ariel pergi dari ruangan itu dan meninggalkan Mikha dan yang lainnya untuk beristirahat.


...|••••••••••|...


...note: Pen tanya, kalian lebih suka ceritanya belibet atau langsung lurus ke raja iblis?....


...Contoh belibet nya kek ada organisasi rahasia, pembalasan dendam, ada yang buat rencana, temen dekat jadi musuh....


...Atau lurus aja kek, kena masalah, dapet kekuatan, langsung dikasih tau sebuah plot twist. lawan musuh....


...Jadi kek gmn? yah walaupun kalo bikin yang belibet mah harus referensi ke anime². Tapi gk papa, demi pembaca...


...Oke, Like kalo suka, Komen buat saran, Favorit kalo suka ceritanya...