Darklady

Darklady
Pembagian Misi



(Di Kediaman Sang Raja Drovil)


“Saya ingin bertemu dengan Raja.” Ratu Rose memberi perintah kepada pengawal yang sedang menjaga pintu kediaman Sang Raja Drovil.


“Baik, akan saya sampaikan dulu ke Yang Mulia, Ratu.”


“Lapor, Yang Mulia. Ratu Rose ingin menemui Anda.”


“Ngapain perempuan tua itu datang ke sini? Ya dah, panggil dia masuk.”


“Yang Mulia, saya ingin menanyakan sesuatu.”


“Apa itu?” Raja Drovil berkata dengan dinginnya.


“Saya mendengar sebuah rumor tentang bahwa Pangeran Sam dan Pangeran Brave juga akan ikut melaksanakan misi-misi bahaya yang seharusnya cuma dilakukan oleh para tahanan, apakah rumor itu benar?” Sang Ratu berkata dengan berusaha menahan emosinya.


“Iya. Emangnya kenapa?”


“Yang Mulia, ba..bagaimana bisa kamu tega mengirim mereka berdua untuk melaksanakan misi bahaya tersebut? Pangeran Sam adalah putramu Yang Mulia.” Ratu Rose berkata dengan nada suaranya yang tinggi.


Paakkkk…..,Raja Drovil langsung menepuk meja dengan kerasnya.


“Berani-beraninya kau berkata begitu kepada saya! Justru karena mereka adalah putraku, makanya saya harus mengirim mereka ke sana untuk mengasah kemampuan mereka menjadi lebih hebat dariku, dengan demikian di masa depan mereka akan menjadi penguasa yang luar biasa, kamu tahu apa? Keluar dari ruangan saya sekarang juga, keluar!”


Ratu Rose yang mendengarnya pun hanya bisa menundukkan kepalanya sambil menahan emosinya. Dengan mata yang sembab Ratu Rose pun berjalan meninggalkan ruangan Sang Raja. Setelah Ratu Rose keluar dari ruangan tersebut, dia menoleh ke arah pintu dan menelototinya dengan matanya yang penuh dengan amarah. Setelah itu dia pun langsung bergegas ke kediamannya.


“Kamu utus seorang pengawal yang hebat untuk melindungi Pangeran Sam dan laporkan segalanya kepadaku.” Perintah Ratu Rose.


“Masih ada 1 hal lagi, jangan sampai ketahuan oleh siapapun. Ngerti!”


“Baik, Ratu Rose.”


“Kamu panggil Ratu Lotus ke sini.”


“Baik, Ratu Rose.”


Tak lama kemudian, Ratu Lotus menemui Ratu Rose di kediamannya.


“Ada apa Ratu Rose memanggilku?”


“Kamu terlihat tenang-tenang saja, apakah kamu tidak khawatir akan keselamatan putramu?”


“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dia bukan lagi anak kecil. Saya percaya akan kemampuan putraku sendiri, dia bisa menjaga dirinya sendiri.” Ratu Lotus dengan tenangnya berkata.


“Betapa dinginnya dirimu, walaupun dia bukan anak kecil lagi, tapi misi kali ini adalah misi yang membahayakan, dia bisa saja tidak akan selamat dari misinya tersebut.”


“Lebih baik Ratu Rose mengkhawatirkan Pangeran Sam saja, karena saya dengar kemampuan Sam di bawah dari kemampuan Brave.” Ratu Lotus berkata dengan senyum sinisnya.


“A..apa katamu? Kamu sedang menjelek-jelekkan putraku? Heiii…saya memanggilmu ke sini karena saya ikut merasa khawatir dengan nasib Brave, tak disangka air susu malah dibalas dengan air tuba, huh!” Ratu Rose berkata dengan nada suaranya yang tinggi.


“Kalau gak ada hal yang penting lagi, maka saya pergi dulu.” Ratu Lotus pun langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.


“Dasar wanita busuk, berani-beraninya kau merendahkan putraku.” Ratu Rose mengumpat dengan penuh amarahnya.


“Bagaimana?” Ratu Lotus berjalan sambil bertanya kepada salah satu pengawal pribadinya.


“Lapor, Ratu Lotus. Semua berjalan dengan lancar.”


“Baguslah kalau begitu.”


( Di markas para tahanan )


“Apakah orangtua kalian pernah memberitahukan kalian soal pengalaman tentang misi yang dulu mereka jalani?” Serlyne bertanya kepada Vesty dan Candy.


“Tidak pernah.” Vesty menjawab sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Saya juga.”


“Saya sangat takut, takut akan misi yang harus kita jalankan tersebut.” Serlyne berkata dengan tatapan matanya yang tak bersemangat.


Vesty dan Candy yang melihatnya pun langsung menggenggam tangan Serlyne memberinya semangat.


Esok paginya, semua para tahanan sudah bersiap-siap berkumpul di sebuah ruangan.


“Sekarang kalian akan dibagi menjadi 4 kelompok. Kalian semua berjumlah 40 orang, maka masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang. Kami menyiapkan baju khusus untuk kalian, masing-masing berwarna merah, biru, hijau dan putih. Kalian akan dikelompokkan sesuai dengan baju apa yang akan kalian terima. Hijau berarti “kecepatan”, putih berarti “ketelitian”, biru berarti “ketahanan” dan terakhir merah berarti “keberanian”. Ingat! Bagi yang berhasil menyelesaikan misi, maka dia berhak untuk pulang dan kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing, sedangkan bagi yang gagal, maka mereka akan diasingkan ke suatu pulau dan tidak dapat bertemu dengan keluarganya untuk selama-lamanya. Bagi yang lemah, maka akan berakhir tragis yaitu mati dalam menjalankan misinya. Oleh karena itu, janganlah lemah dan tetaplah kuat untuk menjalankan misi kalian. Sekarang kalian semua baliklah ke markas kalian masing-masing, kalian akan mengetahui warna baju apa yang akan kalian kenakan nantinya,” ujar pemimpin prajurit bertopeng tersebut.


Para tahanan yang mendengarnya pun langsung bubar dan pergi ke arah markas mereka masing-masing. Saat mereka masuk ke dalam markas, mereka melihat ke dalam ruangan istirahat mereka. Di sana mereka melihat adanya baju yang diletakkan di atas ranjang mereka masing-masing. Candy mendapatkan baju berwarna putih, Serlyne mendapatkan baju berwarna hijau, Bob mendapatkan baju berwarna biru, sedangkan Vesty mendapatkan baju berwarna merah. Tak lama kemudian, terdengar suara pemberitahuan.


“Sekarang pakailah baju yang telah kalian terima tersebut dan langsung berkumpul lagi ke tempat tadi.”


Para tahanan yang mendengarnya pun langsung mengganti baju mereka dan berkumpul ke tempat tadi.


“Kalian akan dibawa ke suatu pulau, pulau tersebut terbagi menjadi 4 pulau, pulau Hijau, Merah, Biru dan Putih. Baju yang kalian kenakan itu akan menentukan pulau mana yang akan kalian kunjungi. Misi kalian ke sana adalah mencari batu cahaya, batu cahaya tersebut berwarna biru, hijau, merah dan putih. Masing-masing kelompok harus mencari batu cahaya tersebut dan serahkan kepada pemimpin tim kalian masing-masing. Ini adalah perintah dari Sang Raja Drovil.”


**********


“Rajaku, saya ingin tahu mengapa Anda menyuruh para tahanan tersebut untuk mencari batu cahaya? Sebenarnya apa fungsi batu cahaya tersebut?” Selir Tulip bertanya kepada Raja Drovil.


“Dari mana kamu tahu soal batu cahaya?”


“Ohhh itu, saya tidak sengaja mendengar Sang Raja mengigau soal batu cahaya.”


“Kamu pernah dengar “Darklady”?”


“Darklady? Siapa itu?” Selir Tulip dengan penasarannya bertanya.


“Tidak ada satu orang pun yang tahu wujud “Darklady”…Ada yang bilang itu adalah hewan, ada yang bilang adalah seorang nenek tua, gak tahu mana yang benar.”


“Lalu kenapa ingin menemukannya?”


“Karena dia memiliki kekuatan yang tak terkalahkan. Konon jika meminum darahnya, maka orang tersebut akan mempunyai kekuatan yang tak terkalahkan.”


“Lalu kenapa perlu mencari batu cahaya? Apa kaitannya dengan pencarian Darklady?”


“Kenapa kamu ingin tahu? Ada baiknya untuk tidak tahu terlalu banyak.” Sang Raja Drovil berkata sambil melirik ke arah Selir Tulip.


“Ohhh baiklah, saya hanya sekedar penasaran saja.”


“Malam ini saya tidak bisa menemanimu, karena saya ada urusan penting yang harus saya tangani dulu.”


“Baiklah, Rajaku.”


Setelah Sang Raja Drovil pergi meninggalkan kediamannya, selir Tulip langsung memanggil pengawal pribadinya.


“Cari informasi tentang Darklady, saya ingin tahu tentang Darklady.”


“Baik!” ujar pengawal pribadinya tersebut.


**********


Para tahanan telah dibagi menjadi 4 kelompok, kelompok ketelitian, kelompok keberanian, kelompok kecepatan dan kelompok ketahanan. Ada 4 kendaraan yang telah disediakan untuk mengantarkan mereka ke tempat misi tersebut dan seperti biasanya semua para tahanan tersebut ditutup matanya dengan menggunakan kain hitam. Dalam perjalanan, para tahanan hanya bisa diam membisu dan berdoa dalam hati agar mereka bisa dengan lancar menyelesaikan misi mereka masing-masing.


Beberapa jam kemudian, kendaraan yang mereka tumpangi pun berhenti. Para tahanan disuruh turun dari kendaraan dan para prajurit bertopeng pun melepaskan kain penutup mata mereka dan melepaskan tali yang mengikat kedua tangan mereka tersebut. Setelah kain penutup mata mereka dilepaskan, mereka melihat sebuah lautan yang biru dan di sana sudah tersedia 4 kapal yang akan digunakan untuk mengangkut mereka ke tempat misi mereka masing-masing. 4 kapal tersebut terbagi menjadi 4 warna, masing-masing berwarna putih, hijau, merah dan biru.


“Kalian akan naik ke kapal sesuai dengan kelompok kalian masing-masing, naiklah ke kapal sesuai dengan warna baju yang kalian pakai. Tempat yang akan kalian tuju adalah sebuah pulau,” ujar salah satu prajurit bertopeng.


“Sekarang kita akan berpisah dan tidak tahu apakah kita akan bertemu lagi.” Serlyne berkata dengan sedihnya sambil memegang tangan Vesty dan Candy.


“Kenapa kamu tidak pegang tangan saya?” ujar Bob yang masih sempat bercanda.


“Tangan saya cuma ada 2, mana bisa memegang tanganmu,” ketus Serlyne.


“Kalian harus selamat, harus berhasil menyelesaikan misi kalian masing-masing dan kita pasti akan berhasil agar bisa berkumpul lagi dengan keluarga kita masing-masing.” Vesty berkata dengan matanya yang terlihat berkaca-kaca.


Bob yang mendengarnya pun langsung memegang pundak Vesty.


“Pasti, kita semua pasti akan berhasil.” Bob menyemangati teman-temannya.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari salah satu prajurit bertopeng.


“Heiii, kalian berempat di sana ngapain? Kapal sudah mau berangkat, cepat naik!”


Vesty dan teman-teman lainnya pun dengan sedihnya berpisah dengan satu sama lainnya. Candy naik ke kapal putih, Serlyne naik ke kapal hijau, Bob naik ke kapal biru dan Vesty naik ke kapal merah. Dari kejauhan Candy, Serlyne, Bob dan Vesty saling memandang dari kejauhan.


“Hai, kamu Vesty kan? Saya masih ingat kamu, apakah kamu masih ingat dengan saya?” ujar salah satu gadis yang sekelompok dengannya.


“Ya, saya kenal. Kamu gadis yang dulu tenggelam itu kan?”


“Iya, haii…waktu itu saya belum sempat berterima kasih ke kamu karena saya sulit sekali bisa bertemu denganmu. Nama saya Kara. Thanks ya 5 tahun yang lalu kamu sudah menolongku. Sorry saya baru mengucapkannya sekarang.”


“Hai, Kara..Gak apa-apa kok, itu bukan masalah besar.” Vesty berkata dengan tersenyum kecil.


“Saya sangat iri kepadamu.”


“Iri? Kenapa iri?”


“Kamu memiliki teman baik selama 5 tahun.”


“Ohhh itu, ya mereka adalah teman baikku.”


“Kamu sendiri? Pasti ada teman kan ?”


“Saya gak ada teman selama 5 tahun ini.”


“Kok bisa?”


“Iya, mereka mengucilkanku karena mereka menganggap saya adalah orang yang lemah.”


“Tapi kamu masuk ke kelompok merah, itu tandanya keberanian kamu yang lebih unggul, gak mungkin lemah.”


“Awalnya saya memang lemah, tapi semenjak saya hampir mati tenggelam, saya bertekad untuk mengubah diri sendiri menjadi lebih kuat dan inilah hasilnya saya bisa mengasah kemampuan keberanian saya sendiri.”


“Baguslah kamu bisa berubah menjadi kuat.” Vesty berkata sambil tersenyum kepada Kara.


Mereka pun terus melanjutkan obrolan mereka sampai hari menjelang malam. Esok paginya, mereka terbangun oleh bunyi tiupan terompet. Para tahanan yang mendengarnya pun langsung terbangun. Pada saat mereka bangun, mereka melihat ternyata yang meniup terompet tersebut adalah Pangeran Brave dengan memakai baju yang sama dengan mereka berwarna merah, tetapi jenis baju yang dipakainya beda dengan para tahanan.


“Untuk sekarang, saya adalah pemimpin kalian. Jadi kalian harus mendengarkan apa yang saya perintahkan, ngerti!” ujar Pangeran Brave dengan suaranya yang lantang.


“Iya, kami ngerti!” Para tahanan menjawab dengan serentak.


“Kita bentar lagi akan sampai ke pulau Merah, sesampai di sana kalian harus mulai waspada dan jangan sampai lengah!”


Para tahanan yang mendengarnya pun langsung menjadi tegang. Mereka semua mulai merasa panik dan deg-degan dengan apa yang akan mereka hadapi nantinya. Tak lama kemudian, Vesty melihat sesuatu dari kejauhan, dia melihat sesuatu yang berwarna merah.


“Kamu lihat itu, itu pulau Merah…” ujar salah satu tahanan yang merasa sangat tercengang.


“Wow..menakjubkan sekali, saya kira cuma namanya doang, ternyata pulaunya memang berwarna merah.” Kara juga berkata dengan ekspresi wajahnya yang tercengang.


Begitu pula dengan kelompok lainnya, mereka masing-masing juga sangat tercengang ketika melihat adanya pulau berwarna putih ( kelompok ketelitian ) dan berwarna biru ( kelompok ketahanan ), satu-satunya kelompok yang tidak merasa tercengang adalah kelompok kecepatan, karena pulau Silence sendiri adalah pulau yang berwarna hijau, maka tidak aneh lagi bagi mereka jika melihat sebuah pulau lain yang berwarna hijau .


Semakin kapal mereka berlayar semakin dekat pula mereka menuju ke pulau merah tersebut. Tak lama kemudian, kapal merah tersebut pun berhenti di pinggir laut dan para tahanan yang berada di kapal pun langsung turun menapaki pulau Merah tersebut. Pada saat mereka menapaki pulau tersebut, mereka melihat semua pepohonan dan tanaman yang ada di sana berwarna merah. Pangeran Brave mengeluarkan berbagai macam senjata, di antaranya ada pisau kecil, panah busur, bumerang, cambuk dan tongkat. Tiap jenis senjatanya masing-masing disediakan 2 buah.


“Sebagai alat perlindungan, kalian perlu membawa satu senjata di antara senjata-senjata yang saya siapkan ini.”


“Coba kalian lihat lengan baju kalian di sebelah kiri, terdapat gambar senjata. Gambar tersebutlah yang memutuskan senjata apa yang akan kalian gunakan ntar.”


Para tahanan yang mendengarnya pun langsung mengecek lengan baju mereka masing-masing. Di lengan baju Vesty terdapat gambar pisau kecil, beberapa tahanan lainnya masing-masing mendapatkan bumerang, busur panah, tongkat dan cambuk.


***** Bersambung *****