
Di pulau Silence ada sepasang suami istri yang bertahan hidup dengan berkebun, mereka dikenal dengan keluarga fruits karena mereka ahli dalam berkebun buah. Sang suami bernama Collin dan sang istri bernama Warmy, mereka berdua saling memutuskan untuk tidak mempunyai anak, dikarenakan mereka tidak ingin jika anak mereka sudah meranjak remaja nanti harus menjalani pelatihan keras seperti mereka berdua dulu waktu masih berumur 15 tahun.
Suatu hari, sang istri tiba-tiba merasa mual dan sering pusing, ternyata sang istri positif hamil, mereka berdua pada akhirnya pun tidak bisa luput dari kekhawatiran para penduduk pulau Silence, yaitu“ mempunyai anak".
Sang suami berkata : “Apakah kamu lupa untuk meminum ramuan yang saya buat?”
Sang istri menjawab : “ Tentu saja ada, malahan saya meminumnya secara teratur !”
“Lalu kenapa kamu bisa hamil ?” sekarang bagaimana ini ? keluh sang suami. Sang istripun hanya terdiam saja tidak tahu harus berbuat apa – apa.
( Di kediaman tempat tinggal Sang Raja Drovil )
Sang Raja yang bernama Drovil tidak hanya dikenal serakah tapi juga dikenal sangat menyukai gadis cantik, jadi tidaklah aneh jika ia memiliki 3 istri. Di keluarga Sang Raja sendiri juga mempunyai peraturan, yaitu siapa yang bisa melahirkan anak laki-laki yang sehat untuk dijadikan calon pemimpin berikutnya , maka dia akan diberi gelar Maha Ratu, itu adalah gelar paling tinggi yang diinginkan oleh selir-selir kerajaan, itu sebabnya para istrinya selalu melakukan segala cara agar mereka bisa hamil dan paling utamanya ialah harus melahirkan seorang putra, karena hanya seorang “putra” lah yang bisa dinobatkan sebagai Raja untuk generasi berikutnya. Jika para istrinya hanya melahirkan seorang putri, maka mereka sama sekali gak akan diberi perlakuan khusus seperti Maha Ratu.
Peraturan tersebut dibuat oleh Raja sebelumnya, yaitu Ayahnya Drovil dan peraturan tersebut tidak boleh dimusnahkan oleh siapapun, kecuali oleh ayahnya sendiri yang menghapus peraturan tersebut, jika Sang Raja yang baru berani tidak mematuhi peraturan tersebut maka akan terkena kutukan yang telah disebutkan oleh Ayahnya sendiri, itu dikarenakan ayahnya adalah keturunan penyihir, oleh sebab itu sumpah atau kutukan apapun yang diucapkan secara langsung oleh ayahnya tersebut akan langsung terwujud. Sang Raja harus menyerahkan jabatannya kepada generasi berikutnya pada saat putranya mulai menginjak di usia 30 tahun ( di masa itu, usia 30 tahun dianggap sebagai usia yang mapan dalam memimpin sebuah kerajaan ). Dikarenakan ayahnya Drovil mengalami masalah kesehatan yang buruk, maka sebelum Drovil berusia 30 tahun, ayahnya mau tak mau harus menyerahkan kekuasaannya kepada Drovil, saat itu Drovil baru berumur 25 tahun dan kini umurnya telah berumur 40 tahun. Drovil adalah sosok pemimpin yang sadis dan serakah, dia sama sekali tidak berniat untuk melepaskan kekuasaannya kepada siapapun, walaupun itu adalah putranya sendiri. Suatu hari, Drovil menjenguk ayahnya yang sedang sakit, ayahnya terbaring lemas di ranjangnya.
“Ayah, Anda sudah bertambah tua, rambutMu sudah hampir putih semua,” berkata sambil tersenyum sinis.
“Angin apa yang membawamu untuk menjenguk diriku yang sudah tua ini?” sambil menatap ke arah Drovil.
“Kenapa ayah berkata seperti itu? Saya ke sini benar-benar untuk menjengukmu, sekaligus ingin meminta permohonan kepada Anda.”
“Kau sekarang adalah Raja, hal apa yang harus kau mohon dari saya ?”
Drovil mendekatkan mulutnya ke arah telinga ayahnya dan berkata : “ Saya ingin Ayah menghapus peraturan yang Ayah buat. Tidak ada yang bisa menggantikan posisi saya dalam memimpin pulau yang indah ini.”
“Hahaha, kamu bermimpi, sudah merupakan kewajiban kita untuk menyerahkan kekuasaan kita kepada generasi berikutnya suatu saat nanti. Sebagai seorang ayah saya ingin memberimu nasihat, janganlah menjadi orang yang sangat serakah, karena orang serakah pada akhirnya akan berakhir tragis.”
“Ayah, sebaiknya Ayah mengabulkan permintaanku selagi saya memohon baik-baik kepada Ayah, Ayah ini sudah tua, Ayah bukanlah Sang Raja dulu yang bisa melawan siapapun, janganlah keras kepala, ini juga demi kesehatanmu,” balas Drovil sambil menatap sinis Ayahnya yang terbaring lemas di ranjang.
Lalu Ayahnya menjawabnya:“Kenapa? Kamu ingin membunuh saya ? Hahaha, kamu jangan lupa ya, bahwa di sini ada sebuah kutukan untuk keluarga kita yang tidak bisa kamu lawan, yaitu bagi siapapun yang membunuh anggota keluarganya sendiri, maka akan terkena kutukan, akan menjadi patung selama – lamanya. Hahahaha….uhuk…uhuk.”
“Kamu akan menyesal suatu saat nanti.” Setelah itu, dia dengan kesalnya berjalan keluar meninggalkan kamar ayahnya.
Drovil dengan marahnya berjalan keluar dan membanting semua barang yang dia lihat. Istri pertamanya Ratu Rose melihatnya dan berjalan menghampirinya untuk menghibur Drovil.
“Rajaku, kenapa Anda begitu emosi dan marah, siapa yang membuat Anda begitu marah? ” sambil menyentuh pundak Sang Raja.
“Plak!” terdengar suara tamparan keras melayang ke pipi Ratu Rose. Saking kerasnya tamparan tersebut hingga Ratu Rose terjatuh.
“Jangan menyentuhku, dasar wanita tua. Enyah kau !”
Ratu Rose hanya bisa diam-diam menitikkan airmata dan memandang dengan penuh amarah ke arah Drovil yang sudah berjalan pergi meninggalkannya.
Drovil memiliki 3 istri, ketiga-tiganya diberi nama baru oleh Drovil sendiri dengan menggunakan nama bunga, karena Drovil sendiri sangat menyukai bunga, oleh sebab itu setiap wanita yang sudah menjadi istrinya, maka harus mengganti nama dan tidak boleh menggunakan nama asli mereka lagi. Dia dengan istri pertamanya memiliki seorang putra, putranya sekarang berusia 3 tahun. Justru karena istri pertamanya melahirkan seorang putra makanya dia semakin benci kepada istri pertamanya itu. Istri ke 2 bernama Tulip, dia lebih muda dan cantik dari istri pertamanya. Tulip belum mempunyai anak, makanya Sang raja Drovil tidak membencinya dan menganggapnya sebagai istri kesayangan. Tulip adalah seorang perempuan yang mempunyai ambisi besar untuk menjadi Ratu di kerajaannya, dia sangat membenci Ratu Rose beserta istri ke 3 Sang Raja Drovil.
Istri ke 3 nya bernama Lotus, dia dikenal sangat dingin, pendiam dan misterius. Karena sifat misteriusnya inilah yang membuat Drovil tertarik dengannya. Lotus belum memiliki anak. Pada suatu hari selir Lotus terus merasakan pusing yang hebat, setelah diperiksa oleh dokter, ternyata selir Lotus hamil. Kabar selir Lotus hamil dengan cepatnya menyebar luas ke telinga-telinga orang di istana, setelah Drovil mengetahuinya, bukannya perasaan bahagia yang muncul melainkan perasaan deg-degan apakah calon anaknya itu adalah seorang putra atau seorang putri.
Suatu hari, selir Tulip menemui Sang Raja Drovil, sambil menuangkan arak ke gelasnya berkata : “Rajaku, kenapa Anda terlihat gusar ?” Apa yang terjadi ? Ceritakanlah kepadaku, siapa tahu saya bisa membantu Anda.”
“Menurutmu Lotus akan melahirkan seorang putri atau putra?”
“Oh, ternyata kehamilan Lotuslah yang membuat Anda menjadi gusar. Rajaku, saya tahu di pulau ini hanya Engkaulah satu-satunya pemimpin yang paling hebat, tidak ada yang bisa menggantikan posisimu. Walaupun Lotus melahirkan seorang putra, itu tidak akan mengancam posisi kedudukanmu, malahan itu akan menguntungkanmu, Rajaku,” ujar selir Tulip sambil tersenyum.
“Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?” bertanya sambil mengerutkan dahinya.
“Rajaku, coba Anda pikir, jika Lotus melahirkan seorang putra, maka otomatis Ratu Rose dan Ratu Lotus akan bersaing untuk mendapatkan posisi Maha Ratu, tentu saja persaingan mereka akan melibatkan nyawa putra mereka sendiri, iya kan ?”
“Maksudmu?’
“Tidak ada satu kerajaan yang bisa dipimpin oleh 2 Raja, biarkan mereka saling bersaing, saling membenci, kalau bisapun saling membunuh.”
Setelah Sang Raja Drovil mendengarkan perkataan Tulip, dalam hatinya langsung berkata ( benar juga, jikalau mereka berdua saling membunuh, maka yang terkena kutukan juga bukan saya, melainkan mereka berdua, tentu saja itu juga akan melibatkan nyawa putra mereka masing-masing dan pulau ini selama-lamanya akan menjadi milikku).
“Bukankah Anda tidak ingin mempunyai seorang putra? ” selir Lotus dengan herannya bertanya.
“Saya hanya tidak menyukai anak yang dilahirkan oleh wanita tua itu, jikalau itu adalah putra yang kau lahirkan, mana mungkin saya akan benci. Saya lebih baik memberikan jabatanku kepada putra kita, daripada menyerahkannya kepada putra wanita tua itu.”
Selir Lotus yang mendengarkannya hanya diam saja, dia hanya meresponsnya dengan senyuman saja.
**********
( Suasana di pedesaan )
Setelah suami istri Fruits mengetahui mereka akan menjadi ayah dan ibu, mereka hanya bisa pasrah pada takdir. Mereka saling menghibur diri bahwa itu memang sudah kehendak Tuhan untuk memberikan anak kepada mereka. Oleh karena itu, mereka dengan tabahnya menerima buah hati mereka, satu-satunya yang bisa mereka lakukan adalah berusaha untuk menjadi orangtua yang baik untuk anaknya ke depan nanti.
( Setelah 9 bulan )
Aaaaaghh,,,,,,terdengar suara teriakan dari 2 arah yang berbeda, ternyata di saat yang bersamaan selir Lotus dan Warmy melahirkan di waktu yang bersamaan. Tak lama kemudian, terdengar suara tangisan bayi yang keras.
“Putra atau Putri ? Selir Lotus bertanya dengan lemas kepada dayangnya.
“Putri, nyonya”, berkata sambil menggendong bayi tersebut ke arah selir Lotus.
Saat selir Lotus menggendong bayinya, tiba-tiba dia berkata : “ Bilang kepada semua orang bahwa saya melahirkan seorang putra, jangan sampai membocorkan rahasia ini, jika kamu membocorkannya, saya akan membuat seluruh keluargamu menderita, ngerti!” berkata sambil memegang erat tangan dayangnya.
Si dayang pun ketakutan dan menganggukkan kepalanya, dia bersumpah untuk tidak membocorkan rahasia tersebut.
Selir Lotus memerintahkan pengawal pribadinya untuk mencari informasi apakah ada seorang wanita yang baru melahirkan anak atau tidak. Esok harinya, pengawalnya balik dan memberitahukan kepada selir Lotus bahwa kebetulan hari ini ada seorang wanita yang melahirkan seorang putra. Esoknya, atas perintah dari selir Lotus, secara diam-diam pengawalnya menculik ayah dari anak tersebut. Collin diculik dan dibawa paksa untuk menghadap selir Lotus.
“Saya dengar istri kamu melahirkan seorang putra, apakah itu benar?” Selir Lotus bertanya dengan lemasnya.
“Siapakah kamu ? apa maumu ? kami hanya penduduk biasa, lepaskanlah saya. Saya harus pulang merawat istri dan anakku.”
“Kamu akan saya lepaskan jika kamu mau bekerja sama dengan saya, berikan putramu kepada saya dan saya akan memberikan putriku kepadamu.”
“Itu tidak mungkin, Anda juga seorang ibu, bagaimana bisa Anda menukar darah daging sendiri dengan anak orang lain ?”
“Setuju atau kamu yang akan mati !” berkata dengan tatapan matanya yang tajam.
“Walaupun kau mengancam mau membunuh saya, saya tetap tidak akan menyerahkan putraku kepadamu!”
Tak lama kemudian terdengar suara teriakan istrinya.
“Lepaskan saya ! lepaskan saya !” Warmy berteriak sambil diseret oleh pengawal.
“Suamiku, ada apa ini ? Siapa mereka semua ? Mana putraku, kalian apakan putraku ?” berteriak sambil meneteskan airmata.
“Tenang, putramu itu adalah barang berharga, mana mungkin saya akan melukainya, serahkan putramu dan saya akan serahkan putriku kepadamu. Kalian tidak akan kehilangan anak, kita cuma menukarkannya doang.”
“Kau gila ya ! Saya gak peduli kau itu siapa ! Sampai kapanpun, tidak akan saya serahkan ! Kembalikan putra saya !” Warmy dengan marahnya berkata.
“Apakah kalian lupa, bahwa anak dari rakyat jelata harus menjalani pelatihan keras ? Dan jangan lupa, setelah putra kalian berusia 20 tahun, dia bisa hidup atau mati, tidak akan ada yang tahu bagaimana nasibnya. Kalian dulu pernah mengalaminya kan? Memang sih kalian bisa hidup sampai sekarang, tapi kalian jangan lupa, Raja kalian yang sekarang bukanlah Raja kalian yang dulu. Raja kalian yang sekarang lebih sadis daripada Raja yang dulu. Pelatihan keras tentu akan dia ubah sedemikian susahnya, apakah kamu yakin putramu bisa melewatinya, atau kamu puas putra kamu hanya bisa hidup sampai 15 atau 20 tahun ? Tapi jika kau menyerahkan putramu menjadi putraku, putramu tidak hanya akan hidup berkecukupan tetapi juga akan terlindungi setiap harinya, karena ia merupakan putra dari kerajaan, betul kan ? Janganlah egois, pikirkanlah masa depan putramu.”
Setelah mendengar perkataan dari selir Lotus, mereka berdua pun langsung terdiam, mereka saling menatap, seolah-olah memberikan kode bahwa apa yang dikatakan oleh selir Lotus sangatlah benar.
“Kalian tidak usah khawatir, jika putramu menjadi putraku, dia akan hidup aman sampai dia tua nanti, saya bisa jamin itu,” lanjut selir Lotus.
“Apakah kamu tidak khawatir tentang putrimu ? Jika putrimu menjadi putri kami, otomatis dia yang akan menjalani pelatihan keras tersebut, kamu tidak mengkhawatirkannya sama sekali ? Bagaimana perlakuan kami kepada putrimu kelak, kamu juga gak khawatir? Bisa saja kami memperlakukannya dengan buruk, itu juga gak masalah bagimu ?” Collin berusaha membuat selir Lotus untuk mengubah keputusannya tersebut.
“Hahaha…..Bagiku, putralah yang paling penting, setelah kalian menyerahkan putramu kepada saya, maka saya tidak memiliki putri, untuk apa saya memikirkan kehidupannya lagi ? Saya akan memperlakukan putra kalian dengan sangat baik, sedangkan gimana cara kalian memperlakukan putriku, saya sama sekali tidak mempedulikannya.”
Setelah mereka berdua memikirkannya dengan tenang, mereka memutuskan untuk menyerahkan putra mereka kepada selir Lotus dan menerima putri Lotus menjadi putri mereka.
***** Bersambung *****