Darklady

Darklady
Ketahanan yang Luar Biasa



( Di markas para tahanan )


Sedangkan mereka yang gagal dibawa ke suatu tempat tak jauh dari hutan, di sana terdapat suatu ruangan tertutup. Dalam ruangan tertutup tersebut terdapat kolam air keruh yang sangat luas, tak lama kemudian, salah satu prajurit bertopeng datang menghampiri mereka.


“Kalianlah yang akan menentukan hukuman kalian sendiri. Kalian akan dibebaskan setelah 30 menit berlalu,” ujar prajurit bertopeng tersebut.


Para tahanan yang mendengarnya pun menjadi terheran-heran, begitu pula dengan Vesty dan Serlyne. Setelah itu, semua prajurit bertopeng meninggalkan ruangan tersebut dan menutup pintu keluar membiarkan para tahanan terkurung di dalam sana. Tiba-tiba saja terdengar bunyi alarm yang membuat para tahanan menjadi panik. Beberapa saat kemudian, keluarlah asap yang tebal, asap tersebut semakin lama semakin banyak yang menyebabkan para tahanan yang terkurung di sana menjadi sesak nafas.... Ohoook…ohokkk…..semua para tahanan di sana menjadi sesak nafas. Vesty melihat ke arah kolam air, dalam hatinya ia ingin melompat masuk ke dalam kolam air tersebut, tapi airnya sangatlah keruh, dia tidak tahu apakah di dalam air keruh tersebut aman atau tidak. Karena asap yang dikeluarkan semakin banyak, maka tanpa pikir panjang Vesty akhirnya pun memutuskan untuk melompat ke dalam air tersebut dan langsung memegang tangan Serlyne.


“Ayo masuk ke dalam kolam air.” Vesty berteriak sambil menarik tangan Serlyne dan mengajaknya masuk ke dalam kolam air tersebut.


Setelah Vesty dan Serlyne melompat masuk ke dalam kolam air tersebut, para tahanan yang awalnya takut untuk melompat masuk ke dalam air keruh tersebut menjadi terpaksa untuk ikut melompat ke dalam air, jika tidak mereka akan mati kehabisan nafas. Tinggi air keruh yang ada di dalam kolam tersebut pas sampai kepala para tahanan, jadi mereka yang berada di dalam sana mau tak mau juga harus menahan nafas. Vesty terus menahan nafas di dalam air keruh sambil memegang tangan Serlyne, Vesty dari awal memang tidak mengalami kesulitan dalam menahan nafas di dalam air, yang ajaibnya Serlyne juga tidak merasakan kesulitan menahan nafas di dalam air, seolah-olah dia bernafas normal seperti biasanya. Di saat itu, ada tahanan lainnya yang hampir menyerah ingin naik ke permukaan air karena tidak bisa menahan nafas, Vesty yang melihatnya langsung menarik tangan laki-laki tersebut dan dengan ajaibnya tahanan cowok tersebut langsung bisa bernafas normal. Setelah 30 menit berlalu, tiba-tiba air keruh di dalam kolam menjadi semakin surut dan kabut asap juga perlahan-lahan menjadi pudar. Para tahanan yang berada di dalam kolam langsung menghela nafas, ketika Vesty membuka matanya, dia melihat beberapa dari mereka ada yang pingsan tidak sadarkan diri di dalam kolam air dan ada juga beberapa dari mereka yang pingsan tergeletak di luar kolam air.


“Apakah mereka meninggal?” Serlyne dengan pucatnya bertanya kepada Vesty.


“Saya juga tidak tahu.” Vesty juga dengan kagetnya menjawab.


Tak lama kemudian, pintu keluar langsung terbuka dan beberapa prajurit bertopeng pun masuk ke dalam mengecek keadaan. Beberapa prajurit bertopeng memeriksa nadi para tahanan yang terbaring tak sadarkan diri dan memberikan isyarat kepada pimpinan mereka, setelah itu mereka yang tak sadarkan diri tersebut dibopong pergi oleh prajurit bertopeng tersebut. Pemimpin prajurit bertopeng pun langsung menghampiri para tahanan yang masih berada di dalam kolam air yang sudah surut sampai ke lutut mereka.


“Selamat, kalian telah berhasil melewati hukuman ini. Cepat naik ke atas, kalian akan segera dipulangkan ke tempat kalian masing-masing.”


Pada saat itu juga, Vesty ingin membuka mulutnya untuk menanyakan keadaan beberapa tahanan yang tidak sadarkan diri tersebut, Serlyne pun langsung mencegah Vesty dengan cara membungkam mulut Vesty dengan tangannya. Vesty pun melihat ke arah Serlyne yang terus menggeleng-gelengkan kepalanya. Vesty pun langsung mengurungkan niatnya untuk bertanya. Pada saat mereka sudah tiba di tempat mereka masing-masing, para tahanan lainnya yang ikut dihukum tersebut berbisik-bisik membicarakan kejadian yang mereka alami di dalam kolam air tersebut.


“Eii, tadi kamu di dalam kolam ada merasa aneh gak?” ujar salah satu para tahanan.


“Oo, kamu juga ya….iya saya juga merasa aneh, saya merasa bisa bernafas di dalam air,” ujar tahanan yang lainnya.


Serlyne yang mendengarnya pun langsung ikut bicara.


“Ha? Kalian juga merasakan seperti itu?”


“Iya, kamu juga?” salah satu tahanan lainnya juga ikut bicara.


“Kalau kamu Vesty? Juga merasakan seperti itu?” Serlyne bertanya kepada Vesty.


“Ah..ohhh…i..iya…saya juga.”


Vesty yang mendengarnya pun merasa heran, dia tidak menyangka bahwa bukan hanya dia yang merasakan gejala seperti itu. Di saat itu juga, Vesty sadar bahwa mereka yang tiba-tiba bisa bernafas normal di dalam air tadi ada kaitannya dengan pegangan dari tangannya tersebut. Tiba-tiba terdengar bunyi tang…tang…tang….tanda bahwa para tahanan disuruh untuk berkumpul. Para tahanan yang mendengarnya pun langsung berlari ke arah ruangan tempat di mana biasanya mereka berkumpul.


“Kalian sudah menjalankan pelatihan pertama sampai pelatihan ke-4, tapi itu bukan berarti pelatihan kalian sudah selesai. Kalian akan terus menjalankan pelatihan tersebut selama 5 tahun berturut-turut dan setiap pelatihan akan dinaikkan tingkat kesulitannya seiring berjalannya waktu. Kalian harus menguasai “ Ketelitian, kecepatan, keberanian dan ketahanan” hingga kalian berumur 20 tahun. Bagi yang berhasil menguasai semua itu, maka dia akan dihargai, tapi bagi yang gagal, maka dia akan dibuang. Jadi kalian sendirilah yang akan memutuskan apakah kalian akan dihargai atau akan dibuang,” ujar sang pemimpin prajurit tersebut.


Tahun demi tahun, para tahanan menjalani pelatihan tersebut secara terus-menerus. Seiring bertambahnya usia, mereka harus menjalankan pelatihan yang makin lama makin sulit dan makin membahayakan hingga mereka bisa mengasah kemampuan mereka dalam ketelitian, kecepatan, keberanian dan ketahanan dengan baik, hal itu juga berlaku pada Pangeran Sam dan Pangeran Brave.


5 tahun kemudian


Seiring berjalannya waktu, tingkat kesulitan pelatihan semakin sulit dan berbahaya sehingga jumlah “para tahanan” yang berhasil bertahan hidup sampai sekarang hanya 40 orang saja. Masing-masing dari mereka telah mengasah kemampuan masing-masing sampai tahap maksimal, begitu pula dengan Vesty dan ketiga sahabatnya.


“Saya dengar besok adalah hari pelatihan terakhir kita dengan level tingkat tinggi lho.” Bob bicara kepada ketiga sahabatnya dengan suara yang kecil.


“Baguslah, saya ingin cepat sekali meninggalkan tempat ini, saya sudah tidak tahan tinggal di tempat ini selama 5 tahun,” keluh Candy.


“Iya, benar…saya sangat rindu keluargaku. Bagaimana keadaan mereka ya?” Serlyne berkata dengan raut wajahnya yang sedih.


Vesty yang mendengarnya pun langsung ikut sedih dan teringat dengan kedua orangtuanya dan kedua sahabat baiknya Jessa dan Tom.


“Saya juga rindu mereka.” Vesty berkata dengan raut wajah sedihnya.


“Mereka pasti akan baik-baik saja.” Candy menepuk pelan pundak Serlyne dan Vesty.


Esok paginya para tahanan berkumpul di suatu ruangan dengan perasaan yang sangat tegang. Tak lama kemudian, pemimpin prajurit bertopeng datang dan mengumumkan suatu hal.


“Hari ini kita kedatangan tamu penting, merekalah yang akan menjelaskan misi apa yang harus kalian laksanakan setelah kalian mengasah kemampuan kalian di sini selama 5 tahun.”


Setelah pemimpin prajurit berbicara, tiba-tiba datanglah sebuah kendaraan dan tak lama kemudian turunlah 2 orang laki-laki yang berbadan tinggi, mereka berdua tak lain adalah Pangeran Sam dan Pangeran Brave yang sudah beranjak dewasa. Mereka berdua memakai topeng yang menutup mata dan hidung mereka. Pangeran Brave memakai topeng berwarna merah, sedangkan Pangeran Sam memakai topeng berwarna biru.


“Haiii semuanya, perkenalkan nama saya adalah Sam dan dia adalah Brave. Kami berdua diutus oleh kerajaan untuk melihat perkembangan kalian.” Pangeran Sam menyapa para tahanan dengan senyuman cerianya.


“Bersiap-siaplah, karena kalian akan segera diantarkan ke tempat pelatihan kalian yang terakhir.” Pangeran Brave dengan ketusnya berkata.


“Wow, yang si topeng biru hangat bagaikan kopi, yang satu lagi dingin bagaikan es batu.” Bob berbisik-bisik kepada Serlyne yang berdiri di sampingnya.


Beberapa saat kemudian, para tahanan semuanya ditutup matanya dan dibawa ke tempat pelatihan terakhir mereka.


“Pange…( tiba-tiba menghentikan panggilannya karena dipelototi oleh Pangeran Brave )…Oh Tuanku, ke mana sajakah Anda?” Pengawal pribadi Pangeran Brave berkata sambil berjalan terburu-buru ke arah Pangeran Brave.


“Lain kali hati-hati kalau berbicara, ngerti?” Pangeran Brave berbisik kepada pengawal pribadinya.


“Iya, ngerti Tuanku…eh keceplosan lagi.” Pengawal pribadi berkata sambil memukul ringan mulutnya.


“Kamu cukup tutup mulut saja dan diam.” Pangeran Brave berkata dengan ketusnya.


Setelah semua para tahanan masuk ke dalam kendaraan, Pangeran Sam dan Pangeran Brave pun langsung pergi menyusul ke sana. Pangeran Sam dan Pangeran Brave berada dalam 1 kendaraan yang sama.


“Ayo, kita taruhan…Menurutmu apakah di antara 40 tahanan tersebut ada yang berhasil menjalankan pelatihan ini atau tidak.” Pangeran Sam menantang Pangeran Brave.


“Hnggg….Tentu saja tidak akan ada yang berhasil, itu mustahil.”


“Kayaknya kamu berharap sekali tidak ada satupun dari mereka yang akan berhasil, karena kamu sendiri juga gagal kan? Pasti dalam hatimu lagi berdoa..semoga tidak ada yang berhasil…semoga tidak ada yang berhasil, iya kan?” Pangeran Sam menyindir Pangeran Brave.


“Saya kira kamu akan menjadi dewasa setelah berumur 20 tahun, ternyata malah tambah kekanak-kanakan.” ujar Pangeran Brave dengan kesalnya.


“Alahh ngaku saja, kamu masih belum move on kan dari kegagalanmu kemarin, hehehe.”


“Orang yang gagal gak ada hak untuk menyindir orang yang gagal.”


“Ehem…ok, balik ke topik…Taruhan kamu tidak ada kan, kalau taruhan saya “ pasti ada yang berhasil ” …Karena saya ingin melihat ekspresi wajahmu yang kesal jikalau ada yang bisa menandingi kemampuanmu itu hahahaha.”


“Diam, atau ku tendang kau keluar dari sini.”


“Oh, ok…” Pangeran Sam langsung menutup bibirnya rapat-rapat.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai ke tempat tujuan, ternyata mereka dibawa ke laut lagi. Pangeran Brave turun dari kendaraannya dan berjalan menghampiri para tahanan.


“Pelatihan terakhir kalian adalah menahan nafas di dalam laut selama 2 jam tanpa menggunakan alat nafas apapun dan tidak boleh mengambil nafas ke permukaan laut.” Pangeran Brave berkata sambil menunjuk ke arah laut.


Para tahanan yang mendengarnya langsung berbisik-bisik tak jelas dan beberapa dari mereka ada yang bilang bahwa itu adalah pelatihan yang mustahil bisa berhasil.


“Iya betul sekali, ini adalah pelatihan yang mustahil bisa berhasil, maka untuk kali ini tidak ada hukuman bagi kalian, namun bagi siapa yang berhasil, maka dia boleh mengajukan 1 permintaan yang ia inginkan dan akan kami wujudkan permintaannya tersebut.” Pangeran Sam dengan seriusnya menjelaskan kepada para tahanan yang masih tercengang tersebut.


“Bagi yang tidak bisa tahan, boleh langsung menyerah,” ujar Pangeran Brave.


“Oh ya, ada 1 hal lagi, tiap orang akan diberikan 1 batang lilin ini. Ini bukanlah lilin biasa, lilin ini akan mencair di dalam air laut setelah 2 jam, oleh karena itu pada saat lilin ini sudah mencair dan menghilang, maka itu menandakan kalian sudah berada di dalam laut selama 2 jam.” Pangeran Sam menjelaskan lagi.


Setelah Pangeran Sam selesai bicara, salah satu prajurit bertopeng langsung meniup terompet dan para tahanan yang mendengarnya pun langsung berbondong-bondong berlari ke arah laut dan menyelam ke dalam laut.


“Marilah kita berpegangan tangan.” Vesty mengajak Candy, Serlyne dan Bob.


“Ogah ah…kalian aja…Masa cowok harus berpegangan tangan sama cewek, gak keren tahu.” Setelah itu Bob langsung menyelam ke dalam laut menghilang dari pandangan mereka bertiga.


“Ya udah kalau gak mau, huh!” ketus Serlyne.


Vesty, Candy dan Serlyne bersama-sama saling bergandengan tangan, mereka mulai menarik nafas sedalam-dalamnya dan menyelam ke dalam laut menahan nafas mereka. Awalnya mereka bertiga bisa menahan nafas dengan gampangnya, namun karena besarnya ombak laut yang menerpa mereka, membuat pegangan tangan mereka menjadi terlepas. Pada saat tangan Serlyne dan Candy terlepas dari pegangan tangan Vesty, Serlyne langsung sesak nafas dan langsung naik ke permukaan laut. Tak lama kemudian, Candy pun menyusul naik permukaan laut. Pada saat mereka naik ke permukaan laut, ternyata sebagian besar para tahanan sudah naik ke permukaan laut terlebih dahulu karena mereka tidak mampu menahan nafas sedemikian lamanya di dalam laut tersebut.


“Hmmm, saya sudah bilang tidak akan ada satu orang pun yang akan bisa berhasil. Ini aja baru 20 menit, tapi hampir setengahnya sudah naik ke atas permukaan laut.” Pangeran Brave berkata dengan senyuman sinisnya.


Dari menit ke menit, pasti ada beberapa tahanan yang muncul ke permukaan laut. Saat itu para pengawas mulai menghitung apakah para tahanan semuanya sudah naik ke atas permukaan laut atau tidak.


“Ada 40 orang belum ?” Pangeran Sam bertanya kepada pengawas tersebut.


“Lapor Tuanku, ada 25 orang, jadi masih ada 15 tahanan yang masih ada di dalam laut.”


“Wow, mereka kuat juga di dalam sana.” Pangeran Sam dengan kagumnya berkata.


Tak lama kemudian satu persatu dari mereka yang masih berada di bawah laut pun muncul ke atas permukaan laut.


“Berapa jumlah tahanan yang barusan muncul ke permukaan laut?” Tanya Pangeran Brave kepada pengawal pribadinya.


“4 orang, Tuanku.”


“Sisanya pasti dah terbawa ombak, gak mungkin ada orang yang bisa bertahan di dalam sana, apalagi sekarang sudah setengah jam lebih.” Pangeran Brave dengan yakinnya memprediksi.


Sedangkan Vesty yang berada di dalam laut dengan enjoynya memandangi pemandangan di dalam laut. Dia tetap bertahan hingga lilin yang ia pegang benar-benar mencair. Beberapa saat kemudian, satu jam pun sudah berlalu, mereka semua dengan seriusnya memandang ke arah laut ingin memastikan apakah masih ada orang yang akan muncul ke permukaan laut atau tidak.


“Saya rasa tidak ada orang lagi yang berada di dalam sana, kita bubarkan saja.” Ujar Pangeran Brave.


“Lapor, Tuanku…Kata mereka masih ada 1 orang yang belum muncul,” bisik salah satu prajurit bertopeng.


“Saya rasa orang itu pasti sudah mati di sana, terbawa ombak yang sangat deras,” ujar Pangeran Brave dengan yakinnya.


“Bentar…Kita tunggu saja dulu, kita tunggu setengah jam lagi…kan tantangannya adalah 2 jam, ini belum sampai 2 jam.” Ujar Pangeran Sam.


Setelah mendengar perkataan Pangeran Sam, akhirnya mereka pun memutuskan untuk tetap menunggu hingga 2 jam.


Tiba-tiba Vesty yang berada di dalam laut merasakan kesakitan yang amat sangat, sehingga dengan spontannya dia menggerakkan badannya untuk naik ke permukaan laut, karena dirinya sebenarnya tidak bisa berenang, maka badannya langsung ditopang oleh seekor lumba-lumba besar.


“Dasar, membuang waktu saya saja. Semuanya bubar!” Pangeran Brave berkata sambil membalikkan badannya hendak meninggalkan tempat tersebut.


Pada saat Pangeran Brave hendak pergi meninggalkan tempat tersebut, tiba-tiba saja dia mendengar teriakan seorang wanita.


“Itu dia Vestyyyy, dia masih hidup.” Candy bersorak dengan kerasnya sambil tersenyum lebar-lebar.


Para tahanan yang ada di sana pun langsung bersorak dan menepuk tangan akan keselamatan Vesty.


“Apa yang perlu disorakin? Toh waktu belum menunjukkan 2 jam, baru 1 jam 10 menit, tetap saja gagal,” ujar Pangeran Brave.


Tak lama kemudian, 4 tahanan lainnya pun ikut menyusul naik ke permukaan laut, di antaranya adalah Bob.


“Berarti dia adalah satu-satunya perempuan yang bisa bertahan lama di dalam sana?” tanya Pangeran Sam.


“Iya, benar itu,” jawab salah satu prajurit bertopeng yang berada di sampingnya.


Vesty masih dilanda penasaran, dia melihat kakinya terlihat ada bekas gigitan yang menyebabkan dia kesakitan dan gara-gara kesakitan tersebut maka dia pun dengan spontannya naik ke permukaan laut.


( Siapa yang menggigitku, uuuhhhh…sialan padahal saya bisa bertahan di sana sampai 2 jam…..sial..sial…)


“Vesty, kamu tidak apa-apa?” Candy bertanya kepada Vesty.


“Ya, saya baik-baik saja. Tadi saya naik ke permukaan karena kaki saya digigit oleh sesuatu.”


“Oh ya, parah gak?” ujar Candy.


Tiba-tiba Vesty berlari ke arah Pangeran Brave.


“Saya tadi digigit oleh sesuatu di bawah laut sana, berilah saya kesempatan untuk mencobanya lagi, saya benar-benar bisa bertahan di dalam sana sampai 2 jam.”


“Digigit? Apa buktinya?” Pengawal pribadi Pangeran Brave dengan tidak percayanya berkata.


Vesty pun mengangkat celana panjangnya untuk menunjukkan bekas gigitan yang ia alami barusan.


“Mana bekas gigitannya?” Pengawal pribadi Pangeran Brave dengan sinisnya berkata.


“Di sini.” Vesty berkata sambil menunjuk ke arah bekas lukanya.


Pada saat Vesty menunjuk, alangkah terkejutnya dia karena bekas luka gigitan tersebut sudah tak terlihat sama sekali, bagaikan tidak tergigit sama sekali. Pangeran Brave yang melihatnya pun menatap sinis ke arah Vesty.


“Gak bisa bertahan ya udah bilang aja gak mampu nahan nafas, jangan cari alasan, ckckck….kau kira kamu siapa hah? Seenaknya minta kesempatan lagi untuk mencobanya, enyah kau sekarang!” Pengawal pribadi Pangeran Brave dengan kasarnya mengusir Vesty.


“Oh maafkan dia, mungkin dia terlalu shock jadi dia berhalusinasi,” ujar Candy sambil menarik tangan Vesty untuk berjalan pergi menjauhi Pangeran Brave.


“Kamu kenapa sih Vesty?” Candy dengan marahnya berkata kepada Vesty.


“Saya berani sumpah tadi setelah saya naik ke permukaan laut, saya melihat ada bekas gigitan di kaki saya dan saya juga merasakan sakitnya kok.”


“Saya tahu kamu shock, beristirahatlah setelah kita balik.” Candy berkata sambil menepuk-nepuk pundak Vesty.


Vesty hanya bisa terbengong akan kejadian aneh yang ia alami barusan tanpa berkata apa-apa. Tiba-tiba salah satu prajurit meniup terompet tanda bahwa mereka semua harus naik ke dalam kendaraan, bersiap-siap untuk balik ke markas mereka masing-masing.


Setelah mereka sampai ke markas mereka masing-masing, para tahanan langsung disuruh berbaris.


“Kalian telah menjalankan pelatihan selama 5 tahun dan pelatihan tadi adalah yang terakhir. Maka besok adalah hari bebas kalian, kalian akan diberikan waktu 1 hari istirahat tanpa harus mengikuti pelatihan apapun. Sebelum kalian memulai melaksanakan misi kalian, kalian harus mengumpulkan banyak energi untuk berjuang karena besok adalah hari pembagian misi untuk kalian semua. Misi akan dibagi sesuai dengan kemampuan kalian masing-masing.”


Malam harinya, para tahanan yang lainnya sudah tertidur pulas di atas ranjang mereka masing-masing, sedangkan Vesty tidak bisa tidur karena dia masih terhanyut dalam rasa penasarannya sendiri.


( Saya yakin ada sesuatu yang menggigitku, hewan apa itu? Dan kenapa bekas luka gigitannya bisa hilang dalam sekejap, saya yakin itu bukan ilusinasi ).


***** Bersambung *****