Cupu Fake

Cupu Fake
35,Pertunangan(END)



Ini adalah salah satu malam yang Dinda tunggu-tunggu, dimana ia akan lebih serius selangkah dalam menjalin hubungan nya dengan Bastian.


Dinda sudah memakai dress panjang berwarna putih, tak lupa wajahnya di rias oleh salah satu make-up profesional, membuat Dinda kini terlihat sangat cantik.


Perasaan Dinda sangat campur aduk, ia bahagia namun ada juga rasa sedih di hatinya, ia harus tunangan tanpa di hadiri oleh ibu Bastian.


"Biasa aja kali Din, " ucap Della yang kini bersama dengan Dinda dan Sherly, mereka menemani Dinda di kamar.


"Iya, gak usah gugup kali, cuman mau tunangan doang kan, " ledek Sherly sambil tersenyum.


"Tetep aja, " panik Dinda.


"Ya elah," saut Della.


"Si Maya kemana? " tanya Dinda yang menyadari ketidak hadiran Maya.


"Paling juga lagi nunggu si Rian, " santai Della.


"Permisi Mba, udah di tunggu, " sapa seorang pria yang masuk ke dalam kamar Dinda.


"Iya makasih, " ucap Della.


"Ya udah turun yuk, " ajak Sherly sambil menarik tangan Dinda.


Namun Dinda sama sekali tak bergeming, ia masih mematung memikirkan apa yang harus ia lakukan di sana.


"Cepatlah! " ucap Della yang juga memegang tangan Dinda, Dinda mulai melangkah kan kakinya, dengan segala ke khawatir nya.


Della dan Sherly pun menggandeng tangan Dinda keluar kamar, menuju ke bawah ruangan di mana akan berlangsung nya acara pertunangan ini.


Mereka sudah berada di tangga rumahnya, dengan anggun ketiga wanita itu berjalan menuju para tamu yang sudah menantinya.


Begitu pula dengan ke tiga pria tampan yang sudah sedari tadi menunggu para gadisnya keluar, mereka begitu terpana melihat ketiga gadisnya turun dari tangga begitu anggun.


Tak kalah terkejut para tamu undangan pun terpesona akan kecantikan mereka.


Dinda, Della, dan Sherly sudah berada di bawah dan mereka berjalan pada orang tua Dinda.


"Akhirnya orang yang kita tunggu sudah hadir di hadapan kita, " ucap seorang pembawa acara, dengan lantang sampai membuat semua para tamu undangan berjalan mendekat pada pembawa acara tersebut.


"Sayang kamu udah siap? " tanya Adisty sambil mengelus rambut Dinda yang berada di samping nya.


"Udah kok mah, " ucap Dinda lembut sambil menampilkan senyum manisnya.


Tanpa di suruh Bastian berjalan menghampiri Dinda dan menariknya menuju ke depan, setelah berada di sana Dinda dan Bastian saling berhadapan.


Semuanya hening seakan mereka di beri waktu untuk saling mengungkapkan.


Bastian memegang tangan Dinda sambil menatap penuh kasih sayang, begitu pula dengan Dinda , ia pun membalas tatapan mata Bastian dengan tatapan yang sama.


"Kau tau? aku tak pernah seserius ini dalam menjalin hubungan sebelumnya, namun setelah mengenalmu, aku jadi mengerti arti sebenarnya dari sebuah hubungan, karena mu juga aku mampu menjaga hatiku selama lima tahun, dan setelah lima tahun pun rasa itu tetap sama, jika kau tanya mengapa? jujur aku tidak tau, " jelas Bastian penuh kasih sayang dan penghayatan.


Semua orang yang berada di sana semakin terbawa suasana, mereka bisa melihat tatapan saling mencintai di mata keduanya.


"Kamu mau kan hidup bersama aku selamanya? " tanya Bastian sambil tersenyum.


"Aku gak akan berjanji untuk selalu mencintai mu setiap saat, namun aku janji di depan semua orang yang melihat kita saat ini, kalau aku akan selalu berada di samping mu, " sambung Bastian.


Dinda menangis terharu dengan semua ucapan Bastian, dan Lintang pun kini berjalan mendekati mereka sambil membawa cincin.


"Jangan di hapus! " ucap Bastian sambil memasukan cincin ke jari manis Dinda.


"Kenapa? " tanya Dinda sambil tetap mengeluarkan air mata.


"Itu kan air mata bahagia, bukan air mata sedih, jadi biarkan saja. "


Giliran Dinda yang memasangkan cincin ke jari Bastian, setelah selesai memasang kan cincin mereka pun berpelukan dengan erat.


Adinda POV,


Malam ini adalah saksi di mana aku sudah menyerahkan kehidupanku pada lelaki yang kini masih ku peluk.


Bastian melepaskan pelukannya, dan segera membawa ku ke depan orang tua dan teman-teman ku, di sana juga ada ayah Bastian.


"Mari kita beri tepuk tangan yang meriah pada pasangan kita malam ini, " ucap pembawa acara di rumahku, dan semua tamu pun bertepuk tangan.


Aku memeluk kedua kakak ku yang aku sayang, sebulan lagi aku tidak akan satu rumah dengan mereka jujur itu membuat ku sedih.


Author POV


"Udah ah lepas nanti tunangan lu cemburu lagi, " cerocos Lintang sambil melepaskan tangan Dinda.


"Apaan sih kak. " kesal Dinda sambil mengusap air matanya.


"Gak usah lebay deh, " ledek Daniel sambil menarik tangan Sherly.


"Iya aku juga tau kalian udah punya pacar, jadi sekarang kalian gak mau meluk aku, ya udah sih, " ketus Dinda sambil melipat tangannya di dada.


"Emang iya, " jawab Lintang dan Daniel serentak.


Namun Daniel dan lintang menatap tajam Bastian dan langsung mendekati Bastian, membuat semua orang yang ada di sana kebingungan.


"Awas aja yah, lu sampai nyakitin adik gue apalagi sampai ninggalin dia lagi, gue abisin lu yah, " ketus Lintang.


"Jangan harap kalau kalian nanti udah nikah bisa bebas dari kita, " ucap Daniel tak kalah ketus, dan tegas.


"Apaan sih santai aja kali, orang gue itu sayang banget sama adik kalian, mana mungkin aku nyakitin dia, lagi pula aku udah janji kan sama ibu dan ayahnya, " santai Bastian.


"Ya siapa tau aja, " balas Lintang.


"Apaan sih kak? aku yakin kok tunangan aku itu baik, iya kan? " ujar Dinda melerai debat mereka yang hanya debat bercanda.


"Uh kakak ku, " sambung Dinda sambil kembali memeluk kedua kakaknya, Daniel dan Lintang membalas pelukan Dinda.


Mereka yang melihat itu pun ikut terharu, apalagi orang tua Dinda, bagaimana bisa sebulan lagi ia harus melepas Dinda yang menurut nya saja Dinda masih kecil, Dinda si gadis manja dan polos.


Begitu pula dengan kedua kakaknya, mereka sebenarnya tidak ingin melepas adik kesayangan mereka, tapi bagaimana pun kita pada akhirnya harus menjalani hidup kita masing-masing.


Dulu saat Dinda masih kecil, ia pernah bilang kalau ia akan menikah saja dengan kedua kakaknya agar bisa terus bersama, namun pada kenyataannya tidak seperti itu.


"Akhirnya hidup baru ku akan segera di mulai, ini bukan akhir namun ini adalah permulaan, permulaan di mana kisah ku dan kisahnya menjadi kisah kita, " batin Dinda sambil tersenyum.


Mereka sedang asik melepas tawa, sambil saling merangkul, pada akhirnya satu persatu dari mereka akan segera memulai kisah baru dalam hidupnya.


Terima kasih telah membacanya sampai akhir 😍😘