Crossgender Cultivator: Hero, Please Be Gentle

Crossgender Cultivator: Hero, Please Be Gentle
28 - Penasaran Akan Kuda Modern



Ye Xuan tidak perlu repot-repot menghentikan pemilik kuda itu karena Han sudah melakukannya untuk dia. Tanpa menghiraukan apapun, Ye Xuan segera mengambil jarum dan menusukkannya ke tubuh kuda, satu demi satu, menyebar ke beberapa titik meridian kuda.


Setelah jarum kesembilan, Ye Xuan mengambil sebuah botol kecil dan meminumkannya pada kuda yang berbaring pasrah.


Han ingin bertanya dari mana datangnya wadah giok dan botol itu, namun dia terlalu takjub sehingga menundanya untuk nanti saja. Mungkin sebenarnya ada kantong tersembunyi pada baju gadis cantik itu yang bisa menyimpan berbagai macam benda.


Hanya dalam hitungan belasan detik sejak Ye Xuan meminumkan cairan dari botol itu, kuda itu pun mulai bergerak sehat setelah tadinya lemas. Ye Xuan pun mencabut semua jarum di tubuh kuda dan menyimpan kembali ke wadah semula.


Tangan lentik Fei menepuk bahu kuda dan kuda itu pun berdiri, terlihat sehat. Pemilik kuda dan yang lainnya hanya bisa menatap heran sekaligus terpana. Mata kuda yang tadinya agak kemerahan pun sudah berangsur putih normal.


"Dia hanya mengalami salah makan. Mungkin rumput segar yang Tuan berikan kemarin yang memicu adanya gas atau suatu kondisi yang membuatnya demam dan gelisah karena kesakitan. Mungkin juga ini akibat gigitan serangga pada pahanya. Setidaknya, sekarang dia sudah sehat." Ye Xuan berbicara lancar pada pemilik kuda.


Keadaan hening sebelum penjaga taman tersadar dan mengucapkan terima kasih pada Ye Xuan yang telah menghindarkan adanya tragedi di taman. Ibu anak itu juga mengucapkan terima kasih berkali-kali pada Ye Xuan. Pemilik kuda masih melompong heran. Bagaimana gadis di depannya bisa dengan mudah menyembuhkan sakit pada kudanya?


Ye Xuan mengangguk kecil pada semuanya dan mengajak Han pergi tanpa menunggu pemilik kuda itu mengucapkan terima kasih. Bagi Ye Xuan yang sering menolong orang di jaman dulunya, dia tidak gila ucapan terima kasih. Itu sudah seperti makanan sehari-hari dia mendengar orang mengucapkan kata itu padanya.


"Fei..."


"Ya?"


"Bagaimana kau bisa..."


"Ohh, itu tadi? Aku hanya beruntung saja karena sering menonton acara di televisi tentang pengobatan." Ye Xuan membuat alasan agar Han tidak terlalu mendesak dia untuk memuaskan rasa penasaran lelaki itu.


Jawaban dari Ye Xuan membuat Han mengatupkan mulut. Padahal dia ingin bertanya banyak hal. Bagaimana Fei bisa mengejar kuda dan menaikinya dalam keadaan si kuda sedang berlari? Bagaimana Fei bisa mengetahui si kuda sakit? Bagaimana Fei bisa melakukan teknik pengobatan akupunktur? Bagaimana Fei tiba-tiba bisa mengeluarkan wadah dan botol seperti tadi?


Ohh, sebetulnya begitu banyak pertanyaan yang ingin dilontarkan Han. Tetapi, lelaki itu segera surut setelah melihat raut muka Fei yang seakan tidak ingin diganggu dengan hal tadi. Ia pun berjalan bersisian dengan Ye Xuan menuju ke area parkir.


Meski banyak hal membingungkan bercokol di otak Han, dia tak enak jika mengejar ingin tau ke Fei. Dia bisa membawa Fei keluar rumah saja itu sudah merupakan prestasi dan perkembangan bagus baginya. Maka, daripada merusak suasana dengan kejaran pertanyaan, Han memilih menelan keheranan dia.


Sekarang, Han lebih fokus pada apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Ke mana mereka setelah ini? Han tidak ingin lekas pulang karena ini masih terlalu dini untuk memulangkan Ye Xuan. Siapa tau, nanti dia akan menemukan waktu yang tepat untuk bicara hati ke hati pada gadis pujaannya.


Sesampainya di tempat parkir, Ye Xuan menatap motor besar milik Han. Dalam kehidupan masa silamnya, Ye Xuan biasa menaiki kuda dengan berbagai posisi, itu hal yang gampang. Dan kini, dia menatap motor yang mirip dengan kuda.


"Ada apa, Fei?" tanya Han ketika melihat Ye Xuan terdiam mematung di samping motornya.


"Aku ingin bisa naik itu." Telunjuk Ye Xuan terarah ke motor Han.


"Hah?" Han terkejut sampai matanya nyaris bulat membola penuh.


Ye Xuan menatap Han dengan pandangan penuh harap. "Tidak boleh? Ya sudah, lupakan." Tadinya dia berharap bisa mengendarai motor sama seperti dia bisa menaiki kuda. Terkadang Ye Xuan ingin bisa melakukan apapun yang dirasa menarik.


Han yang tertegun, segera menjawab, "O-ehh... boleh, kok! Tentu saja boleh!"


Maka, ditetapkan bahwa Han akan mengajari Ye Xuan mengendarai motor di area depan taman yang lengang.


Ye Xuan terlihat sedikit bersemangat meski dia hanya menunjukkan sepuluh persen dari gejolak hatinya saja. Di dalam hati, dia meletup-letup penuh antusias. Ia harus bisa mengendarai kuda jaman baru ini, demikian tekadnya.


"Apa yang harus aku lakukan?" Ye Xuan langsung saja naik ke motor dan berada di jok depan, meniru Han sebelumnya.


Han mengulum bibirnya sembari menghela napas dan tersenyum samar. Ia pun naik pula ke motor, ke jok belakang dan mengulurkan dua tangannya ke depan.


Ye Xuan kaget. "Hei!" Ia menjauhkan Han darinya karena menyangka lelaki itu akan berbuat aneh.


"Fei, kau tadi ingin belajar motor, kan?" Han terpaksa mundurkan tubuhnya tanpa turun dari jok. Ia balas tatapan curiga Ye Xuan yang menoleh ke arahnya.


"Aku memang ingin belajar benda ini, tapi jangan kau kira kau bisa berbuat macam-macam padaku, Han!"


"Kalau kau ingin bisa mengendarai motor, maka aku harus melakukan hal seperti tadi, Fei."


"Tidak perlu! Kau cukup beritahu aku saja apa langkah-langkah yang harus kulakukan, jangan main peluk sembarangan." Tatapan ketus Ye Xuan cukup menyurutkan Han.


"Fei, kalau aku tidak ikut memegangi tanganmu, kau bisa meluncur secara bahaya dengan motor ini. Percayalah..." Raut wajah Han menampilkan keputusasaan.


Ye Xuan berpikir sejenak. Haruskah dia membatalkan keinginannya? Tapi dia sangat penasaran ingin menaklukkan kuda modern ini! "Apa kau memang harus memegangiku?"


Han mengangguk. "Agar kau tidak jatuh atau tidak menabrak siapapun."


Ye Xuan diam sejenak untuk berpikir lagi. "Baiklah. Aku ijinkan kau memegangiku, tapi jangan bertindak jauh lebih dari itu." Ia pun menyerah. Mungkin memang tidak sama cara belajara naik kuda dengan naik motor.


Han pun tersenyum penuh menang di belakang Ye Xuan tanpa pria kuno itu tau. Ia merunduk ke Ye Xuan sambil julurkan tangan untuk menggapai tangan Ye Xuan.


Ye Xuan ingin meloncat saja rasanya karena seperti didekap Han. Hampir saja dia memukul Han jika tidak ingat dia yang ingin mempelajari naik motor.


Memberi arahan cara menyalakan motor, Han pelan-pelan memegang tangan kanan Ye Xuan sementara tangan kirinya juga memegangi tangan si gadis. Ia menjelaskan bagian-bagian dasar dari motor seperti handle gas, kopling tangan, kopling kaki, rem.


Ye Xuan mendengarkan dan mengamati baik-baik arahan dari Han meski merasa risih karena tubuh Han terlalu melekat pada punggungnya, terlebih lagi dua tangannya terus dipegangi Han sembari motor mulai berjalan meluncur pelan di paving depan taman.


Mengalihkan rasa risihnya, Ye Xuan pun berusaha fokus pada pengendalian gas dan keseimbangan motor saja.