
...Terimakasih Karena Sudah Mampir...
...|••••••••••|...
Arc 8 || Kerajaan Yamato -
Disisi lain, beberapa saat lalu.
"Hufthh.. Hufthh.. Hufthh..."Charlotte yang sedang berlari kearah mikha, namun tiba-tiba saja dia..
*Wush*
sebuah tombak es melesat dan mengenai kaki Charlotte yang membuatnya terjatuh.
"APA?!" Gumamnya kaget, dan saat dia melihat kakinya, dia hampir berteriak karena kesakitan.
Tetapi dia menahan teriakannya, dan melihat sekitar siapa yang sudah menembakkannya tombak es. Dan tanpa disangka, tidak lama setelah Charlotte melihat sekitar, dia langsung dikejutkan dengan seorang iblis yang auranya tidak terdeteksi.
"A-apa itu?" Ucapnya kaget dan putus asa.
Iblis itu memakai wujud manusia dewasa yang kekar dan besar. Namun bedanya hanyalah dia berwarna ungu, dan berwarna mata merah. Ditangannya terlihat sebuah pedang yang memiliki aura yang sangat menekan hingga Charlotte tidak sanggup berdiri setelah melihat nya.
Iblis itu mulai mendekati Charlotte. Dan Charlotte yang melihat hal itu langsung bergidik ketakutan dikarenakan aura nya yang tersembunyi tetapi bisa dirasakan setelah melihat nya.
Dan saat Charlotte melihat matanya, Terlihat bahwa dia bukan target nya. Melainkan mikha yang sedang tertunduk dihadapan iblis satunya lagi.
Namun tiba-tiba saja dia teringat saat Mikha menolongnya. Dia sadar, dia harus menolong mikha sebagai gantinya. Sebab itu, dia memberanikan diri untuk bangun walaupun kakinya masih bergetar ketakutan.
Charlotte berdiri dengan perlahan dan akhirnya bangkit. Namun, saat Charlotte melihat wajah iblis itu lagi. Iblis itu malah tersenyum dan tanpa peringatan apapun.
*Slash*
*Tess* *Tess*
Tangan Charlotte terpotong dan mengeluarkan banyak darah yang membanjiri sekitarnya. Dan Charlotte yang sadar akan hal itu langsung bertekuk lutut karena tidak bisa menahan rasa sakit itu.
"Apa?" Ucap nya sambil mengeluarkan air mata kesakitan, dan saat dia menengok keatas. Dia sudah terlambat...
Iblis itu sudah mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan bersiap untuk menebas nya. Dan dalam sedetik itu, dia langsung melihat kilas balik kehidupan nya.
dia menangis putus asa, dan akhirnya...
"Apa ini akhir ku?" Ucapnya putus asa
*Slash*
...------...
Disisi lain, Mikha melihat betapa kuatnya Yuuki yang bisa membunuh iblis itu hanya dengan sekali tebasan.
"A-apa... itu?" Ucapnya tidak percaya.
"Apakah, kau tidak apa-apa mikha? ucapnya sambil berbalik badan melihat Mikha.
"Ah.. aku.. tidak... apa-apa!" Balas mikha yang masih terkagum, tetapi dia langsung ingat dengan temannya dan langsung bangun dari tidurnya.
"Kuuhh!" Ucap mikha yang sudah kesakitan walau hanya berdiri saja. dan akhirnya dia berhenti untuk berdiri dan melihat sekitar dan sedikit berharap untuk melihat wajah senang karena iblis itu sudah dikalahkan.
Namun, apa yang dilihatnya bukanlah wajah kegembiraan karena iblis itu sudah terbunuh. Tetapi, Charlotte yang sedang ditebas oleh iblis lain.
Mikha yang terkejut langsung saja berlari tanpa memperdulikan apapun. Dia berlari walaupun banyak puing-puing bangunan yang menghalanginya, melangkahi mayat, melompati puing-puing secepatnya.
*Slash*
Tetapi, dia terlambat. Charlotte sudah tertebas, dan akhirnya terjatuh. Dan Mikha yang melihat itu langsung berteriak dan mengeluarkan sebuah asap berwarna ungu ditangan kanannya.
"CHARLOTTE!!!!" Teriaknya dan asap ungu itu muncul dan perlahan membentuk sebuah pedang hitam dengan kristal ungu di gagangnya.
"AAAA!!!!"Teriak Mikha yang menyadari ditangan nya terdapat sebuah pedang dan menebas iblis itu.
*Slash*
Darah pun keluar dari tubuh iblis itu dan iblis itu pun terkejut dengan serangan mikha yang membuatnya hampir terpental kebelakang. Namun, ditahan olehnya dan menyerang balik Mikha.
*Slash*
*Ting*
Mikha menahan serangan itu dengan pedangnya. Dan akhirnya terjadilah pertarungan antara pengguna pedang.
Mikha mengayunkan pedangnya dari atas kebawah dan iblis itu menahan sambil menyerang balik dengan serangan horizontal. Yang dimana membuat mikha terkena hempasan tebasan pedang itu dan hampir terpental.
Namun dia manahannya dan menyerang balik iblis itu. Mikha menyerang sambil menghindari setiap serangan iblis itu dan menyerang balik saat dia melihat celah.
Tidak terkecuali iblis itu pun mulai kesal dan mengeluarkan sesuatu dari pedang nya dan menebaskan nya kearah mikha.
*Slash*
"Kuhakk!!" Ucapnya kesakitan
*Wush*
Namun tiba-tiba saja, sebuah angin melewati mereka begitu saja. Dan tiba-tiba didepan iblis itu muncul seorang wanita berambut merah yang memegang sebuah pedang berwarna merah darah.
Dan wanita itu tidak lain adalah Yuuki. Dengan segenap kekuatannya, dia langsung mengangkat tangan nya dan menebas iblis itu dan akhirnya...
*Slash*
*Wush*
Sebuah angin yang sangat kencang membuat debu-debu disana menghalangi pandangan mata. Dan saat debu itu sudah tidak menghalangi mata, terlihat iblis itu terpenggal dan seluruh anggota badannya seperti kaki dan tangan terlepas sehingga menumpahkan banyak darah.
"A-apa?" Gumam mikha yang tidak percaya dengan yang dilihatnya.
"Apakah kau tidak apa-apa?" Tanya Yuuki sambil menengok kearah belakang, dan melihat mikha yang langsung sigap dan menyembuhkan Charlotte.
Namun tidak bisa...
"Kuhh! mananya...!" Ucap kesakitan mikha yang sudah hampir tidak memiliki mana.
"Berhenti..." Ucap Yuuki sambil melihat kearah lain
...------...
Disisi lain, Rafhlea hampir pingsan karena sudah memaksakan dirinya untuk menyembuhkan para penduduk walaupun hanya ada sedikit energi alam yang berada disekitar sini.
"Apakah kau tidak apa-apa Rafhlea?" Ucap Rikka yang datang setelah menghabisi iblis dan di tubuhnya terlihat banyak sekali darah.
"Kau sendiri?" Tanya Rafhlea serak.
"Ya, aku hampir tidak apa-apa" Balas Rikka dan saat dia melihat sekitar, dia melihat Charlotte yang tertebas.
Dan disaat itu pun, Rafhlea melihat hal itu. Dia langsung bergerak untuk bangun dari tidurnya, dan berjalan kearah Charlotte.
"Jangan!!" Teriak Rikka yang menghentikan Rafhlea.
"Kenapa?" Tanya Rafhlea.
"Apakah kau tidak lihat?! Disana ada iblis!" Ucapnya sambil marah melihat Rafhlea yang ingin menyelamatkan Charlotte.
"Tetapi-" dan tanpa menyelesaikan perkataannya dia dicela oleh Rikka.
"TIDAK!!" Teriaknya sambil mengeluarkan air mata.
"Mikha... dia, dia sudah memintaku untuk menjaga mu..." Lanjut nya sambil menangis.
"Aku... tidak bisa membiarkanmu..." Ucap Rikka yang memperlihatkan wajah sedih nya karena dia pun ingin menyelamatkan Charlotte.
Rafhlea pun mengerti, dia berbalik dan berjalan kearah Rikka. dan setelah sampai, Rafhlea langsung memeluk Rikka yang sedang menangis.
"Kita tau... bahwa.. Mikha tidak akan memaafkan kita jika membiarkan diri kita terseret masalah dan akhirnya terluka. Namun.. Mikha pasti akan lebih marah jika kita mengabaikan teman kita bukan?" Ucap Raflhea menjelaskan yang membuat Rikka sadar.
"Ah... ya, pastinya.." Ucap Rikka sambil mengelap air matanya.
"Ayo..." Ucapnya sambil membantu Rafhlea untuk berjalan.
...------...
Disisi lain saat Yuuki menyuruh Mikha untuk berhenti..
"Apa maksudmu?" Ucap Mikha sambil memelototi Yuuki.
"Dia sudah datang" Balas Yuuki yang tiba-tiba saja datang sebuah angin yang lumayan kencang dan menghalangi pandangan.
Dan setelah angin itu hilang, terlihat Seorang lelaki tua berumur 40-an yang datang dari langit dan berkata..
"Apa yang sudah terjadi?" Tanyanya
"Dua iblis kelas jendral telah muncul dan hampir setengah penduduk telah mati" Balas Yuuki yang membuat Lelaki tua itu langsung terkejut.
"APA?! DUA IBLIS KELAS JENDRAL?!" Teriaknya tidak percaya.
"Jadi karena itu kerusakan kota menjadi seperti ini... dan kau?" Ucapnya menanyakan identitas Yuuki.
"Yah.. itu tidak sopan jika kau tidak memberi tahu siapa dirimu terlebih dahulu" Ucap Yuuki yang membuat lelaki tua itu sedikit tersentak.
"Ah.. maaf.. aku adalah, Raja dari kerajaan Yamato, Kirigaya Zakuro" Balasnya memperkenalkan diri.
...|••••••••••|...
...note: wah Charlotte mati...
...Oke, Like kalo suka, Komen buat saran, Favorit kalo suka ceritanya...