Cupu Fake

Cupu Fake
17,menyatakan cinta



adinda POV


Malam yang indah itulah yang ada di pikiran ku saat ini, entahlah aku merasa jika di dekat Bastian itu rasanya indah,apalagi kita sedang berduaan di atap sekolah.


Rasanya itu beda sekali dengan pertama kali aku naik ke sini, dulu aku takut, tapi sekarang entah kenapa aku menjadi tidak takut akan ketinggian, namun dari tadi kak Bastian seperti sedang sedih pasalnya ia murung terus.


"Kak, kakak kenapa sih? ada masalah? "aku memberanikan diri untuk bertanya padanya.


" Din,"kak Bastian kini menatap ku, sungguh saat ini aku benar-benar tidak kuat.


"Iya kak? " aku melihat tatapan yang begitu sedih di matanya, namun matanya tetap terlihat indah.


"Kenapa Tuhan kasih gue cobaan seberat ini?" lirih nya.


Aku sangat tidak tega melihatnya, aku langsung memeluk kak Bastian, "Kakak tenang aja mungkin Tuhan ingin menjadikan kakak jadi orang yang lebih kuat, " bisik ku.


Kak Bastian pun membalas pelukan ku.


Setelah kurang lebih 5 menit berpelukan, selama itu juga lah aku harus menahan detak jantung ku, dia mah enak kagak grogi kaya gue, aku pun melepas pelukan ku, bukan karena apa yah, cuman asal kalian tau aja jantung ku udah pada senam eroubik tau gak.


"Kakak ke bawah yuk, yang lainnya pasti udah pada nunggu, " ajak ku namun kak Bastian menahan tangan ku.


"Din, gue tau ini ke cepetan tapi gue udah gak bisa nahan perasaan gue lagi, awalnya gue menepis perasaan gue, tapi semakin gue ngejauh semakin besar juga perasaan gue ama luh, gue sayang sama luh, lu mau kan jadi pacar gue," mata kak Bastian kini menatapku, aku melihat begitu besar rasa cintanya untuk ku.


Sambil memegangi tanganku kini mukanya tengah mengharapkan jawaban dari ku, jujur mulutku seakan terkunci, aku bingung dengan hatiku bukanya ini yang ia minta, tapi kenapa sekarang di hatiku tersimpan keraguan, yang tak bisa aku jelas kenapa?.


"Din lu gak usah jawab sekarang, gue bakal nungguin lu terus kok sampai lu siap buat jawab ini, " kini kita berhadapan, dia terus menatap wajahku.


"Makasih yah kalau kamu mau ngertiin aku, " balas ku, aku tak tau ada apa dengan hatiku kenapa sekarang ia ragu, tapi aku senang karena ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan padanya.


Dia kembali memeluk ku, sambil mencium hangat keningku.


Lalu aku kembali melepaskan pelukannya, aku tidak ingin ada orang yang melihat kita berpelukan terus dari tadi.


"Kak ke bawah yuk," ajak ku sekali lagi.


"Ya udah yuk, " aku dan kak Bastian pun turun menuju ke lapangan, saat aku akan berjalan kak Bastian langsung menggenggam tangan ku.


Setelah sampai di bawah aku langsung menghampiri kak Daniel dan yang lainnya , tanpa aku sadari ternyata aku masih saja menggenggam tangan kak Bastian, membuat kak Daniel dan yang lainnya keheranan.


Saat aku sudah sadar akan tatapan kebingungan mereka aku langsung melepaskan tangan kak Bastian.


"Abis dari mana aja sih loh? " tanya Sherly.


"Oh enggak tadi abis dari sana aja, " jawabku sambil melihat kak Bastian yang sudah tidak ada di samping ku, dan ternyata kak bastiatn tengah membawakan minuman untuk ku.


"Ah nanti gue mau cerita banyak hal sama luh," balas ku.


"Hey kalian tuh pada ngapain sih? " sensi Rian.


"Gak kok kak, " balas ku sambil tersenyum.


"Ni, " kak Bastian pun menyodorkan aku satu gelas minuman yang baru saja ia ambil.


"Makasih kak, " balas ku sambil memberikan senyuman untuk nya.


"Cie jangan-jangan kalian udah jadian nih? " ledek kak Lintang.


"Do'ain aja, " ketus kak Bastian.


Ngapain sih kak Bastian mesti ngomong ke gitu bikin malu aja tau gak, kini muka ku sudah merah tau gak.


"Yang bener lu? " tanya kak Lintang dan kak Rian kaget.


sementara kak Daniel terlihat acuh seperti biasanya.


"Iya do'ain aja lah, " balas Kak Bastian.


"Ahhh ternyata bentar lagi kita makan makan nih, " riang kak Rian sambil mengacungkan tangannya.


"Nil liat tuh dia aja udah punya pacar masa lu belum sih, " ledek kak Lintang sambil menatap kak Daniel.


"Apa hubungannya Dinda ama si Daniel, " balas Bastian.


Sebelum kak Lintang menjawab ucapan Bastian aku langsung menutup mulutnya, karena kak Lintang pasti akan menjawab hal yang aku rahasia kan.


"Kenapa luh nutup mulut si Lintang?" ketus Bastian.


"Enggak kok kak gak papa, iya kan kak Lintang? " balas ku sambil kembali melepaskan mulut kak Lintang.


Aku tau Bastian pasti merasa ada hal aneh, namun seperti nya ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan nya, nanti aku janji akan mencari waktu yang tepat untuk itu.


Sekarang sudah malam, dan akhirnya acara pun selesai tepat pada jam 11 malam acara di bubarkan, aku akan pulang bersama kakak kakak ku tercinta, oh iya seperti nya aku akan bilang semuanya pada Bastian besok.


Walau bagaimana pun ia harus tau yang sebenarnya, aku tidak peduli kalau ia akan membenci ku, tapi seperti nya aku memang harus bicara padanya, aku akan menerima apapun yang terjadi nanti nya.


Dan aku juga akan menjelaskan mengapa aku melakukan ini padanya.