Crossgender Cultivator: Hero, Please Be Gentle

Crossgender Cultivator: Hero, Please Be Gentle
38 - Menerobos Setelah Merosot



Ye Xuan sudah berada di sebuah atap gedung yang agak tinggi, ia memandang ke bawah, di sana ada kerumunan orang dan beberapa petugas medis rumah sakit yang sudah membawa ambulans.


Terlihat pak tua malang yang terluka di dua tempat sudah ditangani mereka dan mulai dimasukkan ke dalam mobil ambulans.


Tak berapa lama, pekik raungan mobil ambulans segera mengagetkan orang di sekitarnya dan mereka lekas menyingkir memberi jalan.


Setelah yakin pak tua sudah ditangani pihak yang tepat, Ye Xuan pun melesat ke tempat lain, dan akhirnya duduk diam di sebuah atap rumah besar.


Hati Ye Xuan merenung banyak.


Di dunia ini, ketika tidak ditemukan adanya keberadaan kultivator bela diri seperti di jamannya, ternyata tidak membuat kejahatan memudar. Ternyata, di jaman apapun, kejahatan masih tetap ada dan mungkin saja kian menggila.


Ini sama sekali melawan prediksi Ye Xuan.


Di jaman dia, kejahatan yang dilakukan para kultivator bela diri bisa seenaknya menggunakan hukum besi, yang kuat yang berkuasa. Mereka bisa dengan mudah meniadakan sebuah klan keluarga hanya karena masalah kecil saja.


Di jaman  Ye Xuan, merampas, membunuh, memperkosa... itu sudah merupakan hal biasa yang dilakukan siapapun yang merasa dirinya kuat.


Jangankan para penatua, para anak muda klan besar pun bisa bertingkah arogan dan biadab tanpa ada yang berani mengadili kecuali orang-orang sangat pemberani dan orang yang sudah tidak mementingkan hidupnya lagi.


Kejahatan brutal di jaman Ye Xuan hidup sebelumnya begitu miris.


Dan sepertinya di jaman ini, meski tak ada kultivator bela diri, manusia masih bisa menemukan cara tersendiri untuk melestarikan kejahatan. Yeah, karena sampai kapanpun... kejahatan takkan bisa pudar dari dunia.


Manusia tidak bisa mengelak dari kejahatan. Entah dia sebagai pelakunya, atau sebagai korbannya. Dan manusia hanya bisa menolak sebagai korban jika dia bisa tumbuh kuat dan lebih kuat.


Setelah manusia menjadi lebih kuat, maka iblis dalam diri bisa mengguncang nuraninya untuk menjerat dia jatuh sebagai pelaku kejahatan pula. Semua adalah pilihan masing-masing.


Menyadari itu, Ye Xuan seolah merasakan sesuatu dalam dirinya bergolak.


"Sepertinya aku akan menerobos." Ye Xuan bergumam pada dirinya sendiri. Ia tak menyangka hanya dengan merenungkan mengenai kejahatan saja, Dao tentang kehidupan seakan berputar di dalam dirinya dan memicu pergolakan di sana.


Dia yang tadinya seorang kultivator tingkat Glory kelas menengah di jamannya dulu, ketika dia terlempar ke jaman kini, kultivasinya merosot turun ke satu tingkat mayor di bawahnya, yaitu peringkat Gold menengah. Dan kini, karena Dao Kehidupan berhasil dia renungkan, dia merasakan dirinya akan mulai menerobos dari peringkat Gold menengah ke peringkat Gold puncak.


Tentu saja itu membawa kesenangan tersendiri bagi Ye Xuan. Ia tak mengira setelah perenungan mengenai Dao, dia bisa naik tingkat minor. Meski begitu, itu sebuah lonjakan yang berarti baginya.


Di tengah suasana yang sulit menemukan Qi alam untuk berkultivasi karena sudah terlalu banyaknya polusi di jaman ini, Ye Xuan masih bersyukur dia bisa naik peringkat.


Terkadang dunia kultivasi Dao itu begitu rumit dan sangat ajaib, tidak bisa ditelaah dan tidak bisa dicerna akal sehat. Itu karena, sebenarnya... kultivasi adalah sebuah hal yang menentang langit. Bagaimana tidak menentang langit jika banyak dari para kultivator kuat bisa hidup hingga ribuan, bahkan puluhan ribu tahun jika mereka tidak terbunuh.


Bukankah itu sangat menentang hukum langit?


Namun, jumlah kultivator yang bisa mencapai usia puluhan ribu tahun bisa dihitung. Itu dikarenakan mereka saling bertarung meski oleh alasan sepele saja. Bahkan, banyak di antara mereka yang bersikap arogan dan akhirnya mati membawa kesombongan mereka.


Semua memang memiliki keseimbangan masing-masing. Alam memiliki cara untuk menyeleksi apapun yang ada di dalamnya.


Semuanya adalah misteri tersendiri.


Bagi Ye Xuan, meskipun dia mahir membuat pil obat roh, dan banyak pilnya yang berkhasiat untuk memicu kenaikan peringkat kultivasi, Ye Xuan tidak terlalu mengandalkan pilnya sendiri untuk tujuan tersebut. Menurutnya, kultivasi karena obat tidak sekuat kultivasi karena berlatih dan penempaan keras dalam hasil akhir.


Maka, tidak perlu heran jika ada dua kultivator di peringkat yang sama, bisa berbeda kekuatan tempurnya. Latihan dan penempaan masing-masinglah yang membedakan mereka. Bahkan, ada juga kultivator yang kekuatan tempurnya di atas peringkat asli dia dan bisa bertarung seimbang dengan yang berada di atas peringkat  dia.


Semua itu hasil dari penempaan diri.


Sama seperti di jaman sekarang, orang sama-sama bersekolah, namun masing-masing murid memiliki nilai dan kualitas sendiri-sendiri meski di kelas yang sama.


Dalam penerobosan peringkat ini, Ye Xuan lekas memposisikan dirinya dalam sikap meditasi. Ia tidak sempat memilih tempat dan tetap di sana.


Gejolak Qi dalam dantian-nya makin bergemuruh. Kemudian, lautan Qi itu kian meluap sehingga dantiannya harus terus menerus melebar untuk menampung luapan Qi yang baru.


Ye Xuan segera mengedarkan kekuatan Qi-nya ke seluruh tubuh melalui titik-titik mayor dan minor meridian-nya, memperkuat seluruh organ dalam tubuhnya dan juga semua tulangnya.


Setelah itu, Ye Xuan menghembuskan napas secara perlahan. Hembusan napas itu menyertakan uap tebal tanpa warna yang bermuatan Qi.


Ia tersenyum dan mulai santai.


Dengan kejadian hari ini, Ye Xuan mulai memiliki konklusi tersendiri. Dia ingin sebanyak mungkin menyelamatkan orang lemah yang ditindas kejahatan di sekitarnya.


Tak berapa lama dia mencapai keputusan di hatinya, Ye Xuan mendengar raungan sirene tak jauh darinya. Ia penasaran. Apakah itu juga mobil ambulans? Tapi bunyinya sedikit berbeda dari yang tadi membawa pak tua.


"Itu suara sirene mobil polisi." Tiba-tiba, suara Fei di ruang jiwa terdengar.


Kemudian, Fei menjelaskan bahwa biasanya jika sirene mobil polisi meraung di jalan, bisa sebuah indikasi adanya pengejaran terhadap penjahat.


Berdasarkan itu, Ye Xuan mulai bersemangat. Ia baru saja meneguhkan tekadnya untuk menyelamatkan warga di sini, dan kini sudah ada kesempatan untuk melakukan apa yang dia tekadkan.


Segera, pria dari jaman lampau itu pun melesat mengejar ke pusat suara sirene.


Tak berapa lama, dia sudah menjumpai satu mobil polisi yang mengejar mobil lain berwarna hitam pekat.


Dorr! Doorr!


Dari kedua mobil, muncul tembakan saling berbalas. Fei menjelaskan sedikit mengenai situasi di depan Ye Xuan. Pria itu langsung paham.


Dorrr!


Satu peluru dari penjahat di dalam mobil hitam mengenai roda mobil polisi, membuat mobil bersirene itu berputar cepat dan terguling ketika menabrak pembatas jalan.


Ye Xuan tak bisa diam saja. Ia memilih untuk terus terbang cepat mengikuti mobil penjahat yang berusaha kabur setelah berhasil menyingkirkan mobil polisi pengejarnya.