Divine Art

Divine Art
CHAP 49- Tragedi (3)



...Terimakasih Karena Sudah Mampir...


...|••••••••••|...


Arc 9 || Masa lalu -


"Hm? apa yang ingin kau beritahu?" Tanya mikha.


"Kau adalah ??-"


...------...


Kembali disaat Mikha sedang menatap bulan.


"Mikha, Rafhlea sudah sadar" Ucap Yuuki yang datang dari dalam ruangan.


"Benarkah?" Balas Mikha sambil menengok kearah Yuuki dan berjalan masuk kedalam ruangan.


Terlihat Raflhea yang sudah bangun, dan saat dia menatap Mikha, Dia berkata..


"Siapa kamu?" Tanya nya kebingungan.


"Ah..." (mikha)


Beberapa saat lalu, Disaat masih berada dalam ruang air itu. Disaat mereka ingin keluar, Guide memberi tahu Mikha bahwa ada kemungkinan Rafhlea akan hilang ingatan Dikarenakan efek dari menjalin kontrak dengan Roh agung.


Mikha saat itu langsung terkejut, Namun saat dia melihat mata guide yang hanya sedikit mengeluarkan ekspresi, dia langsung mengurungkan niatnya untuk membantah bahwa Rafhlea akan hilang ingatan.


Mikha menerima hal itu karena apa yang diucapkan oleh wanita yang berada di dalam ruang air itu. Dia berkata bahwa percakapan nya saat ini (disaat tanda tanya tadi) tidak akan didengar oleh Guide.


Dan saat Mikha selesai mendengar perkataan Wanita itu. Dia langsung tidak bisa berkata apa-apa. Dia langsung termenung beberapa saat untuk menerima hal yang dikatakan wanita itu.


Kembali disaat, Mikha mendengar Rafhlea tidak mengenal dirinya.


"Aku, adalah orang yang menyelamatkan mu" Balas Mikha Kepada Rafhlea dengan wajah menahan sedih.


"Kau Menyelamatkan ku?" Tanya Rafhlea dengan tatapan kosong.


"Ya, dan setelah ini aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang jauh dari sini" Ucap Mikha sambil sedikit menundukkan wajahnya agar tidak terlihat bahwa di sedang menahan sedih.


"Mengapa?"


"Ah.. tidak.. aku hanya ingin berusaha sedikit lagi"


"Berusaha?"


"Yah, sebaiknya kau tidur saja terlebih dahulu Lia"


"Lia? apakah itu namaku?"


"Ya..."


...------...


Keesokan harinya, Charlotte bangun dari pingsannya dan saat dia mendengar bahwa dia diselamatkan oleh Rafhlea, dia langsung berlari dari kamarnya menuju kamar Rafhlea untuk berterima kasih.


Walaupun, Rafhlea yang saat itu tidak mengerti apa yang sedang dilakukan oleh Charlotte yang sedang memeluk Rafhlea sambil menangis.


Dan akhirnya, Setelah mendapatkan uang perjalanan dari dang raja yaitu Zakuro. Mikha, Yuuki, Charlotte, Rafhlea, dan Rikka melakukan perjalanan ke suatu tempat dengan menggunakan kapal yang masih bisa beroperasi.


Beberapa jam lalu disaat Malam, disaat Mikha keluar dari Ruangan Rafhlea dan dia dipanggil oleh Yuuki untuk ke ruangan nya.


"Ada apa?" Tanya mikha yang membuka pintu.


"Yah, jangan kaku begitu. Duduklah.." Balasnya.


"Jadi?" Tanya Mikha yang sudah duduk di tempat duduk.


"Aku tahu kemana tujuan mu selanjutnya"


"Darimana kau tahu hal itu" Mikha yang menatap tajam kearah Yuuki.


"Yah, itu tidak penting"


"Yang penting sekarang adalah aku ingin ikut denganmu"


"Hah? mengapa kau ingin ikut?"


"Kau.. Sudah tahu Tugas mu bukan?" Ucap Yuuki yang membuat Mikha tersentak saat mendengar hal itu.


"Siapa kau?" Balas Mikha yang menambah tatapan tajam nya kearah Yuuki.


"Aku sedih loh.. kau tidak mengingat ku.."


*Ting*


Tiba-tiba saja, Kepala Mikha seperti tersengat listrik dan langsung mengingat suatu kenangan.


Didalam kenangan...


"Mikha! Ayo makan" Ucap seorang wanita dengan rambut merah.


berganti kenangan...


"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya seorang wanita dengan rambut merah itu lagi.


Berganti kenangan...


"Kau adalah anak yang kuat, jadi janganlah menangis.. Mikha" Ucap wanita itu lagi.


Kembali ke ruangan...


"Kuhh!!! apa... itu...?" Ucap Mikha yang kesakitan sambil memegang kepalanya.


"Apakah kau sudah mengingat nya?"


"Apa yang.. Kuhh!!!" Teriak Mikha kesakitan.


"Yah.. sebaiknya kau tidak mengingat apapun..-" Ucapnya dan Mikha pun terjatuh karena kehilangan kesadaran.


*Brak!*


...------...


Didalam perjalanan, ini aneh namun ini yang terbaik. Tidak seperti perjalanan sebelumnya, perjalanan sekarang mulus tidak ada hambatan sekalipun. Malahan, perjalanan kali ini sangat beruntung sehingga hampir tidak wajar.


Namun, Mikha yang saat itu tidak memikirkan hal apapun kecuali Rafhlea.


Dan beberapa bulan kemudian, Mikha akhirnya sampai di suatu kota yang peradaban nya sangat maju dibandingkan kota-kota yang pernah dikunjungi oleh Mikha.


Peradaban disana sangat kental dengan gaya Eropa dimana banyak sekali kaca-kaca besar dengan bangunan yang tinggi juga megah.


Jalanan yang rapih dengan batako dan suasana malam dengan cahaya-cahaya kuning yang menyinari seluruh kota. Membuat mata tidak bosan saat melihat nya.


Didalam sebuah ruang penginapan, Terlihat dua orang wanita yang sedang berada di beranda yang menghadap kearah jalanan kota.


Mereka adalah Yuuki dan Charlotte yang sedang menggunakan piyama sederhana berwarna putih dan didepannya terlihat meja kecil yang diatasnya terlihat dua buah cangkir teh beserta teko nya.


"Charlotte.. kau tau.." Ucap Yuuki sambil meminum teh nya.


"Apa yang ada didalam hati Mikha.." Lanjut nya sambil menaruh cangkir teh nya diatas meja.


"Ya.. kosong" Balas Charlotte.


"Kau tau, apa yang dia alami saat kecil?"


"..."


"Saat dia berumur 6 tahun, dia ditinggalkan oleh orang tua nya yang hanya membawa adiknya saja"


"Eh?"


"Tapi, mengapa kau tahu hal itu?" Tanya Charlotte yang sadar bahwa Yuuki hanyalah orang asing.


"Namaku adalah Yuuki Izyuki, sepupunya Mikha"


"Eh?!'


"Yah.. akan ku lanjutkan cerita ku.."


"Dan setelah Mikha ditinggalkan, dia yang masih polos terus mendengarkan perkataan terakhir orang tua nya yang berkata bahwa mereka akan kembali, jadi tunggulah"


"Dia tidak menangis, dan terus hidup sendiri di umur nya muda"


"Dia berangkat sekolah, membersihkan rumah, dan membeli persediaan makanan nya sendiri yang uangnya berasal dari peninggalan orang tua nya"


"Dan.."


...|••••••••••|...


...note: dan seperti MC shounen pada umumnya, yaitu mempunyai masa lalu kelam. MC kita juga punya....


...Dan ini ku cut karena.. ya.. males lanjutin nya, bsk aja...


...Oke, Like kalo suka, Komen buat saran, Favorit kalo suka ceritanya...