
“Ha? Pelatihan ke-4 baru dimulai besok lusa? Lama amatt, saya disini sudah berjamur tahu.” Pangeran Brave mengeluh lagi.
“Iya, Tuanku…Soalnya besok adalah pelatihan ke-4 para tahanan.”
“Saya heran, emangnya kalau disamain hari pelatihannya bisa kenapa? Toh tempatnya beda kan?”
“Itu untuk…..”
Iya saya tahu untuk keselamatan para keturunan bangsawan kan? Seolah-olah saya masih anak kecil, huh!”
“Emang Anda masih kecil kok.” Pengawal pribadinya berkata dengan suara yang sangat kecil.
“Apa katamu?”
“Waktu makan pagi sudah tiba, Tuanku.”
“Saya ingin ke tempat para tahanan tersebut berada.” Pangeran Brave berkata sambil melihat ke arah luar jendela.
“Ha? Apa Tuanku?”
“Kamu dah tuli ya…saya bilang saya mau ke tempat para tahanan tersebut.”
“Waduhhh, jangan bercanda Tuanku. Itu tidak mungkin diperbolehkan.”
“Kenapa gak mungkin?”
“Tempat para tahanan tersebut sangatlah jauh dari sini, Tuanku.”
“Seberapa jauh emangnya?”
“Dari sini ke sana harus 3 hari baru bisa sampai, Tuanku.”
“Oh, gak masalah.”
“Itu masalah, Tuanku. Lusa adalah pelatihan ke-4 Anda, Tuanku.”
Pangeran Brave yang mendengarnya pun hanya diam tak bersuara.
“Besok lusa pelatihan apa?”
“Kalau itu saya masih belum tahu, Tuanku.”
“Ya dah, sekarang kamu pergi cari tahu sana.”
“Oh baiklah, Tuanku.”
Pengawal pribadi Pangeran Brave pun langsung pergi mencari infomasi. Pangeran Brave yang merasa bosan hanya bisa berjalan-jalan sendirian di luar.
( Esok harinya )
Tang…tang….tang… Para tahanan yang mendengarnya pun segera bangun dan mempersiapkan diri masing-masing. Para tahanan yang sudah siap pun segera membariskan dirinya masing-masing. Tak lama kemudian, datanglah seorang pemimpin prajurit bertopeng.
“Kalian semua naik ke dalam kendaraan tersebut.”
Seperti biasanya semua para tahanan ditutup matanya dengan kain hitam dan tangan mereka juga diikat ke belakang. Beberapa jam kemudian, sampailah mereka ke tempat tujuan. Setelah mereka sampai ke tempat tujuan, barulah para prajurit melepaskan kain penutupnya dan melepaskan tali yang dililitkan ke pergelangan tangan mereka. Pada saat mereka membuka matanya, mereka semuanya tercengang, mereka melihat ada banyaknya tabung kaca besar yang dalamnya diisi penuh dengan air.
“Dalam ruangan ini hanya tersedia 15 tabung kaca, sedangkan kalian di sini ada 45 orang, maka kalian akan dibagi 3 kelompok. Kelompok pertama akan kami panggil namanya dan yang dipanggil namanya harus masuk ke dalam tabung kaca tersebut. Pelatihan kalian kali ini adalah menahan nafas di dalam air selama 20 menit. Kalian boleh menyerah jika sudah tidak sanggup untuk menahannya, lakukan gerakan dengan menggunakan kedua tangan menyilang berbentuk X, maka pengawas yang melihatnya akan mengeluarkan kalian dari dalam air. Tapi, jika kalian menyerah sebelum 20 menit, maka kalian akan menerima hukuman.”
Vesty yang mendengarnya langsung pucat pasi karena air di dalam tabung kaca tersebut sangatlah penuh dan dia sendiri sebenarnya tidak bisa berenang, apalagi tidak ada yang bisa membantunya sekarang.
“Jangan khawatir, menahan nafas di air dengan berenang gak ada sangkut pautnya, meskipun kamu gak bisa tahan air di air selama 5 menit, itu bukan tandanya kamu gak bisa berenang, jadi itu gak masalah.” lebah kecil tiba-tiba menghampiri Vesty dan berbisik kepadanya.
“Bebe? oh, gitu ya.” Vesty yang mendengar perkataan Bebe langsung mulai lega.
Salah satu prajurit bertopeng mulai memanggil nama para tahanan yang dibagi dalam kelompok pertama, mereka yang dipanggil satu persatu dimasukkan ke dalam tabung kaca besar tersebut. Para tahanan lainnya yang belum dipanggil hanya menyaksikan mereka dari luar tabung kaca tersebut. Sekitar 5 menit, terlihat beberapa dari mereka berusaha untuk bertahan di dalam air meskipun dilihat dari ekspresi wajahnya itu sangatlah menderita. Beberapa dari mereka ada yang sudah tidak tahan lagi dan akhirnya memutuskan untuk menyerah, pengawas yang melihatnya langsung menekan tombol merah di samping tabung kaca, setelah tombol tersebut ditekan, air dalam tabung kaca semakin lama semakin berkurang dan akhirnya tahanan tersebut bisa bernafas kembali dengan normalnya. Beberapa tahanan tersebut yang memutuskan untuk menyerah langsung dikawal oleh prajurit bertopeng ke tempat lain, beberapa dari mereka ada yang memelas dan berteriak histeris karena mereka sangat takut akan hukuman yang akan diterimanya tersebut.
“Bagaimana ini, saya tidak tahu apakah saya bisa tahan sampai 20 menit atau nggak.” Serlyne mulai cemas.
“Daripada dihukum, lebih baik kita berusaha semaksimal mungkin, pokoknya kita harus bisa tahan nafas sampai 20 menit.” Candy berusaha menyemangati dirinya sendiri.
Kira-kira mereka dibawa ke mana ya?” Vesty dengan penasarannya bertanya kepada teman-temannya.
“Ya ampunnn, kamu masih bisa kepo? Bentar lagi giliran kita lo, lebih baik pikirkan gimana caranya supaya kita bisa berhasil melewatinya, ckckck…” Bob berkata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tidak ada satu orang pun yang berhasil pada kelompok pertama, mereka semuanya menyerah sebelum waktunya habis. Tak lama kemudian, salah satu prajurit bertopeng memanggil nama-nama tahanan di kelompok berikutnya. Nama Bob dan Candy terpanggil dan mereka pun langsung masuk ke dalam tabung kaca besar tersebut, sedangkan nama Serlyne dan Vesty belum dipanggil. Serlyne yang melihat kedua temannya masuk ke dalam tabung kaca besar tersebut menjadi ikut deg-degan.
“Ayo Bob, Candy…Kalian pasti bisa melewatinya.” Vesty berkata sambil memandangi kedua temannya yang berada di dalam tabung kaca berisi air tersebut.
Beberapa dari mereka ada yang langsung menyerah dan akhirnya juga dikawal oleh salah satu prajurit bertopeng ke tempat hukuman. Sesuai dengan harapan Vesty, kedua temannya berhasil melewatinya dengan lancar. Vesty dan Serlyne yang melihatnya pun langsung merasa lega.
“Ayo Vesty, kamu pasti bisa.” Bebe kembali menyemangati Vesty.
“Saya akan berusaha semaksimal mungkin.”
Serlyne mendengar Vesty bersuara weng…weng…weng….
“Kamu bilang apa Vesty ? ”
“Oh, gak…saya lagi berdoa.”
Serlyne yang mendengarnya pun juga ikutan bersuara weng…weng…weng… dengan kedua tangannya dikepal di dadanya ( posisi tangan sedang berdoa ).
Tak lama kemudian, nama mereka berdua dipanggil, mereka pun masuk ke dalam tabung kaca tersebut. Pada saat Vesty masuk ke dalam air, jantung Vesty berdegup dengan kencangnya. Bob dan Candy juga ikut khawatir akan nasib Serlyne dan Vesty. Tabung kaca Serlyne berada di samping tabung kaca Vesty. Setelah masuk ke dalam tabung kaca tersebut, ternyata kekhawatiran Vesty hanya sia-sia saja karena pada saat Vesty masuk ke dalam air, dia tidak merasakan apa-apa, malahan seolah-olah dia tidak berada di dalam air. Vesty yang menyadarinya pun langsung terheran-heran, namun dalam keheranannya dia merasa senang karena dia bisa mengatasinya dengan mudah. Tapi belum sampai 5 menit Serlyne langsung merasa sangat tidak nyaman, dia mulai kehilangan nafas dan akhirnya dia memutuskan untuk menyerah.
“Aduhhh, Serlyne menyerah.” Candy berkata dengan cemasnya.
Vesty yang melihatnya langsung kaget, dia tidak mengira bahwa Serlyne akan begitu cepat menyerah. Karena Vesty tidak ingin Serlyne sendirian menerima hukuman, maka dia pun memutuskan untuk ikut menyerah dan memberikan aba-aba bahwa dia menyerah.
“La? Apa yang Vesty lakukan? Dia juga ikut menyerah?” Bob berkata dengan kagetnya.
“Saya rasa mereka sudah tidak tahan lagi.”
Tak lama kemudian, Vesty dan Serlyne dikeluarkan dari tabung kaca tersebut dan dikawal oleh prajurit bertopeng meninggalkan tempat pelatihan tersebut. Bob dan Candy hanya bisa menatap kedua temannya dikawal pergi oleh prajurit bertopeng tersebut.
“Bagaimana ini…Hukuman apa yang akan mereka hadapi?”
Bob yang mendengarnya hanya bisa diam mematung tidak bersuara.
**********
“Tuanku, hari ini kita akan siap-siap untuk menerima pelatihan ke-4.”
“Pelatihan apa?” Tanya Pangeran Brave.
“Ketahanan, Tuanku.”
Tak lama kemudian, kendaraan pun tiba dan menjemput mereka ke tempat pelatihan ke-4 tersebut. Setelah sampai di tempat tujuan, Pangeran Sam dan Pangeran Brave langsung memasuki ruangan dan melihat di sana tersedia 2 tabung kaca besar yang terisi penuh oleh air.
“Ini suruh kita masuk ke dalam?” Pangeran Sam bertanya kepada salah satu prajurit bertopeng yang berada di sana.
“Benar, Tuanku. Kalian harus menahan nafas di dalam sana selama 20 menit.
“Cuihh, cuma 20 menit, itu sih gampang banget.” Ujar Pangeran Sam.
“Buktikan kalau itu gampang! ” Pangeran Brave menyindir sambil berjalan ke arah tabung kaca besar.
“Ok, akan saya buktikan, lihat saja nanti.”
Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam tabung besar kaca tersebut dan mereka berdua berhasil melewatinya dengan mulus. Setelah itu, mereka berdua dikeluarkan dari tabung kaca tersebut.
“Setelah ini, apa pelatihan berikutnya?” Pangeran Brave bertanya kepada pengawal pribadinya.
“Emm, besok Anda dan Pangeran Sam disuruh pulang ke Istana.”
“Ha? Pulang? Cepat amatttt, pelatihannya sudah selesai?” keluh Pangeran Brave.
“Sebenarnya belum selesai, ini perintah dari Ratu Rose, katanya dia kangen sama Pangeran Sam.”
“Ya udah, biar pangeran Sam sendiri aja yang pulang, kenapa saya ikut-ikutan dipulangin?”
“Ratu Lotus juga menyuruh Anda pulang besok, dia juga kangen dengan Anda Tuanku.”
Pangeran Brave pun tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya bisa cemberut saja.
Esok paginya, kedua pangeran beserta pengawal-pegawal pribadi mereka pulang ke Istana. Sesampai di Istana, terlihat Ratu Rose dan Ratu Lotus yang sedang menanti kedua anaknya di dalam istana.
“Ohhh, anakku..Sini, peluk ibu.” Ratu Rose langsung menghampiri Pangeran Sam dan memeluknya sambil menyeka air matanya.
“Oh, ibuku yang cantik, saya juga rindu dengan ibu.” Pangeran Sam membalas pelukan ibunya dengan hangat.
Sedangkan Ratu Lotus hanya menyambut putranya dengan senyuman kecilnya, dari kecil Ratu Lotus tidak pernah memeluk putranya seperti Ratu Rose memeluk Pangeran Sam.
“Ibu sangat senang kamu kembali.” Ratu Lotus berkata sambil memegang pelan pundak Pangeran Brave.
“Ibunda, saya ada 1 permintaan,” ujar Pangeran Brave.
“Saya ingin pelatihan para bangsawan disetarakan dengan para tahanan lainnya.”
“Itu mustahil, putraku!”
“Kenapa? Bukannya Ibunda bilang akan berusaha mewujudkan permintaan saya?”
“Ibu tidak mempunyai hak untuk itu, hanya Ayahandamu lah yang bisa mengubahnya.”
“Saya ingin menemuinya, Ibu.”
“Ayahmu sangatlah sibuk, jangan ganggu dia…kalau tidak dia bisa ngamuk ntar.”
“Tapi Ibu..”
“Sudahlah, ubah permintaanmu. Permintaan apapun boleh asalkan jangan permintaan tentang peraturan Istana.” Ratu Lotus berkata dengan ekspresi wajahnya yang serius.
“Jadi, kapan saya bisa ikut pelatihan lagi ?”
“Itu akan saya tanyakan kembali kepada Ayahmu. Sekarang pergilah ke kamarmu dan beristirahatlah, kamu pasti sudah kelelahan karena sudah melewati pelatihan yang susah.”
“Ok, baiklah.” Pangeran Brave berkata sambil pergi meninggalkan ruangan Ibundanya dan pergi ke arah kamarnya.
“Lagi..lagi..balik ke penjara.” Pangeran Brave berkata dengan lesuhnya.
Malamnya, Pangeran Brave keluar dari kamarnya dan nekad untuk mencari Ayahnya. Pangeran Brave berjalan menuju ke arah kediaman Ayahnya.
“Ahahahaaa…Sang Raja bisa saja.” Selir Tulip bercanda dengan Sang Raja Drovil.
“Lapor, Yang Mulia. Pangeran Brave ingin menemui Anda,” ujar pengawal penjaga pintu.
“Ng? Sudah malam begini ?” Ratu Tulip bertanya dengan kesalnya.
“Suruh dia masuk,” perintah sang Raja.
“Baik, Yang Mulia.”
Tak lama kemudian Pangeran Brave masuk dan memberi salam kepada sang Raja dan Selir Tulip.
“Kamu adalah Pangeran Brave? Wow, gantengnya dirimu.” Selir Tulip bertanya sambil terus memandang wajah Pangeran Brave.
“Ada hal apa kamu mencari saya.”
“Maaf telah mengganggu, saya ingin mengajukan 1 permintaan kepada Ayah.”
“Hahahaha…belum pernah ada satu orangpun yang pernah berani mengajukan permintaan kepada saya.”
Pangeran Brave yang mendengarnya pun langsung menelan ludahnya pelan-pelan.
“Apa itu, bilanglah!”
“Ayah, saya ingin peraturan pelatihan bangsawan disetarakan dengan pelatihan para tahanan.”
“Oh? Kenapa?”
“Saya hanya tidak ingin mendapatkan perlakuan khusus, saya dengar ada hukuman bagi para tahanan yang gagal menjalankan pelatihan. Sedangkan kami yang keturunan bangsawan sama sekali tidak diberikan hukuman apa-apa jika gagal menjalankannya, saya rasa itu sangatlah tidak adil. Apalagi pelatihan seperti ini tujuannya adalah menuntun keturunan bangsawan agar menjadi kuat, tapi kalau selama pelatihan diberi perlakuan khusus, saya rasa pelatihan seperti itu tidak akan bisa melatih seseorang menjadi kuat. Mohon Ayah pertimbangkan kembali.”
“Hmmm, menurutmu apakah saya akan memenuhi permintaanmu?” Sang Raja berkata dengan sinisnya sambil menatap tajam ke arah Pangeran Brave.
Pangeran Brave melihat tatapan tajam Ayahnya menjadi takut dan mulai mengeluarkan keringat dingin.
“Ahahaha…Rajaku, jangan serius begitu dong wajahnya, Anda telah menakutinya,” ujar selir Tulip dengan nakalnya.
Saat itu, Pangeran Brave melihat selir Tulip mengarahkan bibirnya ke arah telinga sang Raja dan berbisik-bisik kepada sang Raja.
“Ehem…kamu pergi saja dulu, tentang permintaanmu akan saya pertimbangkan nanti.”
“Baik, Ayah.”
Pangeran Brave pun berjalan keluar dari kediaman Ayahnya.
“Bagaimana menurutmu?” Sang Raja dengan penasarannya bertanya kepada selir Tulip.
“Rajaku, bukankah kamu ingin menyingkirkan kedua putramu itu? Kamu bisa menggunakan permintaan Pangeran Brave sebagai senjata yang ampuh untuk memusnahkan mereka berdua.”
“Maksudmu? ” sang Raja bertanya sambil mengerutkan dahinya.
“Biarkan mereka hanyut dalam pelatihan yang sama bahayanya dengan para tahanan.” Selir Tulip berkata sambil tersenyum sinis.
Sang Raja yang mendengarnya langsung tersenyum lebar-lebar.
“Hahahahaa…kamu memang istri kesayangan saya.. tak sia-sia saya sayang kepadamu…Hahahaha.”
Esok paginya, seluruh anggota kerajaan dipanggil oleh Sang Raja dan diminta untuk berkumpul di sebuah ruangan khusus tempat berkumpulnya semua anggota kerajaan.
“Kira-kira ada masalah apa ya Sang Raja memanggil kita semua di sini,” ujar Ratu Rose kepada Ratu Lotus.
“Saya juga penasaran, sudah sangat lama sekali kita tidak pernah dipanggil untuk berkumpul seperti ini.”
“Para keluargaku yang saya cintai, ada 1 hal yang ingin saya sampaikan, tentang peraturan baru dalam pelatihan keturunan kita. Saya telah memutuskan bahwa peraturan pada pelatihan keturunan bangsawan akan disetarakan dengan peraturan pelatihan para tahanan. Saya sangat merasa berterima kasih kepada Pangeran Brave, putraku yang berani. Dialah yang mengusulkan peraturan seperti ini, katanya kita sebagai pemimpin harus lebih kuat daripada yang lainnya, maka dia enggan untuk mendapatkan perlakuan khusus, katanya itu sangatlah tidak adil. Benarkan? Putraku.” Sang Raja Drovil langsung menatap Pangeran Brave yang berdiri tepat di depannya.
“Benar itu, Ayah.” Pangeran Brave berkata dengan tegasnya
“Awalnya saya kurang setuju, tapi jika dipikirkan secara seksama, perkataan Pangeran Brave sangatlah benar, sudah saatnya kita harus lebih kuat dan berani, maka mulai sejak sekarang hari, waktu, dan peraturan pada pelatihan para tahanan dan bangsawan akan disamakan, kecuali tempat tetap harus terpisah dengan tempat pelatihan para tahanan. Pelatihan berikutnya akan mulai dilanjutkan besok lusa, jadi bersiap-siaplah putra-putraku. Semoga kalian bisa menjalankan pelatihan tersebut dengan lancar.” Setelah Sang Raja mengungkapkan penjelasannya, dia pun langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.
Para anggota keluarga lainnya langsung berbisik-bisik meributkan hal tersebut. Ratu Rose dan Ratu Lotus yang mendengarnya langsung kaget.
“Saya ingin bicara kepadamu, ikuti saya.” Ratu Rose dengan kesalnya berkata kepada Ratu Lotus.
“Apa-apaan putramu itu ha? Kenapa dia meminta permintaan konyol seperti itu, apalagi itu juga memberikan pengaruh negatif terhadap nasib putra tercinta saya.”
“Maaf Ratu Rose, saya akan langsung bertanya kepada Brave.”
“Untuk apa tanya, emang ada gunanya? Toh peraturannya sudah diganti..Jika terjadi apa-apa terhadap Sam, saya tidak akan memaafkan putramu itu, huh!” Ratu Rose dengan kesalnya berjalan pergi meninggalkan Ratu Lotus seorang diri di taman.
“Panggil Pangeran Brave ke ruangan saya.” Ratu Lotus dengan kesalnya memerintah pengawal pribadinya.
“Baik, Ratu Lotus.”
“Tuanku, gawat..gawat…” Pengawal pribadi Pangeran Brave berteriak sambil berlari ke arah Pangeran Brave.
“Yaa, saya tahu Ibu memanggilku, iya kan?”
“Waduuhhh, Ratu Lotus pasti marah besar itu, gimana ya?”
“Kamu panik apa ? Yang pasti kamu tidak akan dimarahi, tenang saja.”
“Ya ampunnnn Tuanku, saya panik karena khawatir akan dirimu Tuanku.”
Tok..tokk..terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar Ratu Lotus. Pangeran Brave pun membuka pintu dan masuk ke dalam, walaupun dari luar Pangeran Brave terlihat tenang-tenang saja, sebenarnya dalam hatinya sangatlah ketakutan. Pada saat Pangeran Brave masuk ke dalam, dia hanya melihat Ibunya duduk tanpa ekspresi.
“I..ibu…maaf.” Pangeran Brave berkata sambil menundukkan kepalanya.
“Maaf? Untuk apa kata maaf itu ?” Ratu Lotus berkata dengan juteknya.
“Saya sangat marah sekali, saya marah karena kamu sudah mulai keras kepala dan tidak mau mendengarkan perkataan Ibu.”
“Bukannya saya sudah menyuruhmu untuk melupakan permintaanmu itu?” Ratu Lotus berkata dengan kesalnya.
“Maafkan saya Ibu. Hukumlah saya, saya akan menerimanya.” Pangeran langsung berlutut dan menundukkan kepalanya.
Ratu Lotus langsung berdiri dan berjalan menghampirinya.
“Karena kamu sudah memintanya, maka kamu harus pandai menjaga dirimu baik-baik, hukuman pasti akan saya berikan kepadamu.” Ratu Lotus berkata sambil memapah Pangeran Brave untuk berdiri.
“Hukumannya adalah bagaimanapun juga kamu harus kembali dengan selamat, jika tidak Ibu selama-lamanya akan membencimu,” ujar Ratu Lotus.
“Ibu, saya janji, saya dan Sam akan kembali dengan selamat.” Pangeran Brave berkata sambil tersenyum lega.
“Hik..hikk…”
“Sudahlah Ibuuu, apa yang perlu ditangiskan sih ?” Pangeran Sam dengan risihnya berkata.
“Saya khawatir denganmu, besok lusa kamu akan pergi lagi dan pelatihannya akan semakin membahayakan, gimana saya gak khawatir?” Ratu Rose berkata sambil menangis terisak-isak.
“Aduhhh, saya bukan anak kecil lagi, saya akan mengatasinya, pelatihannya gampang sekali kok..benarrr.”
“Kamu harus melindungi Pangeran Sam, ngerti ?” Ratu Rose berkata kepada pengawal pribadi Pangeran Sam.
“Baik Ratu Rose, itu sudah kewajibanku. Tenang saja Ratu Rose,” ujar pengawal pribadi Pangeran Sam.
***** Bersambung *****